Apa Itu KDMP? Mengenal Koperasi Desa Program Pemerintah Baru dan Cara Daftarnya

Apa Itu KDMP? Mengenal Koperasi Desa Program Pemerintah Baru dan Cara Daftarnya

Panduan Lengkap Cara Daftar Anggota Koperasi Desa Merah Putih (KDMP)



wirausahanesia.com - Program ekonomi kerakyatan berbasis pedesaan kembali bergeliat pesat di era pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Salah satu gebrakan nyata yang kini tengah masif dibentuk di berbagai wilayah adalah Koperasi Desa Merah Putih atau yang populer disingkat dengan KDMP.

Bagi Anda pelaku UMKM, petani, peternak, maupun masyarakat umum di pedesaan, kehadiran koperasi ini membawa angin segar untuk meningkatkan kesejahteraan ekonomi lokal. Namun, sebenarnya apa itu KDMP? Apa saja keuntungan yang didapat, dan bagaimana cara daftar menjadi anggota Koperasi Desa Merah Putih ini?

Mari kita bedah secara lengkap beserta syarat-syaratnya dalam artikel berikut ini.


Apa Itu KDMP (Koperasi Desa Merah Putih)?
KDMP adalah sebuah program pemberdayaan ekonomi makro dan mikro berskala nasional yang diwujudkan dalam bentuk koperasi multifungsi di tingkat desa atau kelurahan. Program ini diinisiasi pemerintah pusat dengan tujuan utama untuk mewujudkan kemandirian ekonomi dari pinggiran, menekan laju inflasi, serta memperkuat swasembada pangan nasional.

Berbeda dengan koperasi konvensional yang sering kali hanya fokus pada satu unit bisnis (seperti simpan pinjam saja), KDMP dirancang sebagai wadah ekonomi terpadu. Di dalam satu kepengurusan KDMP desa, biasanya terdapat beberapa unit usaha strategis sekaligus, seperti:


1. Outlet Gerai Sembako Murah: Menyediakan kebutuhan pokok berkualitas dengan harga yang jauh lebih miring bagi warga sekitar.

2.Akses Permodalan UMKM: Menyediakan pembiayaan yang mudah dan aman demi membebaskan masyarakat dari jeratan rentenir atau pinjaman online ilegal.

3. Fasilitas Gudang dan Logistik (Cold Storage): Membantu petani dan peternak lokal menyimpan hasil panen agar tidak cepat rusak, sekaligus membantu memotong rantai tengkulak sehingga harga jual di tingkat produsen tetap tinggi.

4. Layanan Kesehatan atau Apotek Desa: Menyediakan akses obat-obatan yang terjangkau bagi warga desa setempat.


Keuntungan Menjadi Anggota KDMP
Mengapa warga desa sangat disarankan untuk bergabung dengan Koperasi Desa Merah Putih? Ada banyak benefit nyata yang bisa dirasakan langsung, di antaranya:

1. Mendapatkan Sembako Murah: Anggota yang terdaftar biasanya mendapatkan prioritas harga khusus atau kupon subsidi saat berbelanja di gerai resmi KDMP.

2. Kemudahan Mengajukan Modal Usaha: Bagi pemilik warung kelontong, industri rumahan, atau petani, KDMP menyediakan fasilitas pinjaman dengan bunga yang sangat rendah dan skema pengembalian yang fleksibel.

3. Pemasaran Produk Lokal: Jika Anda memproduksi barang atau memiliki hasil bumi, Anda bisa bermitra dengan KDMP untuk memasok barang ke gerai mereka atau mendistribusikannya ke luar daerah melalui jaringan logistik nasional KDMP.

4. Sisa Hasil Usaha (SHU): Sebagai koperasi resmi, setiap keuntungan tahunan yang didapat dari berbagai unit usaha akan dibagikan kembali kepada seluruh anggota secara adil.


Syarat Daftar Menjadi Anggota Koperasi Desa Merah Putih
Karena KDMP mengusung konsep berbasis wilayah gotong royong, syarat untuk bergabung sebenarnya sangat mudah dan tidak berbelit-belit. Berikut adalah beberapa syarat umum yang harus dipersiapkan:

1. Warga Negara Indonesia (WNI): Dibuktikan dengan kepemilikan dokumen administrasi yang sah.

2. Berdomisili di Desa/Kelurahan Setempat: Anda harus tercatat sebagai warga asli atau menetap di area tempat KDMP tersebut berdiri, yang dibuktikan dengan KTP Elektronik (e-KTP) dan Kartu Keluarga (KK).

3. Mengisi Formulir Pendaftaran: Mengisi data diri secara lengkap pada berkas yang disediakan oleh pengurus koperasi di kantor desa/kelurahan.

4. Membayar Simpanan Pokok dan Simpanan Wajib: Sesuai dengan aturan dasar (AD/ART) masing-masing KDMP yang disepakati dalam musyawarah desa.  Nominalnya biasanya diatur sangat terjangkau agar tidak memberatkan warga prasejahtera.

5. Menyetujui Ketentuan Koperasi: Berkomitmen untuk ikut serta memajukan ekonomi desa dan mematuhi aturan gotong royong yang ada.


Langkah dan Cara Daftar Anggota KDMP (Koperasi Desa)
Jika semua persyaratan di atas sudah Anda penuhi, silakan ikuti panduan langkah demi langkah cara mendaftar berikut ini:

1. Pastikan Keberadaan KDMP di Desa Anda
Langkah Awal
Datangi kantor balai desa atau tanyakan kepada perangkat desa (RT/RW) apakah kepengurusan Koperasi Desa Merah Putih di wilayah Anda sudah resmi terbentuk dan mulai membuka pendaftaran anggota baru.


2. Siapkan Dokumen Persyaratan
Persiapan Berkas
Siapkan salinan (fotokopi) e-KTP dan Kartu Keluarga (KK) masing-masing sebanyak 2 lembar. Jangan lupa membawa dokumen aslinya untuk proses verifikasi data jika diperlukan oleh petugas.


3. Kunjungi Kantor atau Posko Pendaftaran KDMP
Penyerahan Berkas
Temui sekretariat pengurus KDMP setempat. Minta formulir pendaftaran anggota, isi seluruh kolom data diri secara jujur dan lengkap, lalu serahkan kembali bersama dengan berkas fotokopi KTP dan KK.


