Dukung Kualitas Pendidikan, Program Kerja Sosial Gelar Pendampingan Belajar Akuntansi dan Perpajakkan bagi Siswa SMK Perintis 29 Ungaran

Dukung Kualitas Pendidikan, Program Kerja Sosial Gelar Pendampingan Belajar Akuntansi dan Perpajakkan bagi Siswa SMK Perintis 29 Ungaran



wirausahanesia.comLangensari (29/07/2026) - Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) 82 Universitas Diponegoro melaksanakan program kerja pengabdian masyarakat di SMK Perintis 29 Ungaran, Kelurahan Langensari, Kabupaten Semarang. Program ini berfokus pada penguatan literasi keuangan dan wawasan profesional bagi siswa, dengan sasaran utama siswa Program Studi Akuntansi dan Akuntansi Perpajakan, agar pendidikan vokasi yang mereka tempuh semakin relevan dengan kebutuhan dunia kerja yang dinamis.

Program mengajar ini dilaksanakan oleh tiga mahasiswa, yaitu Angelica Paulina Hanni dari Fakultas Ekonomika dan Bisnis program studi Akuntansi, serta Hanifah Putri Tanty dan Davin Ardyka Pradana dari Sekolah Vokasi program studi Akuntansi Perpajakan. Ketiganya berbagi peran dalam menyampaikan materi kepada para siswa selama kegiatan berlangsung.


Penguatan Literasi dan Praktik Akuntansi
Pada bidang studi akuntansi, materi yang diajarkan berfokus pada akuntansi perusahaan jasa, mulai dari pengenalan konsep dasar, penyusunan jurnal umum, pencatatan ke buku besar, penyusunan neraca saldo sebelum disesuaikan (unadjusted trial balance), hingga pembuatan jurnal penyesuaian. Selain memaparkan tahapan siklus akuntansi tersebut, mahasiswa KKN-T 82 juga mengupas siklus akuntansi berbasis digital yang saat ini menjadi standar di berbagai perusahaan.

Siswa turut diajak membedah studi kasus nyata mengenai pengelolaan arus kas (cash flow) dan penyusunan laporan keuangan sederhana. Melalui diskusi interaktif, siswa tidak hanya mempelajari teori, tetapi juga memahami bagaimana ketelitian dan integritas data keuangan menjadi pilar utama dalam menjaga kredibilitas sebuah bisnis atau organisasi.


Edukasi Dasar Akuntansi Perpajakan
Pada bidang akuntansi perpajakan, mahasiswa memberikan sosialisasi mengenai pentingnya kesadaran pajak sejak dini. Materi yang disampaikan mencakup dasar-dasar pemungutan pajak, pentingnya kepatuhan pajak (tax compliance), serta pemahaman mengenai jenis-jenis pajak yang umum dijumpai di dunia kerja. Mengingat pentingnya peran pajak dalam pembangunan nasional, mahasiswa juga mendemonstrasikan bagaimana fungsi akuntansi perpajakan yang akurat dapat membantu perusahaan melakukan efisiensi pajak secara legal dan etis.

Rangkaian materi akuntansi dan perpajakan ini disusun agar siswa memiliki bekal pemahaman yang komprehensif dan lebih siap pakai ketika kelak terjun ke dunia kerja maupun dunia usaha.


Harapan Keberlanjutan Program
Melalui pelaksanaan program ini, mahasiswa KKN-T 82 Universitas Diponegoro berharap dapat berkontribusi dalam mencetak generasi akuntan masa depan yang tidak hanya kompeten secara teknis, tetapi juga memiliki integritas tinggi. Kegiatan ini juga menjadi salah satu wujud nyata pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya pada aspek pengabdian kepada masyarakat, sekaligus sarana bagi mahasiswa untuk menerapkan ilmu yang diperoleh di bangku perkuliahan secara langsung di tengah masyarakat. Program ini diharapkan menjadi langkah berkelanjutan dalam memperkuat sinergi antara dunia akademis dan kebutuhan dunia usaha di Kabupaten Semarang.



