Mahasiswa KKN Universitas Diponegoro Dampingi Gabungan Kelompok Tani (GAPOKTAN) Menghitung Harga Pokok Produksi (HPP) dan Pengelolaan Aset Guna Tingkatkan Potensi Desa Celep

Mahasiswa KKN Universitas Diponegoro Dampingi Gabungan Kelompok Tani (GAPOKTAN) Menghitung Harga Pokok Produksi (HPP) dan Pengelolaan Aset Guna Tingkatkan Potensi Desa Celep




wirausahanesia.comCELEP, SRAGEN, 6 Agustus 2026 – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Reguler Universitas Diponegoro (UNDIP) Desa Celep melaksanakan pelatihan dan pendampingan kepada kelompok tani dan ternak Desa Celep dalam mengembangkan pemanfaatan limbah pertanian dan peternakan sekaligus memperkuat pengelolaan ekonomi dan administrasi kelompok. Kegiatan tersebut dilaksanakan pada Kamis (6/8) di Pendopo Balai Desa Celep, Kecamatan Kedawung, Kabupaten Sragen.

Kegiatan multidisiplin tersebut terdiri atas Pelatihan dan Pendampingan Tata Kelola Administrasi BUMDes serta Pelatihan dan Pendampingan Pemanfaatan Limbah Pertanian dan Peternakan Menuju Pertanian Berkelanjutan. Kegiatan melibatkan mahasiswa dari berbagai disiplin ilmu dengan menggabungkan aspek teknologi pengolahan limbah, pengelolaan usaha, dan administrasi dalam mendukung potensi pertanian Desa Celep.

Salah satu mahasiswa yang terlibat, Arfa Dhia Hanania dari Program Studi Akuntansi Perpajakan, memberikan pendampingan yang berfokus pada perhitungan Harga Pokok Produksi (HPP), pengenalan pajak untuk UMKM, serta pendampingan pencatatan aset Gapoktan. Kegiatan tersebut dilakukan untuk membantu kelompok tani memahami nilai ekonomi dari produk yang dihasilkan sekaligus meningkatkan keteraturan administrasi kelompok.

Pendampingan diawali dengan pengenalan konsep Harga Pokok Produksi (HPP). Peserta diajak mengidentifikasi berbagai biaya yang diperlukan dalam menghasilkan suatu produk, mulai dari bahan yang digunakan hingga biaya pendukung produksi. Setelah komponen biaya diidentifikasi, peserta kemudian didampingi untuk menghitung total biaya produksi dan menentukan HPP secara sederhana berdasarkan contoh produk yang dihasilkan dalam kegiatan pemanfaatan limbah.

Melalui praktik tersebut, peserta tidak hanya memperoleh pemahaman mengenai cara menghitung biaya produksi, tetapi juga dapat mengetahui berapa biaya yang sebenarnya diperlukan untuk menghasilkan suatu produk. Informasi tersebut dapat menjadi dasar bagi kelompok dalam mempertimbangkan harga jual produk apabila hasil pengolahan limbah nantinya dikembangkan menjadi kegiatan yang bernilai ekonomi.

Setelah pendampingan HPP, kegiatan dilanjutkan dengan pengenalan pajak UMKM secara sederhana. Materi disampaikan dengan menghubungkan kegiatan ekonomi yang dilakukan masyarakat dengan aspek perpajakan yang mungkin muncul ketika kegiatan tersebut berkembang menjadi usaha. Pendekatan ini dilakukan agar peserta dapat memahami bahwa pencatatan dan perhitungan usaha merupakan bagian penting dalam mempersiapkan pengelolaan usaha yang lebih tertib.

“Kami ingin pendampingan ini dimulai dari hal yang paling dekat dengan kegiatan kelompok, yaitu menghitung biaya produksi dan HPP. Setelah mengetahui biaya produksinya, masyarakat bisa lebih mudah memahami bagaimana menentukan nilai jual dan mengenal aspek perpajakan apabila kegiatan tersebut nantinya berkembang menjadi usaha,” ujar Arfa.

Selain aspek perhitungan dan perpajakan, Arfa juga melakukan pendampingan pengisian Kartu Inventaris Aset Gapoktan. Peserta diarahkan untuk mendata aset dan peralatan yang digunakan dalam kegiatan kelompok, termasuk alat komposter yang digunakan dalam proses pemanfaatan limbah. Pendataan dilakukan dengan mencatat informasi seperti nama aset, jumlah, kondisi, lokasi penyimpanan, serta keterangan lain yang diperlukan.

Pendataan inventaris tersebut diharapkan dapat membantu Gapoktan mengetahui aset yang dimiliki, memantau kondisi peralatan, serta mengurangi risiko aset tidak terdata atau tidak terpantau penggunaannya. Kartu inventaris juga dirancang agar dapat digunakan kembali oleh kelompok dalam melakukan pembaruan data secara berkala.

Pada rangkaian kegiatan lainnya, mahasiswa dari bidang saintek memberikan pendampingan dalam pemanfaatan limbah pertanian dan peternakan melalui pengolahan limbah menjadi produk yang lebih bermanfaat. Kolaborasi tersebut mempertemukan aspek produksi dan teknologi pengolahan dengan aspek perhitungan ekonomi dan administrasi, sehingga hasil kegiatan tidak hanya berhenti pada pembuatan produk.

Melalui kegiatan tersebut, mahasiswa KKN UNDIP berharap Gapoktan Desa Celep dapat menerapkan perhitungan HPP secara sederhana dalam kegiatan produksi, memiliki pemahaman awal mengenai aspek perpajakan ketika usaha berkembang, serta melanjutkan pencatatan aset secara berkala. Dengan demikian, pemanfaatan potensi limbah pertanian dan peternakan dapat didukung oleh pengelolaan ekonomi dan administrasi yang lebih tertib.


Penulis/Reporter: Arfa Dhia Hanania
Fotografer: Marshanda Kinanti
Kontak Media: afadhiah2@gmail.com 
Editor: Achmad Munandar
Upaya KKN UMAHA Perkuat Legalitas Usaha di Desa Karangtanjung, Sidoarjo

Upaya KKN UMAHA Perkuat Legalitas Usaha di Desa Karangtanjung, Sidoarjo




wirausahanesia.com - Legalitas usaha menjadi salah satu syarat mendasar bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) untuk mengembangkan bisnis secara resmi. Di Desa Karangtanjung, Kabupaten Sidoarjo, persoalan ini mendapat perhatian melalui program pendampingan penerbitan Nomor Induk Berusaha (NIB) yang digagas mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Maarif Hasyim Latif (UMAHA).