4. Lakukan Pembayaran Simpanan Awal
Validasi Keanggotaan
Bayarkan uang simpanan pokok (hanya dibayar sekali di awal) dan simpanan wajib periode pertama kepada bendahara koperasi. Pastikan Anda menerima kuitansi resmi atau Buku Keanggotaan sebagai bukti setor yang sah.


5. Aktivasi dan Pengambilan Kartu Anggota
Tahap Akhir
Setelah data diverifikasi oleh jajaran pengurus, status keanggotaan Anda akan diaktifkan. Anda kini resmi menjadi bagian dari KDMP dan sudah bisa mulai menikmati fasilitas sembako murah, mengajukan pinjaman UMKM, atau menyetorkan hasil usaha lokal Anda.


Program Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) bukan sekadar koperasi biasa, melainkan motor penggerak baru bagi ekonomi pedesaan di seluruh Indonesia. Dengan bergabung menjadi anggota, Anda tidak hanya membantu memajukan perekonomian di desa sendiri, tetapi juga mendapatkan berbagai kemudahan fasilitas hidup dan modal usaha yang aman dari jeratan pinjaman ilegal.

Jika KDMP sudah mulai dibentuk di wilayah Anda, jangan ragu untuk segera mendaftarkan diri demi kemajuan usaha dan kesejahteraan keluarga Anda!


FAQ Seputar Koperasi Desa Merah Putih (KDMP)

1. Apakah KDMP sama dengan Koperasi Unit Desa (KUD)?
Meskipun sama-sama berbasis di desa, KDMP mengusung konsep manajemen yang lebih modern, multifungsi (mengelola sembako, cold storage, pembiayaan sekaligus), serta terintegrasi langsung dengan program prioritas ketahanan pangan nasional pemerintah saat ini.


2. Apakah warga di luar desa boleh mendaftar di KDMP desa lain?
Secara umum tidak boleh. Keanggotaan KDMP diprioritaskan ketat bagi warga yang memiliki KTP atau berdomisili sah di wilayah desa/kelurahan tempat koperasi tersebut beroperasi guna menjaga prinsip pemerataan ekonomi lokal.


3. Berapa biaya simpanan pokok untuk daftar KDMP?
Nominal simpanan pokok dan wajib ditentukan berdasarkan hasil musyawarah mufakat warga dan pengurus di masing-masing desa. Nilainya dijamin sangat merakyat karena tujuan utamanya adalah membantu masyarakat bawah, bukan mencari keuntungan sepihak.
Genset Silent untuk Kebutuhan Listrik Lingkungan Perkotaan

Genset Silent untuk Kebutuhan Listrik Lingkungan Perkotaan



wirausahanesia.com - Kebutuhan akan pasokan listrik cadangan semakin tinggi di kawasan perkotaan seiring dengan berkembangnya aktivitas dan ketergantungan pada sistem listrik yang stabil. Ketika terjadi gangguan atau pemadaman listrik, genset menjadi salah satu solusi andalan untuk memastikan aktivitas ekonomi dan sosial tidak terganggu. Namun, di lingkungan perkotaan yang padat, kebisingan dari genset konvensional sering menimbulkan gangguan kenyamanan, isu kesehatan, dan konflik sosial. Untuk mengatasi hal ini, genset silent hadir sebagai alternatif yang menawarkan suplai listrik handal dengan tingkat suara yang sangat rendah, sehingga cocok untuk area yang sensitif terhadap polusi suara serta membatasi gangguan bagi masyarakat.


Memahami Genset Silent


Definisi dan Prinsip Kerja

Genset silent adalah generator set yang dirancang khusus dengan penutup kedap suara atau soundproof canopy guna menekan tingkat kebisingan yang dihasilkan saat mesin bekerja. Perbedaan utama antara genset silent dan genset biasa terletak pada kemampuan genset silent dalam mengurangi suara operasional tanpa mengurangi kapasitas listrik yang dihasilkan. Penutup ini umumnya terbuat dari material baja dengan lapisan peredam suara yang efektif menangkap gelombang suara sehingga lingkungan sekitar tetap tenang meskipun genset aktif memberikan listrik cadangan di saat pemadaman.


Teknologi Peredam Suara pada Genset Silent

Genset tipe silent dilengkapi dengan teknologi peredam suara yang canggih, termasuk struktur casing yang dilapisi busa peredam serta ventilasi yang terkontrol untuk menjaga sirkulasi udara tanpa memicu kebisingan berlebih. Teknik ini memungkinkan genset silent menghasilkan suara di bawah level yang dianggap mengganggu bagi lingkungan perkotaan (biasanya di bawah 70 dB pada jarak tertentu dari mesin). Dengan pendekatan ini, genset silent tidak hanya mengurangi polusi suara, tetapi juga meningkatkan pengalaman pengguna dalam menjalankan alat elektronik atau peralatan listrik sensitif tanpa gangguan suara.


Manfaat Genset Silent di Lingkungan Perkotaan


Pengurangan Polusi Suara dan Kenyamanan Warga

Salah satu manfaat utama dari penggunaan genset silent adalah signifikan mengurangi kebisingan yang dihasilkan selama operasi, yang menjadi perhatian penting di kawasan perkotaan. Polusi suara yang tinggi dapat mengganggu aktivitas keseharian, mempengaruhi kualitas tidur, serta berkontribusi terhadap stres dan gangguan pendengaran jika terus-menerus terpapar. Genset silent menekan tingkat kebisingan sehingga lingkungan sekitar tetap nyaman, aman, dan lebih kondusif bagi penghuni kota.


Keandalan Listrik untuk Aktivitas Urban

Selain kenyamanan suara, genset silent juga memberikan pasokan listrik yang stabil dan andal, terutama di kawasan perkotaan yang padat aktivitas ekonomi, fasilitas kesehatan, dan infrastruktur penting lainnya. Ketika terjadi pemadaman listrik, genset silent dapat cepat memberikan daya cadangan sehingga operasi bisnis, perkantoran, atau layanan publik tidak terganggu dan tetap berjalan secara normal. Hal ini juga sangat penting bagi layanan darurat dan fasilitas seperti rumah sakit yang membutuhkan listrik tanpa kompromi terhadap kualitas dan konsistensi.