Penulis:
Mahasiswa KKN-T 82 Universitas Diponegoro
Angelica Paulina Hanni - Fakultas Ekonomika dan Bisnis (Akuntansi)
Hanifah Putri Tanty, Davin Ardyka Pradana - Sekolah Vokasi (Akuntansi & Perpajakan)

Editor:
Achmad Munandar

Mahasiswa KKN Universitas Diponegoro Dampingi Pembukuan Keuangan BUMDEs Celep Guna Tata Kelola Yang Akuntabel

Mahasiswa KKN Universitas Diponegoro Dampingi Pembukuan Keuangan BUMDEs Celep Guna Tata Kelola Yang Akuntabel

 

Mahasiswa KKN Undip menyerahkan modul pembukuan sederhana 
kepada pengurus BUMDes Celep 
Sumber: Dokumentasi Pribadi

wirausahanesia.comSRAGEN, 6 Agustus 2026 – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tim II Universitas Diponegoro (Undip) Tahun 2026, Naysa Aurelia Hamdani, sukses menyelenggarakan program kerja “Pendampingan Pembukuan Keuangan Sederhana dan Penyusunan Laporan Keuangan Dasar bagi Pengelola BUMDes” yang bertempat di Balai Desa, Desa Celep, Kecamatan Kedawung, Kabupaten Sragen, pada Kamis, 6 Agustus 2026.

Kegiatan ini diinisiasi sebagai respons terhadap permasalahan pengelolaan keuangan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Celep yang selama ini masih dilakukan secara manual dan belum tertib, sehingga menyulitkan penyusunan laporan keuangan yang transparan dan akuntabel. Padahal, BUMDes Celep mengelola aset lahan desa yang berpotensi besar sebagai sumber pendapatan asli desa apabila dikelola dengan sistem pencatatan yang rapi. Program ini menyasar pengurus BUMDes sebagai target utama, dengan tujuan memberikan edukasi serta keterampilan praktis dalam melakukan pembukuan keuangan sederhana hingga penyusunan laporan keuangan dasar.

Program ini turut sejalan dengan semangat pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi) melalui penguatan ekonomi desa berbasis BUMDes, serta SDG 16 (Perdamaian, Keadilan, dan Kelembagaan yang Tangguh) melalui dorongan tata kelola lembaga desa yang transparan dan akuntabel.

Pelaksanaan kegiatan diawali dengan pemaparan materi secara interaktif mengenai konsep dasar pembukuan, meliputi pencatatan buku kas harian, hingga neraca keuangan. Sesi dilanjutkan dengan praktik langsung penggunaan modul pembukuan sederhana dan template laporan keuangan berbasis Excel yang telah dilengkapi fitur rekonsiliasi otomatis, sehingga pengurus BUMDes dapat langsung mempraktikkan pencatatan transaksi secara riil. Pengurus BUMDes tampak antusias mengikuti jalannya kegiatan dari awal hingga akhir.

Sebagai luaran dari program ini, mahasiswa KKN menyerahkan modul pembukuan sederhana serta template laporan keuangan lengkap kepada pengurus BUMDes Celep, yang mencakup buku kas harian, buku besar aset, laporan laba rugi, dan neraca dengan sistem kontrol rekonsiliasi. Modul dan template ini dirancang agar dapat terus digunakan secara mandiri dan berkelanjutan oleh pengurus BUMDes meskipun program KKN telah berakhir, sehingga pengelolaan keuangan BUMDes ke depan dapat berjalan lebih tertib, transparan, dan akuntabel.

Kegiatan ini diharapkan mampu mendorong optimalisasi pengelolaan aset dan potensi ekonomi Desa Celep melalui tata kelola keuangan BUMDes yang lebih baik. Acara kemudian ditutup dengan sesi foto bersama dan penyerahan modul serta template laporan keuangan secara simbolis kepada pengurus BUMDesa Celep.