Program tersebut berlangsung pada Minggu, 16 Agustus 2026, dengan sasaran pelaku usaha rumahan yang selama ini belum mengurus NIB secara mandiri. Pendampingan difokuskan pada proses pendaftaran di sistem Online Single Submission (OSS) agar pelaku usaha memiliki identitas legal yang jelas.

Mahasiswa KKN UMAHA memilih penerbitan NIB sebagai program prioritas karena sebagian besar pelaku UMKM di desa tersebut belum mengantongi legalitas usaha resmi. Kondisi ini dinilai menghambat akses terhadap pembiayaan maupun kemitraan usaha yang mensyaratkan bukti legalitas.

Pendampingan dilakukan secara tatap muka, mulai dari pengisian data usaha, klasifikasi bidang usaha, hingga pencetakan dokumen NIB. Setiap tahapan dijelaskan secara bertahap agar pelaku usaha mengetahui alur pendaftaran secara utuh dan tidak kesulitan mengoperasikan sistem OSS.

Salah satu pelaku usaha yang mengikuti program ini adalah Siti Fatimah, warga Desa Karangtanjung yang menjalankan usaha rumahan. Ia mengaku terbantu karena proses pendaftaran NIB sebelumnya terasa rumit jika dilakukan seorang diri.

Siti menyampaikan rasa terima kasih atas pendampingan yang diterimanya, karena kini ia mengetahui tahapan pengurusan NIB secara lebih runtut. Ia berharap kepemilikan NIB dapat mendorong usahanya berkembang lebih tertata ke depan.

Kepemilikan NIB memberi sejumlah keuntungan bagi pelaku usaha, terutama dalam hal kepastian identitas hukum dan akses terhadap dukungan pemerintah. Status legal ini juga membuka peluang kerja sama dengan mitra usaha maupun lembaga keuangan, sekaligus meningkatkan kepercayaan konsumen terhadap usaha yang dijalankan.

Selain proses pendaftaran NIB, aspek perpajakan turut menjadi perhatian bagi pelaku usaha yang baru memulai legalitas usaha secara resmi. Bagi pelaku UMKM, disarankan berkonsultasi dengan konsultan pajak Sidoarjo sebagai rujukan pelaku usaha kecil di wilayah tersebut dalam memastikan legalitas usaha di sistem OSS, agar bisa sinkron dengan data administrasi perpajakan.

Sinkronisasi data antara NIB dan kewajiban pajak dinilai bernilai strategis untuk mencegah risiko sanksi di kemudian hari akibat ketidaksesuaian data usaha. Pelaku UMKM yang tertib administrasi juga berpeluang lebih besar mendapat kepercayaan dari mitra bisnis maupun lembaga pembiayaan.

Kehadiran mahasiswa KKN di tengah masyarakat desa memberi ruang bagi pelaku usaha untuk bertanya secara langsung tanpa merasa canggung. Bahasa yang digunakan disesuaikan dengan kebiasaan sehari-hari warga desa, sehingga proses pendaftaran NIB terasa lebih akrab dan tidak membingungkan.

Program pendampingan NIB merupakan bagian dari agenda Inovasi UMKM yang dijalankan mahasiswa KKN UMAHA selama masa pengabdian di Desa Karangtanjung. Program ini disusun agar pelaku usaha desa mampu berkembang secara mandiri dan berkelanjutan.

Mahasiswa berharap sejumlah pelaku usaha lain di Desa Karangtanjung turut terdorong mengurus legalitas secara resmi setelah mengikuti pendampingan ini. Respons positif dari warga menjadi modal bagi mahasiswa untuk merancang program lanjutan yang sesuai kebutuhan lapangan, sekaligus menjadi wujud nyata implementasi ilmu yang diperoleh mahasiswa di bangku perkuliahan.
Hebat! Tim KKN-T 106 UNDIP Berhasil Membuat Tali dari Serat Pelepah Pisang

Hebat! Tim KKN-T 106 UNDIP Berhasil Membuat Tali dari Serat Pelepah Pisang


Sesi foto bersama mahasiswa KKN, kelompok PKK, kelompok tani mulyo, karang taruna,
dan warga sebagai penutup rangkaian kegiatan Sosialisasi Pengolahan Produk Hasil Samping
Pohon Pisang di Kelurahan Pedurungan Tengah yang didukung oleh Pertamina Patra Niaga.


wirausahanesia.com - Semarang – Toko PKK RW 08, Jalan Depok Dalam 3, Kelurahan Pedurungan Tengah, dipenuhi warga pada Sabtu, 1 Agustus 2026, dalam kegiatan sosialisasi yang diselenggarakan oleh mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) Tim 106 Universitas Diponegoro (UNDIP) dengan dukungan Pertamina Patra Niaga. Kegiatan yang dimulai pukul 08.00 WIB hingga 12.30 WIB tersebut memperkenalkan pemanfaatan limbah bonggol pisang menjadi abon dan tali dari pelepah pisang.

Tim KKN-T 106 Universitas Diponegoro (UNDIP) melaksanakan kegiatan pemanfaatan limbah pelepah pisang menjadi tali berbahan serat alami di Kelurahan Pedurungan Tengah, Kota Semarang. Kegiatan ini merupakan salah satu bentuk inovasi dalam memanfaatkan potensi sumber daya lokal sekaligus menghasilkan produk kerajinan yang memiliki nilai guna dan nilai ekonomi.

Pemanfaatan limbah dari tanaman pisang di lingkungan masyarakat hingga saat ini masih belum dilakukan secara optimal. Setelah buah pisang dipanen, bagian tanaman seperti pelepah pisang umumnya hanya dibiarkan menumpuk atau dibuang begitu saja. Padahal, pelepah pisang memiliki serat alami yang panjang, cukup kuat, dan berpotensi untuk diolah menjadi berbagai produk yang memiliki nilai guna dan nilai ekonomi.

Melihat potensi tersebut, Tim KKN-T 106 UNDIP berinisiatif mengembangkan pelepah pisang menjadi benang serat alami yang kemudian dapat dipilin dan dipintal menjadi tali. Inovasi ini tidak hanya bertujuan untuk mengurangi limbah tanaman pisang, tetapi juga menjadi upaya untuk menciptakan alternatif bahan baku kerajinan yang berasal dari sumber daya lokal.


Proses pengolahan diawali dengan menjemur pelepah pisang hingga kadar airnya berkurang dan serat lebih mudah untuk dipisahkan. Setelah melalui proses pengeringan, pelepah kemudian diproses menggunakan alat serok serat untuk memisahkan dan menghasilkan serat-serat yang lebih terurai. Tahap ini menjadi salah satu proses penting karena kualitas dan keterpisahan serat akan memengaruhi hasil akhir tali yang dibuat.