Efisiensi Energi dan Dampak Lingkungan

Beberapa model genset silent juga dirancang dengan efisiensi bahan bakar yang lebih baik dan teknologi yang mampu mengurangi emisi polutan dibanding genset konvensional. Efisiensi ini tidak hanya mengurangi konsumsi bahan bakar dan biaya operasional, tetapi juga membantu menurunkan beban lingkungan perkotaan dari sisi emisi karbon. Dengan demikian, penggunaan genset silent di perkotaan dapat menjadi bagian dari strategi integrasi sumber listrik cadangan yang lebih ramah lingkungan dan berkelanjutan.


Aplikasi dan Pertimbangan Penggunaan


Kebutuhan Instalasi di Perkotaan

Instalasi genset silent di lingkungan perkotaan memerlukan pertimbangan yang matang terkait lokasi pemasangan, ventilasi yang tepat, serta sistem pembuangan yang tidak menimbulkan gangguan terhadap publik. Selain itu, genset silent harus ditempatkan pada area yang mudah dijangkau untuk kebutuhan perawatan rutin namun tetap menjaga keamanan dan estetika lingkungan. Pemilihan lokasi yang tepat membantu memastikan genset bekerja optimal tanpa menimbulkan dampak negatif bagi warga sekitar.


Pemilihan Kapasitas dan Perawatan

Pemilihan kapasitas genset silent perlu disesuaikan dengan total kebutuhan daya listrik pelanggan di kawasan perkotaan, mengingat jumlah perangkat dan peralatan yang membutuhkan pasokan listrik cadangan bisa bervariasi. Selain itu, perawatan rutin, seperti pemeriksaan oli, filter udara, dan sistem kelistrikan genset sangat penting untuk menjaga performa genset silent tetap konsisten serta memperpanjang umur mesin. Perawatan yang baik juga membantu mengurangi kemungkinan terjadinya gangguan saat genset sedang dibutuhkan.



Aplikasi dan Pertimbangan Penggunaan

Kebutuhan Instalasi di Perkotaan
Instalasi genset silent di lingkungan perkotaan memerlukan pertimbangan yang matang terkait lokasi pemasangan, ventilasi yang tepat, serta sistem pembuangan yang tidak menimbulkan gangguan terhadap publik. Selain itu, genset silent harus ditempatkan pada area yang mudah dijangkau untuk kebutuhan perawatan rutin namun tetap menjaga keamanan dan estetika lingkungan. Pemilihan lokasi yang tepat membantu memastikan genset bekerja optimal tanpa menimbulkan dampak negatif bagi warga sekitar.

Pemilihan Kapasitas dan Perawatan
Pemilihan kapasitas genset silent perlu disesuaikan dengan total kebutuhan daya listrik pelanggan di kawasan perkotaan, mengingat jumlah perangkat dan peralatan yang membutuhkan pasokan listrik cadangan bisa bervariasi. Selain itu, perawatan rutin, seperti pemeriksaan oli, filter udara, dan sistem kelistrikan genset sangat penting untuk menjaga performa genset silent tetap konsisten serta memperpanjang umur mesin. Perawatan yang baik juga membantu mengurangi kemungkinan terjadinya gangguan saat genset sedang dibutuhkan.

Bina Pertiwi hadir sebagai mitra distribusi terpercaya yang menyediakan solusi genset berkualitas unggul untuk memastikan kelancaran energi di lokasi proyek Anda. Didukung jaringan layanan purna jual yang luas dan teknisi berpengalaman, Bina Pertiwi menjamin setiap unit bekerja secara optimal, efisien, dan tangguh di segala medan demi mendukung keberlanjutan operasional bisnis serta produktivitas konstruksi yang maksimal.

Mahasiswa KKN UNDIP Mengajak Ibu PKK Belajar Pembuatan Ekstrak Daun Stevia

Mahasiswa KKN UNDIP Mengajak Ibu PKK Belajar Pembuatan Ekstrak Daun Stevia

 


wirausahanesia.comPada hari Minggu 25 Januari 2026 bertempat di rumah RT 02 RW 08 Perbalan Gunungpati Semarang telah dilaksanakan kegiatan praktik pembuatan ekstrak daun stevia sebagai pemanis pengganti gula yang diikuti oleh peserta dari kalangan ibu PKK RT 02 RW 08 Kampung Perbalan Kelurahan Gunungpati Kota Semarang.

Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pengetahuan dan keterampilan kepada peserta dalam memanfaatkan tanaman Stevia dengan memanfaatkan pupuk organik cair (POC) dan  pupuk organik padat (Bokashi) dari limbah rumah tangga seperti limbah sayur, buah, airberas dan limbah peternakan seperti kotoran ayam kering. 

Kegiatan diawali dengan penjelasan materi mengenai manfaat ekstrak daun Stevia serta tahapan proses pembuatannya. Selanjutnya, peserta melakukan praktik langsung dengan mencampurkan bahan-bahan yang telah disiapkan dan melakukan proses ekstraksi secara sederhana.

Materi yang disampaikan Faisal Sepani sebagai narasumber mengenai pembuatan ekstrak daun Stevia sebagai pemanis pengganti gula nol kalori. Pemanis cair alami nol kalori yang terbuat dari ekstrak daun Stevia rebaudiana. Tingkat kemanisan 300 kali lipat dari gula pasir, produk ini aman untuk diet dan diabetes karena tidak meningkatkan gula darah. 

Keunggulan utama Stevia dibandingkan gula konvensional adalah kemampuannya memberikan rasa manis tanpa menyebabkan peningkatan kadar gula darah. Oleh karena itu, stevia banyak direkomendasikan sebagai alternatif pemanis bagi penderita diabetes, individu yang sedang menjalani program diet, serta masyarakat yang ingin menerapkan pola hidup sehat. 


Hal ini ditambahkan oleh Lilik Krismiyanto, S.Pt., M.Si. sebagai pendamping KKN bahwa pemanfaatan Stevia tidak hanya berorientasi pada kesehatan, tetapi juga memiliki nilai strategis dalam pemberdayaan masyarakat. Penanaman dan mengolah stevia secara mandiri, keluarga dapat mengurangi ketergantungan terhadap gula pasir sekaligus memanfaatkan sumber daya hayati yang ada di sekitar rumah. Dalam konteks program KKN, pengenalan Stevia menjadi langkah awal untuk mendorong kemandirian keluarga, pemanfaatan pekarangan, serta pengembangan potensi ekonomi berbasis tanaman herbal yang berkelanjutan.