Penulis: 
Naysa Aurelia Hamdani

Editor:
Achmad Munandar
Mahasiswa KKN-T IDBU-42 UNDIP Tingkatkan Kapasitas Pengelolaan Keuangan BUMDes Sukorejo melalui Pendampingan Penyusunan Laporan Keuangan Berbasis Excel

Mahasiswa KKN-T IDBU-42 UNDIP Tingkatkan Kapasitas Pengelolaan Keuangan BUMDes Sukorejo melalui Pendampingan Penyusunan Laporan Keuangan Berbasis Excel

Mahasiswa KKN-T IDBU-42 UNDIP


wirausahanesia.com - Sragen - Mahasiswa KKN-T IDBU-42 Universitas Diponegoro, Eva Julian Nur Safitri, mahasiswa Program Studi D-IV Akuntansi Perpajakan Sekolah Vokasi Universitas Diponegoro, melaksanakan program kerja monodisiplin berupa Pendampingan Penyusunan Laporan Keuangan BUMDes Desa Sukorejo, Kabupaten Sragen pada Selasa (21/7/2026), pukul 10.00 WIB, bertempat di Kantor BUMDes Sukorejo. Program kerja ini dilaksanakan di bawah bimbingan Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) Dr. Ir. Cahya Setya Utama, S.Pt., M.Si., IPM.

Program ini dilaksanakan sebagai bentuk kontribusi mahasiswa dalam meningkatkan kualitas tata kelola keuangan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes). Pendampingan dilakukan secara langsung bersama Bendahara BUMDes, Ibu Harsini, dengan fokus pada penyusunasssn laporan keuangan yang lebih sistematis, akurat, dan sesuai dengan kaidah akuntansi menggunakan Microsoft Excel.

Dalam kegiatan tersebut, Eva tidak hanya membantu menyelesaikan penyusunan laporan keuangan, tetapi juga memberikan pendampingan teknis mengenai penggunaan fitur-fitur Microsoft Excel yang lebih optimal untuk mendukung proses pencatatan dan pelaporan keuangan. Pendampingan meliputi penyusunan laporan keuangan berbasis Excel, standarisasi penggunaan nomor akun (chart of accounts), penamaan akun yang konsisten, klasifikasi transaksi, hingga penentuan dan pencatatan akumulasi penyusutan aset tetap agar laporan keuangan yang dihasilkan lebih informatif dan dapat dipertanggungjawabkan.

Selama proses pendampingan, berbagai data transaksi yang sebelumnya belum tercatat maupun belum terklasifikasi dengan tepat berhasil diidentifikasi dan disusun kembali. Melalui proses tersebut, laporan keuangan BUMDes yang sebelumnya mengalami ketidakseimbangan (unbalanced) berhasil disesuaikan hingga kembali menunjukkan posisi yang seimbang (balance). Selain memperbaiki laporan yang telah ada, kegiatan ini juga memberikan pemahaman mengenai alur penyusunan laporan keuangan sehingga pengelolaan administrasi keuangan dapat dilakukan secara lebih efektif pada periode berikutnya.

Mahasiswa KKN-T IDBU-42 UNDIP

Sebagai luaran program, Eva menyusun Poster Panduan Teknis, Standarisasi, dan Tata Cara Penyusunan Laporan Keuangan BUMDes yang dirancang sebagai media pembelajaran praktis bagi pengurus BUMDes. Panduan tersebut memuat tahapan penyusunan laporan keuangan berbasis Excel, standar penggunaan nomor akun, tata cara pencatatan transaksi, serta penyusunan laporan yang sistematis sehingga dapat menjadi acuan dalam pengelolaan keuangan secara berkelanjutan.