Serat yang telah diperoleh selanjutnya masuk ke tahap pemilinan. Pada tahap ini, serat dipilin menggunakan alat pemilin yang dirancang dan dibuat oleh Tim KKN-T 106. Pemilinan dilakukan untuk menggabungkan serat-serat yang masih terpisah sehingga membentuk untaian yang lebih panjang dan kuat. Penggunaan alat yang dikembangkan oleh tim diharapkan dapat membantu membuat proses pengolahan serat menjadi lebih terarah dan mudah dilakukan oleh masyarakat.

Setelah melalui proses pemilinan, untaian serat kemudian dilanjutkan ke tahap pemintalan menggunakan mesin pemintal yang juga dirancang dan dibuat oleh Tim KKN-T 106 UNDIP. Proses ini bertujuan untuk menggabungkan dan menguatkan serat hingga terbentuk tali dengan ukuran dan bentuk yang lebih seragam. Proses pembuatan tali dapat dilakukan dengan lebih efektif dibandingkan jika seluruh proses dilakukan secara manual.


Dokumentasi Alat Serok Pelepah Pisang, Alat Pemilin Tali Pelepah Pisang,
Alat Pemintal Tali Pelepah Pisang
dan Kegiatan Sosialisasi Pengolahan Pelepah Pisang Menjadi Tali 

Pada kegiatan sosialisasi, coaster berbahan serat pelepah pisang dibagikan kepada para peserta sebagai contoh hasil pemanfaatan limbah menjadi produk bernilai guna. Selain dapat digunakan sebagai coaster atau tatakan gelas, tali dari serat pelepah pisang juga berpotensi dikembangkan menjadi berbagai kerajinan lain, seperti aseupan, keranjang, tempat penyimpanan, dan produk dekoratif lainnya. Melalui kegiatan ini, Tim KKN-T 106 UNDIP memperkenalkan bahwa pelepah pisang dapat diolah menjadi bahan kerajinan yang kreatif, fungsional, dan berpotensi memiliki nilai ekonomi.

Salah satu peserta kegiatan, Ibu Ika, mengapresiasi inovasi pengolahan pelepah pisang menjadi tali karena dinilai sebagai pemanfaatan bahan yang sebelumnya belum banyak digunakan. Menurutnya, inovasi tersebut juga masih memiliki peluang untuk dikembangkan menjadi berbagai produk dan variasi yang lebih menarik bagi masyarakat.

“Menurut saya, ini merupakan inovasi yang baru dan menarik karena pelepah pisang yang biasanya hanya dibuang ternyata bisa diolah menjadi produk yang memiliki nilai guna. Ke depannya akan lebih menarik kalau bisa dikembangkan lagi dengan berbagai bentuk atau variasi produk, sehingga pemanfaatannya tidak hanya berhenti pada satu jenis produk saja” ujar Ibu Ika.

Program ini dilaksanakan dengan pendampingan Tim Dosen Pembimbing Lapangan (DPL), yaitu Ir. Joko Mariyono, M.P., Ph.D., Annisa Firdauzi, S.P., M.P., dan Pramesti Megayana, S.P., M.Sc. Pendampingan ini dilakukan untuk memastikan inovasi yang dikembangkan mahasiswa tidak hanya menjadi luaran KKN, tetapi juga dapat diterapkan dan memberikan manfaat bagi masyarakat.

Melalui kolaborasi antara mahasiswa KKN-T 106 Universitas Diponegoro, PT Pertamina Patra Niaga, Pemerintah Kelurahan Pedurungan Tengah, dan masyarakat, abon bonggol pisang menjadi salah satu bentuk pemanfaatan potensi lokal menjadi produk bernilai tambah. Inovasi ini juga menunjukkan bahwa proses Research and Development (R&D) membutuhkan tahapan pengembangan, evaluasi, dan penyempurnaan agar inovasi yang dihasilkan dapat diterapkan secara nyata dan berkelanjutan.


Penulis:
Betari Nariswari Tsuraya
Teknologi Pangan Angkatan 2023, Universitas Diponegoro.

Editor:
Achmad Munandar
Kisah Sukses Super Koi Nusantara, Toko Ikan Hias di Serpong yang Raih Rating 5 Bintang dengan 200+ Ulasan Google

Kisah Sukses Super Koi Nusantara, Toko Ikan Hias di Serpong yang Raih Rating 5 Bintang dengan 200+ Ulasan Google

 


wirausahanesia.comDunia hobi ikan hias di Indonesia terus berkembang pesat. Semakin banyak masyarakat yang tertarik memelihara ikan hias, baik untuk koleksi pribadi, penghias rumah, maupun sebagai ladang bisnis. 

Di tengah tren yang terus tumbuh ini, Super Koi Nusantara hadir sebagai salah satu toko ikan hias terpercaya yang berhasil membangun reputasi solid di wilayah Tangerang Selatan dan sekitarnya.

Lewat postingan kali ini, yuk kita kenalan dengan Toko Super Koi Nusantara dengan kisah suksesnya yang sangat inspiratif. 


Mengenal Super Koi Nusantara
Super Koi Nusantara adalah toko ikan hias yang berlokasi di Ciater, Serpong, Tangerang Selatan, Banten. Toko ini menyediakan berbagai jenis ikan hias air tawar berkualitas dengan komitmen utama yang sederhana namun kuat: harga murah, kualitas terjamin.

Berkat konsistensi dalam menjaga kualitas produk dan pelayanan, Super Koi Nusantara berhasil meraih rating 5 bintang dari lebih 200 ulasan Google - sebuah pencapaian yang mencerminkan kepercayaan nyata dari para pelanggan yang telah merasakan sendiri kualitas toko ini.

Koleksi Ikan Hias yang Lengkap
Salah satu keunggulan Super Koi Nusantara adalah koleksinya yang sangat beragam. Tidak hanya ikan koi, berbagai jenis ikan hias populer tersedia lengkap dalam satu tempat:

1. Ikan Koi
Kohaku, Sanke, Showa, Doitsu, dan Ogon. Setiap koi dipilih dari indukan berkualitas dengan warna cerah dan pola yang indah - cocok untuk kolam taman maupun kolam minimalis.



2. Ikan Koki (Goldfish)
Ranchu, Oranda, Mutiara, dan berbagai varian lainnya. Semua dalam kondisi sehat dan aktif, siap menghiasi akuarium rumah Anda.





3. Axolotl
Tersedia berbagai varian: Albino, Golden, Melanoid, Marble, dan Leucistic. Semua dipelihara dengan standar perawatan yang baik agar tiba dalam kondisi sehat di tangan pelanggan.




4. Channa (Snakehead)
Berbagai varian Channa termasuk Channa Auranti yang langka dan cantik - favorit para kolektor serius di seluruh Indonesia.


5. Ikan Hias Lainnya
Cupang (Betta), Oscar, Manfish (Angelfish), Kaviat, Parrot Fish, Palmas Albino, Patin Hias, Sapu-sapu Albino, dan Belida.