Peserta tampak antusias mengikuti kegiatan ini dan aktif dalam berdiskusi. Diharapkan melalui kegiatan ini, peserta dapat menerapkan pembuatan ekstrak daun Stevia secara mandiri untuk mendukung pertanian berkelanjutan dan masyarakat yang mandiri.

Kegiatan yang dilakukan oleh   KKN Tematik 1  TIM 15 UNDIP  2026 dilaksanakan untuk mendorong masyarakat yang produktif dan mandiri dalam meningkatkan ketahan pangan.



Editor:
Achmad Munandar
UMKM Genuk Naik Kelas: Pendampingan Promosi Digital oleh Mahasiswa KKN UPGRIS

UMKM Genuk Naik Kelas: Pendampingan Promosi Digital oleh Mahasiswa KKN UPGRIS

 


wirausahanesia.com - Kabupaten Semarang – Mahasiswa Kelompok 14 KKN Tematik Universitas PGRI Semarang (UPGRIS) memberikan pendampingan promosi kepada sejumlah pelaku UMKM di wilayah Kelurahan Genuk, Ungaran Barat. Kegiatan ini dilakukan secara bertahap selama tiga hari berbeda dengan fokus pada tiga UMKM lokal, yakni Papa Singkong, Selat Solo Mami Andu, dan Rumah Produksi Tempe Pak Tamrin.

Pendampingan dilakukan melalui beberapa tahapan. Tahap pertama berupa wawancara, di mana mahasiswa KKN mengenal lebih dekat usaha para pelaku UMKM, mulai dari sejarah, produk, hingga strategi penjualan. Tahap kedua, pendampingan pembuatan promosi, dilakukan dengan menyusun konsep, melakukan pengambilan gambar, serta pengolahan video promosi. Tahap terakhir, pengunggahan video ke media sosial, bertujuan memperluas jangkauan pasar dan memperkenalkan produk UMKM kepada masyarakat luas.

Pendampingan pertama dilakukan pada Kamis (4/9/2025) di UMKM Papa Singkong, dengan pembuatan video promosi yang menampilkan proses produksi serta daya tarik olahan singkong yang khas. Selanjutnya pada Sabtu (13/9/2025), mahasiswa KKN mendampingi UMKM Selat Solo Mami Andu di Genuk, membuat video promosi yang menonjolkan kelezatan kuliner tradisional khas Solo tersebut.

Kegiatan berlanjut pada Minggu (21/9/2025) di Rumah Produksi Tempe Pak Tamrin. Mahasiswa membantu membuat konten promosi berupa video yang menampilkan proses pembuatan tempe serta kualitas produk yang dihasilkan, dengan pembuatan konten video yang menampilkan proses pembuatan tempe, kualitas produk, sekaligus penyampaian rencana pembuatan banner nama usaha untuk memperkuat branding. 

Pendampingan ini diharapkan dapat membantu UMKM di Genuk semakin dikenal masyarakat luas melalui promosi digital, sehingga produk mereka bisa bersaing dan terus berkembang.

Para pelaku UMKM menyambut baik kegiatan ini. Mereka menilai dukungan mahasiswa sangat membantu dalam memanfaatkan media sosial sebagai sarana pemasaran yang efektif dan terjangkau. Kegiatan ini sekaligus menjadi bagian dari kontribusi nyata mahasiswa KKN UPGRIS dalam mendukung pemberdayaan ekonomi masyarakat melalui pemanfaatan teknologi digital.

Maju terus UMKM Genuk!



Editor:
Achmad Munandar
Tim 36 KKN UNDIP Sosialisasikan dan Praktikkan BUDIKDAMBER untuk Perkuat Ketahanan Pangan Bersama Ibu-Ibu KWT Desa Kebondowo

Tim 36 KKN UNDIP Sosialisasikan dan Praktikkan BUDIKDAMBER untuk Perkuat Ketahanan Pangan Bersama Ibu-Ibu KWT Desa Kebondowo



Wirausahanesia.comBanyubiru, 26-27 Juli 2025 – Dalam rangka mendukung ketahanan pangan masyarakat desa, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tim 36 Universitas Diponegoro mengadakan kegiatan sosialisasi dan praktik Budidaya Ikan Dan Sayuran Dalam Ember atau Budikdamber yang difokuskan bagi ibu-ibu Kelompok Wanita Tani (KWT) Desa Kebondowo, Kecamatan Banyubiru, Kabupaten Semarang. Program ini menjadi salah satu bentuk pengabdian kepada masyarakat yang memadukan pendekatan edukasi dan praktik langsung, sehingga peserta tidak hanya memahami teori, tetapi juga mampu menerapkannya secara mandiri di rumah.

Kegiatan berlangsung selama dua hari, yaitu pada 26 dan 27 Juli 2025. Kegiatan ini diawali dengan sosialisasi terlebih dahulu sebelum masuk ke tahap praktik secara langsung. Dalam tahap sosialisasi, tim KKN memperkenalkan konsep Budidaya Ikan dan Sayuran dalam Ember (Budikdamber) sebagai teknik sederhana, tetapi efektif untuk memanfaatkan lahan sempit menjadi sumber pangan bergizi. Penjelasan meliputi latar belakang perlunya budikdamber, keunggulan metode ini, serta sistematika pelaksanaannya. Ibu-ibu KWT diajak untuk memahami bahwa metode ini mampu menghasilkan ikan lele dan sayuran seperti kangkung secara bersamaan, dengan perawatan yang relatif mudah dan biaya yang terjangkau.

Anggota Tim 36 juga memaparkan manfaat dari budikdamber. Dari sisi ketahanan pangan, metode ini memastikan ketersediaan sumber protein dan vitamin di tingkat rumah tangga. Dari sisi ekonomi, hasil panen dapat dikonsumsi sendiri maupun dijual, sehingga berpotensi menambah pendapatan keluarga. Selain itu, sistem ini ramah lingkungan karena memanfaatkan siklus alami antara ikan dan tanaman, di mana limbah ikan menjadi nutrisi bagi tanaman, sementara tanaman membantu menjaga kualitas air bagi ikan.

Kegiatan berlanjut dengan praktik langsung yang diikuti secara antusias oleh ibu-ibu KWT. Tim KKN memandu tahap demi tahap pembuatan budikdamber, mulai dari persiapan wadah, pengisian air, pemberian garam untuk menstabilkan pH air, pemberian EM4 untuk menjaga kualitas air, penempatan bibit lele, hingga penataan media tanam kangkung menggunakan rockwool dan cup plastik. Seluruh proses dilakukan menggunakan peralatan yang telah disiapkan, yakni ember berkapasitas 80 liter, bibit lele sehat, EM4, air bersih, kangkung, rockwool, cup plastik, dan garam ikan untuk menjaga kesehatan ikan.