Ibu Harsini selaku Bendahara BUMDes Sukorejo menyampaikan bahwa pendampingan yang diberikan sangat membantu proses penyusunan laporan keuangan. Menurut beliau, pemanfaatan Microsoft Excel secara lebih mendalam membuat proses pencatatan menjadi lebih mudah, cepat, dan rapi. Selain itu, penjelasan mengenai penggunaan nomor akun, penamaan akun, serta perhitungan akumulasi penyusutan aset tetap memberikan pemahaman baru yang sebelumnya belum diterapkan dalam penyusunan laporan keuangan BUMDes.

Melalui program ini, diharapkan BUMDes Sukorejo mampu menerapkan sistem pelaporan keuangan yang lebih akuntabel, transparan, dan berkelanjutan sehingga dapat meningkatkan kualitas tata kelola kelembagaan desa. Program ini juga mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) Desa, khususnya SDG 16 (Perdamaian, Keadilan, dan Kelembagaan yang Tangguh) melalui penguatan tata kelola dan akuntabilitas kelembagaan desa, serta berkontribusi terhadap SDG 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi) melalui peningkatan kapasitas pengelolaan BUMDes sebagai penggerak ekonomi masyarakat.



Editor:
Achmad Munandar
Jalan Lebih Baik, Desa Lebih Maju: Mahasiswa KKN UNDIP Susun RAB Aspal

Jalan Lebih Baik, Desa Lebih Maju: Mahasiswa KKN UNDIP Susun RAB Aspal

 



wirausahanesia.com - Mahasiswa KKN Tim I UNDIP berkontribusi dalam peningkatan infrastruktur desa dengan menyusun Rencana Anggaran Biaya (RAB) untuk proyek pembangunan aspal di Desa Somopuro, Kecamatan Jogonalan, Kabupaten Klaten. Program yang dilaksanakan pada tanggal 4 Februari 2025 ini menjadi langkah awal dalam upaya meningkatkan kualitas jalan desa demi menunjang kesejahteraan masyarakat.

Bagas Yoga Mahendra, mahasiswa Teknik Sipil, menginisiasi program ini karena melihat kondisi jalan desa yang memerlukan banyak perbaikan. Infrastruktur jalan yang layak sangat diperlukan untuk menunjang mobilitas masyarakat dalam sektor ekonomi, pendidikan, maupun sosial. “Akses jalan yang baik sangat penting bagi masyarakat, terutama dalam mendukung aktivitas ekonomi dan mobilitas sehari-hari. Oleh karena itu, kami berusaha menyusun RAB yang realistis,” ujar Bagas.

Sebagai langkah awal, mahasiswa KKN Tim I UNDIP melakukan survei langsung ke titik di desa yang membutuhkan perbaikan jalan dengan mengukur panjang, lebar, dan ketebalan jalan yang akan diperbaiki. Selain itu, dilakukan perhitungan kebutuhan material dan tenaga kerja yang diperlukan agar proyek ini dapat berjalan dengan efisien. Proses penyusunan RAB dilakukan melalui diskusi antara mahasiswa, aparat desa, dan tokoh masyarakat sehingga diperoleh data akurat mengenai kondisi jalan serta potensi sumber daya yang dapat dimanfaatkan. Kolaborasi ini bertujuan agar perencanaan yang dibuat sesuai dengan kebutuhan desa dan mampu direalisasikan dengan baik.

Program ini mendapat respon positif dari pemerintah desa. Kepala Desa Somopuro menyampaikan apresiasinya terhadap mahasiswa KKN yang telah membantu dalam penyusunan perencanaan pembangunan jalan. “Kami sangat mengapresiasi upaya mahasiswa KKN UNDIP. Penyusunan RAB ini sangat membantu untuk mengoptimalkan anggaran dalam proyek pembangunan aspal jalan desa Somopuro,” ungkapnya.