Melayani Seluruh Indonesia
Keunggulan lain yang membuat Super Koi Nusantara semakin dikenal adalah layanan pengiriman ke seluruh Indonesia. Dengan pengalaman bertahun-tahun dalam pengiriman ikan hias hidup, tim Super Koi Nusantara menggunakan teknik pengemasan khusus yang memastikan ikan tiba dalam kondisi sehat danselamat - baik ke Jakarta, Bekasi, Depok, Bogor, maupun kota-kota di luar Jawa.


Membuka Peluang Reseller dan Distributor
Kabar baik buat pembaca wirsausahanesia yang lagi nyari peluang usaha, Super Koi Nusantara juga membuka peluang kerja sama bagi yang ingin membangun bisnis ikan hias sebagai reseller maupun distributor. Dengan skema harga grosir yang kompetitif dan stok yang konsisten, Super Koi Nusantara menjadi mitra bisnis yang ideal bagi para pengusaha ikan hias di seluruh Indonesia.


Cara Berbelanja di Super Koi Nusantara
Sobat pembaca yang sudah tidak sabar ingin membeli ikan hias impainnya, bisa langsung belanja di Super Koi Nusantara, berikut 3 pilihan caranya:

1. Kunjungi Toko Langsung
Datang langsung ke toko di Ciater, Serpong, Tangerang Selatan. Tim kami siap membantu memilihkan ikan yang sesuai kebutuhan dan budget Anda.

2. Hubungi via WhatsApp
Untuk konsultasi, cek stok, dan pemesanan pengiriman ke seluruh Indonesia: 0812-8091-2708

3. Belanja via Marketplace
Produk tersedia di Shopee (id.shp.ee/N9hKBKE5) dan Tokopedia (tk.tokopedia.com/ZSCUY23VR)


In this economy era dengan aneka berita yang membuat pusing kepala, rehat sejenak dari hiruk pikuk dunia nampaknya bukan lagi opsi tapi keharusan. Banyak pilihan hal positif untuk melepaskan penat salah satunya melamun di depan aquarium menikmati ikan yang berenang kesana-kemari seolah hidup meraka tanpa beban hanya berenang dan makan, wajar orang iri pada mereka dengan celetukan "enak ya jadi ikan". Semoga postingan kita kali ini bermanfaat. 


Informasi Lengkap Super Koi Nusantara
Sebagai penutup buat sobat tidak kebingungan saat mau belanja, kami rangkum informasi lengkap tentang Super Koi Nusantara:

Nama Toko: Super Koi Nusantara

Alamat: Ciater, Serpong, Tangerang Selatan, Banten

WhatsApp: 0812-8091-2708


Rating: 5 Bintang (200+ Ulasan Google)



Pengiriman: Ke seluruh Indonesia


Madiun Hidden Gem: Waroeng Steak Bledek, Definisi Steak "Underrated" yang Wajib di Madiun!

Madiun Hidden Gem: Waroeng Steak Bledek, Definisi Steak "Underrated" yang Wajib di Madiun!


 

wirausahanesia.comMadiun, 6 Juli 2026POV: Kamu lagi scroll sosmed dan bosen banget sama pilihan makan siang yang itu-itu aja. Kalau kamu lagi ada di Madiun dan pengen makan enak tanpa bikin kantong bolong, it's time to level up your culinary game!

Kenalin, Waroeng Steak Bledek. Mungkin banyak yang belum tahu, tapi tempat ini adalah hidden gem di Madiun yang underrated banget. Spoiler alert: Rasanya nggak main-main dan vibes-nya pas banget buat konten atau sekadar hangout pas liburan sekolah.

Kenapa Waroeng Steak Bledek Harus Jadi Next Destinasi Kamu?
Bukan cuma soal kenyang, makan di sini tuh an experience. Bahkan, banyak traveler mancanegara yang jauh-jauh mampir ke sini. Kalau lidah internasional saja sudah mengakui kelezatannya, masa kamu belum?

- Crispy Chicken Steak (The Crowd Pleaser): Teksturnya itu loh, crunchy di luar tapi tetap juicy di dalem. Honestly, ini menu paling comforting buat makan bareng bestie pas lagi liburan.


- Wagyu Kushiyaki (The Main Character): Mau ngerasain luxury tanpa harus bayar harga bintang lima? Menu Wagyu Kushiyaki di sini juaranya. Daging wagyu kualitas premium yang di-grill ala Jepang, bikin kamu pengen re-order terus. Fix, no debate!


- Sensasi "Saos Bledek": Sesuai namanya, saus pedasnya punya level yang bisa bikin kamu "kesetrum" nikmat. Warning: Jangan remehin level pedasnya kalau nggak mau kewalahan!


Liburan Sekolah? This is the Place to Be!
Liburan sekolah nggak harus mahal. Di Waroeng Steak Bledek, kamu bisa dapetin vibes restoran steak berkelas dengan harga yang ramah banget di dompet pelajar. Tempatnya aesthetic, chill, dan yang paling penting: IG-worthy banget buat stok konten feed kamu.


Stop Sleeping on This Place!
Jangan sampai kamu ketinggalan hype-nya. Waroeng Steak Bledek adalah bukti kalau tempat underrated justru seringkali punya kualitas yang paling niat. Seriously, ajak temen-temen kamu, order menu-menunya, dan rasakan sendiri kenapa tempat ini jadi incaran banyak orang dari lokal sampai turis asing.


Gasin sekarang sebelum antrean makin panjang!


Biar makin penasaran yuk kepoin akun Instagramnya:


Galeri foto-foto:











Travel Semarang Bandung, Duduk Santai Pasti Sampai

Travel Semarang Bandung, Duduk Santai Pasti Sampai




wirausahanesia.com -  Travel Semarang Bandung hadir sebagai solusi perjalanan paling praktis dan nyaman. Tanpa perlu transit atau repot pindah kendaraan, Anda cukup duduk santai sejak dijemput hingga tiba di tujuan. Adanya Travel Semarang Bandung adalah solusi mudah anti ribet, langsung sampai lokasi tanpa pusing urusan perjalanan. Penumpang cukup terima beres, tanpa perlu repot lagi gonta-ganti kendaraan di tengah perjalanan. Pesan sekarang sebelum kursi penuh, dan rasakan perjalanan tanpa ribet! Ada hal yang perlu dipertimbangkan, transportasi umum memang sering jadi pilihan karena harga terjangkau, namun untuk perjalanan seperti Semarang Bandung, ada banyak keterbatasan yang cukup merepotkan. 