Suasana kegiatan berlangsung hangat. Banyak ibu-ibu KWT yang aktif bertanya, terutama terkait cara pemberian pakan, waktu panen, dan cara menjaga agar ikan tetap sehat. Beberapa ibu-ibu KWT bahkan mencatat langkah-langkah yang dijelaskan, dengan harapan bisa langsung mempraktikkan di rumah masing-masing. 

Tim 36 KKN UNDIP berharap kegiatan ini tidak berhenti pada pelatihan saja, tetapi juga dapat memicu inisiatif lanjutan di kalangan warga. Budikdamber diharapkan dapat menjadi salah satu program unggulan KWT dalam memberdayakan anggotanya, sekaligus menjadi langkah konkret dalam mewujudkan desa yang lebih mandiri pangan.

Melalui kolaborasi antara mahasiswa dan masyarakat, kegiatan ini membuktikan bahwa inovasi sederhana seperti budikdamber mampu memberikan dampak positif yang nyata. Bukan hanya memberikan pengetahuan baru, tetapi juga membuka peluang ekonomi, memperkuat rasa kebersamaan, dan menumbuhkan kesadaran akan pentingnya mengelola sumber daya secara berkelanjutan. Dengan semangat gotong royong dan komitmen bersama, Desa Kebondowo diharapkan dapat menjadi contoh bagi desa-desa lain dalam mengembangkan ketahanan pangan berbasis potensi lokal.



Editor:
Achmad Munandar
Penguatan Branding dan Pemasaran Digital UMKM melalui Optimalisasi Sosial Media dan E-Commerce - TIM KKNT 106

Penguatan Branding dan Pemasaran Digital UMKM melalui Optimalisasi Sosial Media dan E-Commerce - TIM KKNT 106

 



wirausahanesia.comProgram Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Universitas Diponegoro merupakan salah satu bentuk pengabdian kepada masyarakat yang memberikan kesempatan bagi mahasiswa untuk mengaplikasikan ilmu pengetahuan secara langsung di lapangan. Kegiatan KKN Tematik ini dilaksanakan di Desa Branjang, Kecamatan Ungaran Barat, Kabupaten Semarang, yang berlangsung dari tanggal 5 Mei hingga 21 Juni 2025. Tim mahasiswa dari Jurusan Manajemen Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Diponegoro terlibat dalam program kerja bertema “Optimalisasi Sosial Media dan E-Commerce untuk UMKM Sigur.id,” yang merupakan bagian dari kegiatan KKN-T 106.

UMKM Sigur.id adalah usaha mikro yang bergerak di bidang produk kreatif dan kerajinan tangan berbasis bahan kayu dan resin. Meskipun memiliki potensi pasar yang besar, UMKM ini menghadapi berbagai tantangan dalam hal promosi, konsistensi branding, dan pemanfaatan platform digital secara efektif. Oleh karena itu, melalui program KKN ini, tim mahasiswa bertujuan untuk menguatkan strategi branding dan pemasaran digital guna mendukung pertumbuhan bisnis secara berkelanjutan.

Kegiatan yang dilakukan mencakup beberapa tahapan strategis. Pertama, tim melakukan analisis kondisi media sosial dan e-commerce Sigur.id untuk mengidentifikasi kelemahan serta peluang yang dapat dioptimalkan. Analisis ini meliputi evaluasi tampilan profil media sosial, konsistensi konten, serta pemanfaatan fitur-fitur seperti TikTok Shop dan Instagram Shopping.

Pada tanggal 5 Mei 2025, Azmi Dzakia Khadijah, mahasiswi Manajemen Universitas Diponegoro, melakukan analisis awal terhadap kondisi media sosial dan platform e-commerce Sigur.id. Analisis ini bertujuan untuk mengidentifikasi kelemahan dan peluang yang dapat dioptimalkan. Melalui wawancara mendalam dengan pemilik Sigur.id, yang akrab disapa Mas Janu, Azmi mengeksplorasi kondisi profil media sosial perusahaan, konsistensi konten, serta pemanfaatan fitur-fitur seperti TikTok Shop dan Instagram Shopping. Evaluasi menyeluruh ini menjadi langkah pertama dalam meningkatkan kehadiran online dan strategi e-commerce Sigur.id

 
Berdasarkan laporan kondisi aktual Sigur.id, tim mahasiswa kemudian menyusun konsep brand image yang sesuai dengan identitas produk lokal Sigur.id. Konsep ini diterjemahkan dalam bentuk visual branding, meliputi desain logo, pemilihan warna, tone desain, serta gaya komunikasi konten. Langkah ini bertujuan untuk menciptakan identitas yang kuat, profesional, dan mudah dikenali oleh konsumen digital.

Pada kunjungan kedua (17/5), Sarasifa Mashia Hermawanputri, mahasiswi program studi Manajemen Universitas Diponegoro, melaksanakan eksekusi foto produk sesuai dengan konsep yang telah disusun oleh tim e-commerce. Eksekusi foto ini bertujuan untuk mengoptimalkan tampilan e-commerce Sigur.id, agar lebih menarik dan sesuai dengan brand image yang telah dikembangkan.

Dalam aspek operasional, mahasiswa juga membantu membuat kalender konten untuk media sosial selama satu bulan ke depan, serta melakukan produksi ulang konten foto dan video produk untuk kebutuhan katalog dan promosi digital. Konten yang dibuat mengusung pendekatan storytelling, edukasi produk, dan testimoni konsumen untuk membangun kepercayaan calon pembeli. Kirana Viana, mahasiswi Manajemen Universitas Diponegoro, pada kunjungan ketiga (25/5) memandu pengambilan konten promosi untuk media sosial Sigur.id.

Pada kunjungan terakhir (16/6), mahasiswa melakukan pelatihan ringan penggunaan TikTok Shop, mulai dari cara upload produk, menyusun deskripsi yang menarik, hingga strategi penentuan harga dan promosi. Dengan pendekatan pendampingan langsung, mitra UMKM lebih mudah memahami teknis penggunaan platform digital.