Setelah RAB selesai disusun, dokumen ini diserahkan kepada pemerintah desa sebagai dasar dalam upaya memperoleh dukungan dana untuk pembangunan jalan. Harapannya, proyek pembangunan aspal segera terealisasi sehingga masyarakat dapat menikmati jalan yang lebih baik dan nyaman. Selain itu, diharapkan dengan adanya kolaborasi dan sinergi antara mahasiswa, masyarakat, dan pemerintah, pembangunan infrastruktur desa dapat berjalan lebih cepat dan merata, membawa dampak positif yang berkelanjutan bagi warga.



Penulis : 
Bagas Yoga Mahendra

Editor :
Achmad Munandar
Edukasi dan Pelatihan Pengelolaan Keuangan Dasar untuk Pelaku UMKM dengan Aplikasi Pencatatan Keuangan (Buku Warung)

Edukasi dan Pelatihan Pengelolaan Keuangan Dasar untuk Pelaku UMKM dengan Aplikasi Pencatatan Keuangan (Buku Warung)

 



wirausahanesia.com - Puloharjo, 27 Januari 2025 – Dalam upaya meningkatkan literasi keuangan bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Kelurahan Puloharjo, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) mengadakan program “Edukasi dan Pelatihan Pengelolaan Keuangan Dasar untuk Pelaku UMKM dengan Aplikasi Pencatatan Keuangan (Buku Warung)”. Program ini bertujuan untuk membantu para pelaku UMKM dalam memahami pentingnya pencatatan keuangan yang baik serta memanfaatkan teknologi digital dalam pengelolaan keuangan mereka.

Kegiatan yang berlangsung pada tanggal 27 Januari 2025 ini menghadirkan sesi edukasi mengenai konsep dasar keuangan serta pelatihan langsung dalam penggunaan aplikasi Buku Warung, sebuah platform pencatatan keuangan digital yang mudah digunakan. Pelaku UMKM diajarkan cara mencatat pemasukan, pengeluaran, serta mengelola arus kas usaha mereka secara lebih efisien dengan aplikasi tersebut. Selain itu, peserta juga diberikan materi tentang pentingnya pencatatan transaksi harian untuk memudahkan perencanaan keuangan dan pengambilan keputusan bisnis.

Tim KKN menyampaikan bahwa salah satu tantangan utama bagi pelaku UMKM adalah kurangnya pencatatan keuangan yang rapi dan sistematis. “Banyak UMKM yang masih mencatat keuangan secara manual atau bahkan tidak mencatat sama sekali. Dengan adanya aplikasi Buku Warung, kami berharap mereka bisa lebih tertib dalam mengelola keuangan usaha sehingga dapat berkembang lebih baik,” ujarnya. Ia juga menambahkan bahwa penggunaan teknologi digital dalam pencatatan keuangan dapat membantu pelaku usaha lebih cepat dalam mengakses laporan keuangan serta menghindari kesalahan dalam pencatatan.





Sebagai output dari kegiatan ini, Tim KKN juga menyusun booklet edukasi yang berisi panduan praktis dalam melakukan pencatatan keuangan serta langkah-langkah menggunakan aplikasi Buku Warung. Booklet ini diharapkan dapat menjadi referensi bagi pelaku UMKM dalam mengimplementasikan pencatatan keuangan digital secara mandiri. Selain itu, booklet ini akan didistribusikan kepada peserta yang tidak sempat hadir agar mereka tetap bisa mendapatkan manfaat dari program ini.

Salah satu peserta pelatihan, Ibu Dewi, pemilik usaha Batik Ciprat Dewi di Kelurahan Puloharjo, mengungkapkan rasa terima kasihnya atas program ini. “Saya biasanya mencatat pemasukan dan pengeluaran hanya di buku biasa, kadang malah lupa. Dengan aplikasi ini, saya bisa lebih mudah melihat laporan keuangan usaha saya,” katanya. Ia berharap kegiatan seperti ini dapat terus dilakukan agar UMKM semakin maju.