Penumpang biasanya harus transit dan berkali-kali ganti kendaraan yang bikin repot, berpindah dari satu moda ke moda lain hanya untuk sampai ke tujuan akhir. Selain itu, tidak tersedia layanan antar jemput langsung, sehingga perjalanan masih harus dilanjutkan lagi setelah turun. Kondisi ini juga bisa membuat pengeluaran jadi tidak terkontrol, karena harus bayar berkali-kali di setiap perpindahan, yang akhirnya menjadikan ongkos perjalanan membengkak. 

Apalagi kalau harus membawa banyak barang bawaan, perjalanan jadi semakin ribet dan capek karena harus terus berpindah-pindah. Belum lagi ada risiko kehilangan barang bawaan saat berpindah atau di tempat ramai. Ditambah lagi jadwal yang kaku membuat waktu kurang fleksibel, bahkan sering harus menunggu lama, serta kondisi kendaraan yang ramai dan kurang nyaman. 

Berbeda dengan travel, semua terasa lebih praktis karena penumpang cukup duduk santai, tanpa ribet gonta-ganti kendaraan, dan bisa langsung sampai tujuan dengan layanan yang lebih nyaman dan efisien. Travel menjadi solusi tepat anti ribet untuk perjalanan Semarang Bandung yang lebih praktis dan nyaman. Tanpa perlu transit atau gonta-ganti kendaraan, penumpang cukup duduk santai sejak dijemput hingga sampai tujuan.

Dari arah Semarang konsumen juga bisa menuju ke tujuan lain seperti ke Cirebon maupun Sumedang. Bahkan kabar baiknya lagi tersedia pula penjemputan dari arah Bandung ke Batang, Pekalongan, Waleri, Kendal, hingga Semarang, karena diseidiakan perjalanan 2 arah.

Semua proses dibuat simpel, penumpang tinggal terima beres tanpa harus pusing mengatur perjalanan. Selain lebih efisien waktu, biaya juga lebih terkontrol karena tidak perlu keluar uang berkali-kali di tengah perjalanan.

Penjumputan akan dilakukan sekitar jam 7 malam dari arah Kota Lumpia. Penjemputan dari arah sebaliknya Travel Bandung Semarang juga sama, tersedia pukul 19.00 WIB.

Harga tiket murah, sehingga tepat jadi solusi pilihan untuk perjalanan Semarang–Bandung yang hemat dan tetap nyaman. Dengan biaya yang terjangkau, penumpang sudah mendapatkan layanan lengkap tanpa perlu repot transit atau gonta-ganti kendaraan. Perjalanan jadi lebih praktis karena cukup duduk santai, dijemput, lalu langsung diantar sampai tujuan. Tidak hanya menghemat uang, tapi juga waktu dan tenaga. 

Ditambah lagi, bebas membawa barang bawaan tanpa ada biaya tambahan, sehingga perjalanan makin tenang tanpa khawatir biaya membengkak. Inilah pilihan cerdas bagi Anda yang ingin perjalanan simpel, nyaman, dan tetap ramah di kantong. Pesan sekarang sebelum harga terbaik kehabisan! Jangan tunggu penuh! Amankan kursi Anda hari ini dan nikmati perjalanan Travel Semarang Bandung sekarang. Cukup dari rumah, booking langsung ke Eltrans Travel, tim kami siap jemput dan antar sampai tujuan.
NusaQu Buka Peluang Jadi Peternak Digital: Investasi Cerdas di Dunia Peternakan Modern

NusaQu Buka Peluang Jadi Peternak Digital: Investasi Cerdas di Dunia Peternakan Modern

 



wirausahanesia.com -  Bogor, Indonesia - Menjadi peternak kini tak lagi harus punya lahan luas atau kandang sendiri. Di era digital, siapa pun bisa ikut mengembangkan dunia peternakan — dari mana saja. Inilah semangat baru yang dibawa oleh PT Nusa Sentosa Indonesia, atau dikenal dengan NusaQu, startup agritech yang tengah mengubah wajah industri peternakan di Indonesia.

Dipimpin oleh Nanang Sugiarto, NusaQu menghadirkan program Kemitraan Ternak, sebuah inovasi investasi modern yang memungkinkan masyarakat menjadi peternak digital hanya dengan berpartisipasi melalui sistem titip sapi. Program ini bukan sekadar peluang bisnis, tapi juga bentuk kolaborasi antara teknologi, peternakan, dan pemberdayaan masyarakat.


Dari Kandang ke Cloud: Lahirlah Era Peternak Digital

Selama ini, banyak orang ingin terjun ke dunia peternakan tapi terhambat oleh modal, lahan, atau pengalaman teknis. Melalui Kemitraan Ternak NusaQu, semua kendala itu bisa diatasi. Calon mitra cukup memilih paket investasi, lalu NusaQu akan mengelola seluruh proses peternakan — mulai dari pembelian sapi, perawatan, pemberian pakan, hingga penjualan hasil ternak.

Semua aktivitas ternak dipantau secara digital dan transparan melalui sistem berbasis data. Mitra bisa melihat perkembangan sapinya, laporan keuangan, hingga potensi bagi hasil secara langsung dari gawai mereka.

“Konsepnya sederhana: siapa pun bisa jadi peternak, tanpa harus turun langsung ke kandang,” ujar Nanang Sugiarto, Pimpinan NusaQu. “Kami ingin menghubungkan masyarakat urban dengan dunia peternakan secara aman, efisien, dan menguntungkan.”

 


Ekosistem Peternakan yang Terintegrasi

Keseriusan NusaQu terlihat dari ekosistem yang mereka bangun. NusaQu memiliki sejumlah unit usaha pendukung seperti Nusa Farm (pengelolaan peternakan sapi, kambing, dan domba), Nusa Feed (produksi pakan berkualitas tinggi), Nusa Meat (pengolahan dan distribusi hasil ternak), Nusa Waste (pengelolaan limbah ramah lingkungan), serta Nusa Research dan Nusa Academy (pusat riset dan pelatihan peternakan modern).

Sebagai pelengkap agritech pengembangan industri peternakan, NusaQu juga memiliki produk inovatif seperti VermiQu (pupuk organik), Biourine (pupuk cair organic), Kapsul Cacing (suplemen herbal alami), Konsentrat NusaFeed (pakan ternak berkualitas tinggi), dan ProbioQu (suplemen nutrisi ternak).

Dengan kandang utama di Tajurhalang, Kabupaten Bogor, serta enam kandang cabang di Jabodetabek, Bandung, Klaten, Jember dan Bali, NusaQu membangun sistem peternakan yang efisien, terukur, dan berstandar tinggi. Setiap kandang menjadi bagian dari jaringan kemitraan yang dikelola dengan sistem manajemen digital.


Investasi yang Bukan Sekadar Keuntungan

Lebih dari sekadar investasi, program ini menjadi sarana pemberdayaan peternak lokal. Melalui dana kemitraan, NusaQu mampu membuka lapangan kerja, meningkatkan kapasitas peternak, serta mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.