Kegiatan ini menjadi bentuk nyata implementasi ilmu manajemen, khususnya dalam bidang manajemen pemasaran digital, perilaku konsumen, dan strategi merek. Mahasiswa dituntut untuk menerapkan pendekatan yang terstruktur dan berbasis data dalam membantu mitra mengelola bisnisnya secara modern dan adaptif terhadap perkembangan zaman.

Dari kegiatan ini, terlihat bahwa kolaborasi antara ilmu akademik dan praktik lapangan mampu memberikan dampak positif. Tidak hanya bagi mitra UMKM yang terbantu dalam meningkatkan eksistensi digital mereka, tetapi juga bagi mahasiswa yang memperoleh pengalaman langsung dalam memecahkan masalah riil di masyarakat.

Dengan demikian, KKN Tematik UNDIP bukan sekadar program pengabdian, tetapi juga menjadi wahana strategis untuk mencetak lulusan yang adaptif, solutif, dan siap berkontribusi dalam pembangunan ekonomi kerakyatan berbasis digital. Penguatan branding dan pemasaran digital menjadi kebutuhan yang tidak dapat diabaikan oleh UMKM. Melalui optimalisasi sosial media dan e-commerce, Sigur.id memberikan solusi nyata untuk mendukung pertumbuhan UMKM yang lebih adaptif, inovatif, dan kompetitif. Inisiatif ini sejalan dengan visi Indonesia menuju ekonomi digital yang inklusif dan berkelanjutan, di mana UMKM menjadi tulang punggungnya.



Penulis : 
Azmi Dzakia Khadijah
Sarasifa Mashia Hermawanputri
Kirana Viana


Editor:
Achmad Munandar
Digitalisasi Pelayanan Publik: Inovasi Panel LED dan Media Informasi oleh Mahasiswa KKN-T IDBU UNDIP TIM 55 di Kelurahan Tlogosari Kulon

Digitalisasi Pelayanan Publik: Inovasi Panel LED dan Media Informasi oleh Mahasiswa KKN-T IDBU UNDIP TIM 55 di Kelurahan Tlogosari Kulon

 


wirausahanesia.comSemarang - Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) IDBU Universitas Diponegoro (UNDIP) Tim 55 menyerahkan hasil inovasi digitalisasi pelayanan publik kepada pihak Kelurahan Tlogosari Kulon, Kecamatan Pedurungan, Kota Semarang, pada Rabu (9/7). 

Pelayanan publik di kelurahan kini dituntut lebih transparan dan efisien seiring pesatnya perkembangan teknologi dan kebutuhan informasi yang cepat. Namun, masih banyak yang menggunakan sistem manual seperti pencatatan tangan dan papan informasi statis, termasuk di Kelurahan Tlogosari Kulon. Hal ini menyebabkan pelayanan berjalan kurang efektif dan sulit dipantau. 

Menjawab tantangan tersebut, Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) IDBU Universitas Diponegoro (UNDIP) Tim 55 Kelompok 4 dalam Multidisiplin 2 menghadirkan inovasi teknologi sederhana dan fungsional melalui program unggulan bertajuk Digitalisasi Layanan Publik. Program ini mencakup pembuatan Panel Display LED Counter Statistik Layanan dan Waktu serta penyediaan media informasi berbasis QR code untuk mendukung transparansi dan kemudahan akses informasi pelayanan di kelurahan.



Di bawah bimbingan Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) yaitu Evi Setiawati, S.Si., M.Si., F.Med serta DPL kelompok 4 yaitu Ari Bawono, S.Si., M.Si. Inovasi ini dirancang mahasiswa untuk meningkatkan transparansi dan efisiensi pelayanan publik. Panel LED dipasang di ruang pelayanan guna menampilkan data jumlah layanan dan durasi pelayanan secara real-time, sehingga memudahkan monitoring oleh staf kelurahan. Tidak hanya itu, warga pun merasa lebih terbantu dalam mengakses informasi secara mandiri. 

Proses pembuatan dilakukan secara bertahap, mulai dari desain fisik panel, konsultasi teknis, perakitan modul, hingga pemrograman sistem dan uji coba alat. Untuk memastikan alat tetap berfungsi dengan baik setelah masa KKN berakhir, mahasiswa juga menyusun buku panduan penggunaan secara lengkap dan praktis.

Tak hanya berfokus pada perangkat keras, tim KKN-T IDBU UNDIP TIM 55 Kelompok 4  juga melihat pentingnya media informasi digital sebagai pendamping warga dalam memahami prosedur administrasi. Oleh karena itu, mahasiswa memproduksi video tutorial yang menjelaskan langkah-langkah pengurusan pelayanan administrasi secara visual. Video ini dilengkapi dengan subtitle dan versi terjemahan Bahasa Inggris sebagai bentuk pelayanan yang inklusif. Akses video ini diperkuat melalui QR code yang dicetak pada poster informatif dan dipasang di area pelayanan publik kelurahan.

“Kami sangat mengapresiasi sekali kontribusi nyata dari mahasiswa KKN-T UNDIP yang bermanfaat bagi Kelurahan Tlogosari Kulon, pesan dari kami tingkatkan dan teruskan perjuangan panjenengan semua yang sudah memiliki prestasi di wilayah kami agar lebih bermanfaat kedepannya untuk diri sendiri dan almamater” Ujar Lurah Tlogosari Kulon. 

Mahasiswa KKN-T IDBU UNDIP TIM 55 tidak hanya berhasil mengaplikasikan ilmu yang diperoleh di bangku kuliah, tetapi juga meninggalkan kontribusi nyata yang dapat terus dimanfaatkan oleh masyarakat. Inovasi ini menjadi bukti bahwa kolaborasi antar-disiplin ilmu dan kepedulian sosial dapat melahirkan solusi relevan bagi pelayanan publik yang lebih baik. 
Dengan semangat keberlanjutan, Kelurahan Tlogosari Kulon diharapkan dapat terus memanfaatkan dan mengembangkan hasil karya mahasiswa ini guna menciptakan sistem pelayanan publik yang modern, transparan, dan ramah bagi seluruh warga.