“Setiap sapi yang dititipkan bukan hanya menghasilkan keuntungan bagi mitra, tapi juga menjadi sumber rezeki bagi peternak di lapangan,” jelas Nanang. “Kami ingin membangun ekonomi yang berputar — dari mitra ke peternak, dari peternak kembali ke masyarakat.”

Dengan konsep ini, NusaQu menghadirkan model bisnis yang tak hanya menguntungkan secara finansial, tapi juga berdampak sosial dan berkelanjutan.


Peternakan Masa Depan Dimulai dari Sekarang

Melalui Kemitraan Ternak, NusaQu ingin menegaskan bahwa dunia peternakan bukan lagi sektor konvensional. Dengan kombinasi antara inovasi teknologi, transparansi data, dan nilai gotong royong, NusaQu membuka jalan menuju masa depan peternakan yang lebih modern, inklusif, dan terukur.

“Menjadi peternak kini cukup dengan satu klik,” tutup Nanang. “Kami percaya, masa depan agrikultur Indonesia akan lebih cerah jika semua orang punya kesempatan yang sama untuk berkontribusi.”



Editor:
Achmad Munandar
UMKM Genuk Naik Kelas: Pendampingan Promosi Digital oleh Mahasiswa KKN UPGRIS

UMKM Genuk Naik Kelas: Pendampingan Promosi Digital oleh Mahasiswa KKN UPGRIS

 


wirausahanesia.com - Kabupaten Semarang – Mahasiswa Kelompok 14 KKN Tematik Universitas PGRI Semarang (UPGRIS) memberikan pendampingan promosi kepada sejumlah pelaku UMKM di wilayah Kelurahan Genuk, Ungaran Barat. Kegiatan ini dilakukan secara bertahap selama tiga hari berbeda dengan fokus pada tiga UMKM lokal, yakni Papa Singkong, Selat Solo Mami Andu, dan Rumah Produksi Tempe Pak Tamrin.

Pendampingan dilakukan melalui beberapa tahapan. Tahap pertama berupa wawancara, di mana mahasiswa KKN mengenal lebih dekat usaha para pelaku UMKM, mulai dari sejarah, produk, hingga strategi penjualan. Tahap kedua, pendampingan pembuatan promosi, dilakukan dengan menyusun konsep, melakukan pengambilan gambar, serta pengolahan video promosi. Tahap terakhir, pengunggahan video ke media sosial, bertujuan memperluas jangkauan pasar dan memperkenalkan produk UMKM kepada masyarakat luas.

Pendampingan pertama dilakukan pada Kamis (4/9/2025) di UMKM Papa Singkong, dengan pembuatan video promosi yang menampilkan proses produksi serta daya tarik olahan singkong yang khas. Selanjutnya pada Sabtu (13/9/2025), mahasiswa KKN mendampingi UMKM Selat Solo Mami Andu di Genuk, membuat video promosi yang menonjolkan kelezatan kuliner tradisional khas Solo tersebut.

Kegiatan berlanjut pada Minggu (21/9/2025) di Rumah Produksi Tempe Pak Tamrin. Mahasiswa membantu membuat konten promosi berupa video yang menampilkan proses pembuatan tempe serta kualitas produk yang dihasilkan, dengan pembuatan konten video yang menampilkan proses pembuatan tempe, kualitas produk, sekaligus penyampaian rencana pembuatan banner nama usaha untuk memperkuat branding. 

Pendampingan ini diharapkan dapat membantu UMKM di Genuk semakin dikenal masyarakat luas melalui promosi digital, sehingga produk mereka bisa bersaing dan terus berkembang.

Para pelaku UMKM menyambut baik kegiatan ini. Mereka menilai dukungan mahasiswa sangat membantu dalam memanfaatkan media sosial sebagai sarana pemasaran yang efektif dan terjangkau. Kegiatan ini sekaligus menjadi bagian dari kontribusi nyata mahasiswa KKN UPGRIS dalam mendukung pemberdayaan ekonomi masyarakat melalui pemanfaatan teknologi digital.

Maju terus UMKM Genuk!



Editor:
Achmad Munandar
Momo Beef  Menawarkan Makan Bergizi Terjangkau di Tembalang

Momo Beef Menawarkan Makan Bergizi Terjangkau di Tembalang

 



wirausahanesia.com - Tembalang, Semarang - Goolin Food kembali mengeluarkan produk makanan yang sehat dan berkualitas melalui program terbaru bertajuk Makan Beef Bergizi (MBB). Program ini dikembangkan secara khusus bersama brand kuliner unggulannya, Momo Beef, yang berlokasi di kawasan Tembalang. Untuk saat ini, Momo Beef masih memanfaatkan metode penjualan online dan mulai resmi beroperasi sejak 21 April 2025.

Sebagai produk dari Goolin Food, Momo Beef hadir untuk menjawab kebutuhan akan gizi seimbang di tengah gaya hidup serba praktis, khususnya di kalangan mahasiswa. Dengan harga yang ramah di kantong, Momo Beef menyajikan berbagai pilihan menu berbahan dasar daging sapi yang diolah menggunakan resep khusus serta memakai 100% daging sapi segar.

“Momo Beef ke depannya diharapkan dapat membuka cabang dan menjalin kemitraan di berbagai kota yang berdekatan dengan lingkungan kampus dan area perkantoran. Insya Allah mulai 2026 apabila dimudahkan dan dilancarkan sudah ready untuk bermitra, doakan ya,” ungkap Agus Sugiharto Founder Goolin Food.




Program MBB (Makan Beef Bergizi) dari Momo Beef juga menghadirkan konsep kampanye sosial dan berbagi, di antaranya melalui promo diskon khusus setiap hari Jumat sebagai bentuk komitmen untuk menghadirkan makanan sehat dengan harga yang terjangkau. Menariknya, program ini turut mengedukasi masyarakat seputar pentingnya gizi, dengan harapan meningkatkan kesadaran akan konsumsi daging sapi yang sehat.

Saat ini, Momo Beef beroperasi di wilayah Semarang, khususnya Tembalang, yang dikenal sebagai pusat aktivitas mahasiswa, termasuk kampus Universitas Diponegoro dan beberapa institusi pendidikan lainnya. Melalui penyediaan makanan bergizi dengan harga terjangkau, Goolin Food berharap dapat mengubah persepsi masyarakat terhadap konsumsi daging – bukan hanya dari sisi rasa, tetapi juga dari segi nilai gizi dan keberlanjutan. Program ini juga direncanakan untuk diperluas ke berbagai kota lain guna menjangkau lebih banyak konsumen dengan semangat makan enak dan sehat.
Kisah Sukses Catering Ibu Ida, Bermula Dari Hobi Memasak Hingga Buka Usaha Bersama Sang Anak

Kisah Sukses Catering Ibu Ida, Bermula Dari Hobi Memasak Hingga Buka Usaha Bersama Sang Anak



wirausahanesia.com - Salah satu alasan yang sering diungkapkan oleh orang yang hendak membuka usaha adalah bingung mulai dari mana dan usaha bidang apa yang potensial. Padahal jawabannya ada di sekitar kita, cari saja apa kegiatan yang membuat happy dan perhatikan lingkungan sekitar apa yang selalu dibutuhkan karena pada dasarnya bisnis yang baik adalah kebutuhan yang berulang.

Hal ini yang dilakukan Ibu Ida dan putrinya Mbak Dewi warga Dukuh Weron yang akhirnya memutuskan membuka usaha bernama Catering Ibu Ida.

Beliau berdua memulainya pada tahun 2022 dengan menerima pesanan dari tetangga sekitar dan kini selang dua tahun berjalan Catering Ibu Ida sudah bisa melayani beragam masakan baik dari tetangga sekitar maupun luar desa.

Memaksimalkan dapur di rumah, usaha ibu anak ini siap menerima pesanan dari snack untuk pertemuam, selapanan, yasinan, hingga nasi kotak, paket nasi berkat kondangan, ingkung ayam lengkap, menu diet sehat, tumpengan, jajanan tradisional untuk hantaran lamaran seperti wingko, ketan, jenang, bubur tuo dan masih banyak lagi yang lainnya.

Untuk harga Ibu Ida berusaha membantu pelanggan menyesuaikan kemampuan, budget berapapun selama masih memungkinkan bisa dilayani, untuk paket nasi berkat kondangan misalnya mulai harga Rp20.000 per porsi sudah komplit dapat nasi, sayur mayur dan lauk.





Seperti pepatah bijak hasil tak akan menghianati proses, berkat ketekunan dan keuletan menggeluti usaha catering ini, Ibu Ida dan Mbak Dewi kini telah memetik buah usahanya. Pelanggan semakin banyak datang dari berbagai daerah, pesanan datang silih berganti dari jumlah kecil hingga banyak untuk acara besar.

Namun namanya juga usaha, selalu ada kisah suka dan dukanya, "Alhamdulillah selama ini usaha Catering Ibu Ida berjalan lancar, sukanya bisa melayani pesanan pelanggan dengan santai, sesuai request harga dan selera menunya. Sedihnya sekarang harga bahan baku makanan meroket di sisi lain harus tetap berusaha memberikan harga yang terjangkau, jadi kadang untungnya tipis" jelas Mbak Dewi saat dihubungi wirausahanesia.com lewat pesan whatsapp.

Inspiratif sekali ya sobat pembaca, bagi yang masih bingung mau bikin usaha apa, membuka catering masakah rumahan seperti Ibu Ida dan Mbak Dewi bisa jadi pilihan menarik karena  sudah terbukti, dan barangkali ada pembaca yang membutuhkan snack atau catering bisa lho pesan ke Catering Ibu Ida dengan menghubungi nomor 082236891496 atau datang langsung ke alamatnya di RT 04 RW 05 Dukuh Weron Desa Tegalharjo Kecamatan Trangkil Kabupaten Pati. 

Demikian postingan kita kali ini, semoga bermanfaat sampai jumpa.



Penulis:
Achmad Munandar
Menakjubkan! Mahasiswa KKN Undip Berdayakan UMKM Kremesan Pemuda Pemudi Desa Bandungan dengan Modal Kecil Berpotensi Profit Jutaan Rupiah

Menakjubkan! Mahasiswa KKN Undip Berdayakan UMKM Kremesan Pemuda Pemudi Desa Bandungan dengan Modal Kecil Berpotensi Profit Jutaan Rupiah

 
wirausahanesia.com -  Desa Bandungan, 10 Agustus 2024 – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tim II Reguler 2024 dari Universitas Diponegoro kembali menorehkan prestasi dengan berhasil membimbing para pemuda-pemudi Desa Bandungan, Kecamatan Jatinom, dalam mengembangkan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) produk kremesan. Tidak hanya sebatas produksi, mahasiswa KKN juga turut serta melakukan edukasi terkait cara mendesain kemasan yang menarik dan unik untuk meningkatkan daya tarik produk kremesan. 

Quinn Dib Florenza, mahasiswa KKN jurusan Administrasi Bisnis, mengungkapkan, “Saya memilih kremesan sebagai produk UMKM karena memiliki potensi pasar yang cukup besar, baik di tingkat lokal maupun regional. Selain itu, pembuatan kremesan juga tidak terlalu rumit dan modal terjangkau sehingga dapat dipelajari dengan cepat oleh masyarakat.”

Program kerja untuk pemuda-pemudi ini, dilaksanakan pada 28 Juli 2024. Dalam program KKN ini, mahasiswa secara intensif memberikan pelatihan mulai dari teknik pembuatan kremesan yang higienis hingga strategi pemasaran yang efektif. Salah satu fokus utamanya adalah pada desain kemasan. Mahasiswa mengajak para pemuda pemudi untuk berkreasi dalam merancang kemasan yang tidak hanya berfungsi sebagai pelindung produk, tetapi juga sebagai media promosi yang menarik.

Quinn mengungkapkan “Kami ingin produk kremesan Desa Bandungan tidak hanya lezat, tetapi juga memiliki nilai estetika yang tinggi. Dengan desain kemasan yang menarik, produk ini akan lebih mudah diingat oleh konsumen dan memiliki nilai jual yang lebih tinggi."

Acara dimulai dengan edukasi dasar wirausaha dan pemberian tutorial membuat produk kremesan yang higienis dan mudah. Pemuda pemudi diajak mempraktikkan secara langsung pembuatan adonan kremesan serta diberikan pembelajaran terkait perhitungan HPP (Harga Pokok Produksi) serta penentuan harga jual.

Setelah itu, dilanjutkan dengan pemberian penjelasan mengenai aplikasi design yaitu Canva dan cara menggunakannya. Kemudian, dilakukan sesi praktik secara langsung dalam sesi perlombaan  desain kemasan untuk pemuda pemudi Bandungan selama 30 menit dilakukan secara bersama-sama. Mahasiswa KKN memberikan pendampingan, sementara pemuda pemudi mengeluarkan ide kreatifnya dan menuangkannya dalam design mereka sendiri. Hasilnya, lahirlah berbagai desain kemasan yang unik dan mencerminkan identitas Desa Bandungan.

Setelah mengikuti pelatihan, peserta telah mampu membuat kremesan dengan kualitas yang baik dan lezat. Selain itu, peserta juga telah mampu membuat design packaging sendiri dengan menggunakan aplikasi editing. Beberapa di antara mereka bahkan telah mulai memproduksi kremesan secara mandiri dan memasarkannya kepada masyarakat sekitar.