Editor:
Achmad Munandar
Pelatihan Pembuatan Probiotik RABAL di Dusun Rembul, Dorong Inovasi Peternakan dan Perikanan Lokal

Pelatihan Pembuatan Probiotik RABAL di Dusun Rembul, Dorong Inovasi Peternakan dan Perikanan Lokal

 


wirausahanesia.comBatang - Semangat warga Dusun Rembul, Kecamatan Bandar, Kabupaten Batang, dalam mengembangkan sektor peternakan dan pertanian lokal terlihat jelas dalam kegiatan pelatihan pembuatan probiotik RABAL yang diselenggarakan pada hari Sabtu (27/7). Kegiatan ini merupakan kolaborasi antara mahasiswa KKN Universitas Diponegoro dan pemerintah desa setempat sebagai upaya peningkatan kualitas pakan serta efisiensi usaha peternakan dan perikanan di wilayah tersebut.

Pelatihan yang bertempat di kandang kambing warga setempat ini diikuti oleh warga, khususnya peternak dan petani lokal. Probiotik RABAL (Ragi, Air kelapa, Buah, Air gula, dan LemaK) dikenalkan sebagai solusi alternatif yang ramah lingkungan dan ekonomis untuk memperbaiki sistem pencernaan hewan ternak.

Dalam pemaparannya, tim KKN UNDIP menjelaskan manfaat probiotik RABAL yang mampu meningkatkan nafsu makan, mempercepat pertumbuhan, serta menekan bau kotoran hewan. Pelatihan dilanjutkan dengan sesi praktik langsung, di mana peserta diajak membuat probiotik dengan bahan-bahan sederhana yang mudah didapat di sekitar dusun.

“Kami sangat terbantu dengan adanya pelatihan ini. Biasanya kami hanya mengandalkan pakan pabrikan. Dengan probiotik ini, semoga hasil ternak kami bisa lebih baik,” ujar Pak Suyono, salah satu peternak yang hadir.

Koordinator program, Rafi Zeva Rayyana, menyampaikan bahwa kegiatan ini tidak hanya bersifat edukatif, tetapi juga diharapkan dapat menjadi langkah awal menuju kemandirian pangan dan ekonomi masyarakat. “Dengan memproduksi probiotik sendiri, warga dapat mengurangi biaya operasional dan menciptakan sistem budidaya yang berkelanjutan,” ujarnya.

Kepala Dusun Rembul, Bapak Mahsun, turut mengapresiasi kegiatan ini dan berharap pelatihan serupa dapat terus dilanjutkan ke bidang lainnya. “Kami menyambut baik inisiatif ini. Semoga ilmu yang diberikan bisa diterapkan warga dan memberi dampak nyata,” katanya.

Pelatihan ditutup dengan sesi diskusi dan pembagian leaflet panduan pembuatan probiotik RABAL, yang diharapkan bisa menjadi pedoman bagi warga dalam mengembangkan produksi mereka secara mandiri di rumah masing-masing.



Editor:
Achmad Munandar
Geliat Semangat Lansia di Mranggen: Mahasiswa KKN T 136 Undip Hadirkan Pelatihan Olahan Sehat yang Inspiratif

Geliat Semangat Lansia di Mranggen: Mahasiswa KKN T 136 Undip Hadirkan Pelatihan Olahan Sehat yang Inspiratif

 

Dokumentasi Kegiatan Pendampingan Pengolahan dan Pengemasan Sehat 
bagi Lansia di Desa Mranggen


wirausahanesia.com - Mranggen, 31 Mei 2025 telah dilaksanakan kegiatan “Praktek Pendampingan Olahan Sehat Berbasis Daging, Telur, dan Sayur serta Inovasi Pengemasan bagi Lansia” yang diinisiasi oleh mahasiswa KKN-T Tim 136 Universitas Diponegoro Kelompok 2 (Hafidz, Aldant, Aliyyah, Bethara, Christian, Denyra, Fazero, Kania, Kirana, Lusiana, Chanifah, Namira, Ulyshikha, Gisca dan  Zalfa)  dengan didampingi oleh Tim Dosen Pembimbing Lapangan KKN Prof. Ir. Dwi Sunarti, M.S.,Ph.D., Ir. Teysar Adi Sarjana, S.Pt., M.Si., IPM. dan Hanna Dzawish Shihah, S.Pt., M.Pt. di Desa Mranggen, Kecamatan Mranggen, Kabupaten Demak. 


“Salah satu kegiatan dari rangkaian multidisiplin KKN-T Tim 136 Undip adalah pendampingan praktik pengolahan dan pengemasan produk makanan sehat untuk lansia. Melalui kegiatan ini, diharapkan para peserta dapat dengan mudah berinovasi dan mempraktikkan cara memasak makanan sehat bagi lansia dan mengaplikasikannya di rumah masing-masing."  Ujar ibu Hanna selaku perwakilan DPL KKN. 





“Warga desa mranggen antusias mengikuti kegiatan demo memasak olahan sehat bagi lansia. Harapan kami semoga, kegiatan ini dapat bermanfaat bagi warga desa mranggen, utamanya bagi lansia”  Bapak Abdul Cholis selaku kepala desa dalam sambutannya.






“Kami ingin menghadirkan kegiatan yang tidak hanya bersifat edukatif, tetapi juga aplikatif, khususnya bagi lansia yang membutuhkan perhatian dalam aspek pemenuhan gizi dan keamanan pangan. Harapannya, pendampingan ini mampu meningkatkan kesadaran dan keterampilan dalam mengolah serta mengemas pangan sehat secara mandiri dan berkelanjutan,” Hafidz Anjar Purwasaputra selaku perwakilan sekaligus Ketua Tim KKN T 136 Kelompok 2.





Kegiatan ini merupakan bagian dari program pengabdian masyarakat yang bertujuan meningkatkan kualitas hidup lansia melalui edukasi gizi seimbang, pelatihan memasak sehat, serta pengemasan makanan yang higienis dan praktis. Kegiatan berlangsung di rumah Pak Abdul Cholis selaku Kepala Desa Mranggen dan diikuti oleh 49 peserta yang terdiri dari lansia dan kader posyandu yang mengikuti kegiatan dengan antusias.

Kegiatan diawali dengan senam pagi bersama, dilanjutkan dengan diskusi interaktif dengan masyarakat tentang pentingnya makanan sehat dan pengemasan. Pada acara inti meliputi demo masak olahan sehat dengan menu “rolade ayam sehat” bersama peserta yang praktek secara langsung proses pengolahan, dari persiapan bahan hingga pengukusan. 