 


Jumlah peserta yang mengikuti pelatihan yaitu sebanyak 22 orang dari target 30 orang, menunjukkan ketercapaian hadirin peserta sebanyak lebih dari 70%. Selain itu, total design yang terkumpul yaitu sebanyak 18 design.

Mahasiswa KKN berharap program ini dapat memberikan dampak yang positif bagi perekonomian masyarakat Desa Bandungan. Ke depannya, mahasiswa KKN akan terus memberikan pendampingan kepada para pelaku UMKM agar usaha mereka semakin berkembang.

Quinn menambahkan, "Saya berharap kremesan Desa Bandungan dapat menjadi oleh-oleh khas yang dikenal oleh banyak orang. Dengan dukungan dari semua pihak, kami yakin hal ini dapat terwujud. Serta melalui kegiatan ini, diharapkan dapat memunculkan jiwa wirausaha baru di Desa Bandungan sedari dini”.




Editor:
Achmad Munandar
Dari Rumah ke Industri: Mahasiswa KKN Tim II Undip Bantu UMKM Rumahan Raih Sukses di Pasar Global

Dari Rumah ke Industri: Mahasiswa KKN Tim II Undip Bantu UMKM Rumahan Raih Sukses di Pasar Global

 
wirausahanesia.com - Pekalongan, Jawa Tengah - Desa Karangjati merupakan salah satu desa yang mana sebagian besar warganya banyak yang mengembangkan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah atau UMKM. Oleh karena itu, Mahasiswa KKN Tim II Undip, Aulia Maulida Fitriya, mencoba menunjukkan kontribusinya dalam pengembangan UMKM rumahan yang terdapat di Desa Karangjati dalam menembus pasar global.

Mahasiswa KKN Tim II Undip menyasar UMKM rengginang dan basreng milik Ibu Daukah yang beralamat di RT 11 Desa Karangjati, Kecamatan Wiradesa, Kabupaten Pekalongan sebagai sasaran utama dalam program kerja ini.

Dalam proses pengembangan usaha, perlu dilakukan studi etnografi mengenai usaha yang dijalankan mulai dari produksi, pengemasan, hingga pemasaran produk. Hal tersebut dilakukan untuk mengetahui langkah tepat apa yang harus diambil dalam mengembangkan usaha. 

Setelah diketahui permasalahan yang dialami oleh pelaku usaha maka mahasiswa dapat mengambil langkah untuk menyelesaikan permasalahan tersebut. Selama periode KKN, mahasiswa memberikan pemahaman mengenai bagaimana cara mengemas produk yang menarik serta bagaimana cara memasarkan produk secara online untuk menunjang penjualan. Mahasiswa memberi dampingan kepada Ibu Daukah untuk membuat pengemasan produk menggunakan plastik ziplock dengan ditempel logo produk serta bagaimana memasarkan produk melalui platform online seperti shopee.

 

Program yang terlaksana pada Sabtu (27/07/2024) mendapat sambutan baik dari Ibu Daukah selaku pelaku usaha. “Saya pribadi sangat terbuka dengan adanya program kerja dari mahasiswa KKN ini, karena sangat membantu saya untuk mengembangkan usaha saya menjadi lebih besar lagi,” ungkapnya.

Tidak berhenti di situ saja, mahasiswa KKN Tim II Undip juga memberikan pendampingan kepada Ibu Daukah mengenai bagaimana cara mendapatkan sertfikasi halal untuk produk rengginang dan basreng agar dapat dipasarkan lebih luas lagi. Tentu saja langkah ini sangat penting untuk UMKM rumahan dalam mencapai kesuksesan di pasar global.

Melalui program kerja ini, diharapkan UMKM rengginang dan basreng milik Ibu Daukah bisa sukses di pasar global. Tidak hanya UMKM rengging dan basreng saja, diharapkan seluruh UMKM yang berada di Desa Karangjati dapat terus berkembang untuk menghadapi persaingan global hingga dapat mencapai ke kancah internasional.



Penulis: 
Aulia Maulida Fitriya 
Mahasiswi Jurusan Antropologi Sosiall
Fakultas Fakultas Ilmu Budaya
Universitas Diponegoro

Editor:
Achmad Munandar
KKN Undip Sukses Digitalisasi UMKM Keripik Singkong Khas Bandunggede

KKN Undip Sukses Digitalisasi UMKM Keripik Singkong Khas Bandunggede


 



wirausahanesia.com - Bandunggede, 31 Juli 2024 - Dalam upaya meningkatkan perekonomian masyarakat desa, khususnya para pelaku UMKM, mahasiswa KKN Undip melaksanakan pelatihan penjualan online melalui platform Shopee. Pelatihan yang difokuskan pada produk keripik singkong ini berlangsung pada hari Senin, 31 Juli 2024, pukul 18.30 WIB di kediaman Bapak Suwaldi, seorang pengusaha keripik singkong lokal di Desa Bandunggede.

Pelatihan ini bertujuan untuk membekali para pelaku UMKM, khususnya pemilik usaha keripik singkong, dengan pengetahuan dan keterampilan yang diperlukan untuk memasarkan produknya secara lebih luas melalui platform Shopee. Materi yang disampaikan meliputi langkah-langkah pendaftaran sebagai penjual, cara membuat produk menarik, strategi pemasaran yang efektif, hingga proses pengiriman pesanan.

"Kami memilih Shopee sebagai platform karena banyak masyarakat yang sudah familiar dengan aplikasi ini dan jangkauannya sangat luas," ujar Pretty, mahasiswa Akuntansi FEB Undip yang menjadi narasumber dalam pelatihan ini.

Pelatihan dilakukan secara langsung dengan metode tanya jawab dan praktik.Namun, kendala kecil ditemui saat pelatihan berlangsung, ibu dari pemilik umkm  juga sedang menerima pesanan sehingga beliau harus membagi perhatian antara mengikuti pelatihan dan menyelesaikan pesanan.

"Meskipun ada beberapa kendala, secara keseluruhan pelatihan berjalan dengan lancar. Harapannya, pelatihan ini dapat memberikan manfaat yang signifikan bagi para pelaku UMKM Keripik singkong di desa ini, sehingga produk mereka dapat dikenal lebih luas dan meningkatkan pendapatan," tambah Pretty.


Dengan adanya pelatihan ini, diharapkan para pelaku UMKM keripik singkong dapat meningkatkan penjualan produknya dan keluar dari desa. Selain itu, pelatihan ini juga sejalan dengan upaya pemerintah dalam mengurangi angka kemiskinan melalui pemberdayaan ekonomi masyarakat.



Editor:
Achmad Munandar