Peserta juga diberikan pelatihan pengemasan inovatif dengan teknik vakum sederhana.  Kegiatan ditutup dengan sesi award dan pembagian doorprise serta produk rolade ayam yang siap dikonsumsi. Beberapa peserta bahkan menyatakan semangatnya untuk mencoba kembali resep rolade dan teknik pengemasan di rumah bersama keluarga. Melalui program ini, mahasiswa berharap keterampilan yang diberikan dapat diterapkan secara berkelanjutan dan menumbuhkan kesadaran masyarakat akan pentingnya pola makan sehat serta pengemasan yang aman, khususnya untuk kelompok rentan seperti lansia.


Editor:
Achmad Munandar
Hadirkan Inovasi Pakan Ternak, Mahasiswa KKN UNDIP Latih Warga Membuat Pakan Fermentasi Guna Meningkatkan Produktivitas Ternak

Hadirkan Inovasi Pakan Ternak, Mahasiswa KKN UNDIP Latih Warga Membuat Pakan Fermentasi Guna Meningkatkan Produktivitas Ternak

 
Gambar 1. Foto Bersama Kegiatan Multidisiplin oleh Tim KKN 140
(Sumber: Dokumentasi Pribadi) 

Campusnesia.co.id - Sejumlah mahasiswa Universitas Diponegoro yang tergabung dalam program Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) Tim 140 didampingi oleh Tim Dosen Pembimbing Lapangan Bapak Anugrah Robby Pratama, S.Pt., M.Pt., Ibu Hanna Dzawish Shihah, S.Pt., M.Pt. dan Ibu Nur Maulida Wahyuni, S.Pt., M.Pt. telah melaksanakan kegiatan pelatihan dan pendampingan pembuatan pakan fermentasi kepada masyarakat RW 6 di Kelurahan Pakintelan, Kecamatan Gunungpati, Kota Semarang. Kegiatan ini dilaksanakan pada hari Rabu (9/7/2025), bertempat di Amrih Ngrembaka Farm, sebuah peternakan yang berfokus pada pembibitan (breeding) kambing dan domba.

Berbeda dari tahun-tahun sebelumnya, KKN tahun ini mengalami transformasi skema dari yang sebelumnya reguler menjadi tematik. Skema tematik memiliki keutamaan pada penekanan 3 fokus utama yaitu pengentasan kemiskinan, ketahanan pangan, dan kebencanaan. Tim KKN-T 140 mengusung tema peternakan terintegrasi yang berfokus untuk mendukung ketahanan pangan yang berkelanjutan. Inovasi pakan ternak menjadi salah satu program unggulan yang dilaksanakan oleh tim. Program ini dapat membantu menyelesaikan permasalahan terkait pakan ternak yang belum optimal. Pakan yang belum optimal akan berdampak terhadap produktivitas ternak yang tidak maksimal. 

Tim KKN memberikan solusi dengan memperkenalkan inovasi berupa pakan fermentasi lengkap (complete feed fermentasi). Pakan komplit disusun dari berbagai bahan lokal seperti CGF, garam, konsentrat, janggel jagung, kulit kacang hijau, tumpi jagung, kopra (bungkil kelapa), serta kulit kopi. Selanjutnya pakan komplit dicampur dengan larutan starter yang terbuat dari campuran EM4, molases, dan air yang telah didiamkan 1-2 malam. Setelah tercampur sempurna, pakan disimpan dalam wadah kedap udara dan didiamkan selama 7 hingga 14 hari untuk mencapai fermentasi yang sempurna. 

Inovasi pakan fermentasi memiliki beberapa keunggulan, yaitu meningkatkan kandungan nutrisi dan daya cerna pakan, memperpanjang masa simpan, serta menekan biaya produksi pakan dengan memanfaatkan limbah pertanian. Agung Prabowo dan Sulthan Muzakki, selaku mahasiswa pemateri menyampaikan bahwa inovasi fermentasi pakan ini tidak hanya dapat diterapkan pada kambing dan domba, tetapi juga berpotensi digunakan untuk hewan ternak lainnya seperti sapi, ayam, dan bebek, dengan menyesuaikan ketersediaan bahan pakan dan kebutuhan masing-masing ternak. Hal ini memberikan peluang bagi masyarakat untuk berdaya memanfaatkan potensi yang ada di lingkungan sekitar. 


Gambar 2. Demonstrasi Pembuatan Fermentasi Complete Feed
(Sumber: Dokumentasi Pribadi) 


Kegiatan pelatihan dan pendampingan oleh mahasiswa KKN UNDIP dikemas dalam  empat tahapan utama, yaitu pengenalan dan edukasi bahan penyusun ransum pakan ternak, pengenalan metode fermentasi, demonstrasi pembuatan complete feed fermentasi, dan edukasi mengenai SOP penggunaan pakan fermentasi. 
Ketua RW 6, Bapak Sya’roni menyambut baik kegiatan yang dilakukan oleh mahasiswa KKN UNDIP. 
“Terima kasih atas kedatangan adik-adik KKN Universitas Diponegoro di Kelurahan Pakintelan, khususnya di RW 6 ini. Alhamdulillah mahasiswa KKN sangat membantu masyarakat. Semoga kegiatan yang hari ini adik-adik laksanakan kepada masyarakat dapat bermanfaat bagi warga di sini” ungkapnya. 

Tim KKN UNDIP berharap inovasi pakan fermentasi ini dapat diterapkan secara berkelanjutan  dan menjadi pemecah kebuntuan para peternak kecil yang sulit mendapatkan akses pakan berkualitas dengan harga yang murah. Dengan memanfaatkan ketersediaan bahan pakan yang ada, melalui teknologi fermentasi yang Tim KKN tawarkan, diharapkan masyarakat mampu menciptakan pakan berkualitas secara mandiri. Sehingga produktivitas ternak dapat tercapai secara optimal.

Program ini bukan hanya bentuk pengabdian kepada masyarakat, tetapi juga memberikan pengalaman langsung kepada mahasiswa untuk dapat menerapkan ilmunya secara aplikatif di masyarakat. Melalui program KKN, mahasiswa dapat melatih kepekaan sosial serta memperdalam pemahaman terhadap dinamika kehidupan yang ada dalam masyarakat. Harapannya, inovasi pakan oleh Tim KKN 140 dapat menjadi langkah awal menuju pengembangan peternakan yang lebih mandiri, efisien, dan berkelanjutan di Kelurahan Pakintelan.



Editor:
Achmad Munandar