Selain itu, Suaminya, seorang penjual gas di Kelurahan Puloharjo, juga menyampaikan apresiasinya terhadap pelatihan ini. “Saya baru pertama kali mengenal aplikasi Buku Warung, dan ternyata sangat membantu dalam mencatat keuangan bisnis saya. Sekarang saya bisa lebih mudah melihat keuntungan dan mengatur stok dengan lebih baik,” ujarnya. Menurutnya, program ini sangat bermanfaat karena memberikan solusi praktis yang dapat langsung diterapkan dalam bisnis.

Dengan adanya program ini, diharapkan UMKM di Kelurahan Puloharjo dapat semakin berkembang dengan pengelolaan keuangan yang lebih baik. Kegiatan ini juga menjadi wujud kontribusi nyata mahasiswa dalam mendukung pemberdayaan ekonomi masyarakat melalui edukasi dan pemanfaatan teknologi digital.



Editor:
Achmad Munandar
Breaking News Bukalapak Resmi Tutup Operasional Penjualan Produk Fisik Di Marketplace Kini Hanya Jual Produk Virtual

Breaking News Bukalapak Resmi Tutup Operasional Penjualan Produk Fisik Di Marketplace Kini Hanya Jual Produk Virtual




wirausahanesia.com - Awal tahun 2025 kabar mengejutkan datang dari salah satu startup ecommer terbesar di Indonesia yaitu Bukalapak. Bukalapak Resmi Menutup operasional penjualan produk fisik di marketplace mereka, kini bukalapak hanya menjual pulsa, voucher dll

Sebagai informasi Bukalapak masih menjadi IPO Terbesar sepanjang sejarah bursa efek sampai hari ini, dengan dana Rp 22 T.

Bukalapak.com (ditulis bukalapak) merupakan salah satu perusahaan perdagangan elektronik Indonesia. Perusahaan ini didirikan pada 2010 oleh Achmad Zaky, Nugroho Herucahyono, dan Muhamad Fajrin Rasyid sebagai lokapasar untuk memfasilitasi para pelaku Usaha Kecil dan Menengah (UKM). Kini, Bukalapak berkembang menjadi platform all commerce dengan ekspansi ke lini bisnis online to offline (O2O), business to business (B2B), finansial, dan logistik. 

Bukalapak memimpin penetrasi digital di kalangan warung di Indonesia dengan persentase mencapai 56% berdasarkan hasil studi Nielsen pada tahun 2022. Hingga Mei 2023, Bukalapak melayani sedikitnya 130 juta pengguna dan 16,8 Juta mitra UMKM, serta memproses rata-rata lebih dari dua juta transaksi harian. 

Saat ini, Bukalapak menjadi salah satu perusahaan e-commerce terbesar di Indonesia dan masuk ke dalam jajaran startup unicorn.  Penawaran umum perdana (IPO) pertamanya di Bursa Efek Indonesia pada 2021 menjadi yang terbesar sepanjang sejarah pasar modal Indonesia, yakni sebesar USD 1,5 miliar. 

Pada 7 Januari 2025, Bukalapak mengumumkan akan menutup layanan marketplace dan fokus pada penjualan produk virtual seperti pulsa, paket data, token listrik dan sebagainya.









Mahasiswi KKN UNDIP Ajarkan Pembukuan Sederhana bagi Para Pelaku Usaha

Mahasiswi KKN UNDIP Ajarkan Pembukuan Sederhana bagi Para Pelaku Usaha

 



wirausahanesia.com - Temanggung (06/07/2024) - Mahasiswi KKN TIM II Universitas Diponegoro Tahun 2024 melaksanakan Optimalisasi UMKM dalam aspek operasional pengelolaan keuangan sederhana.

Pemilik usaha yang ada di Desa Gedongsari dusun Gandok masih mengabaikan pencatatan keuangan dan pembukuan usaha. Hal tersebut dikarenakan pemilik usaha belum memiliki kemampuan dalam melakukan pencatatan yang baik dan benar, serta menganggap bahwa pencatatan keuangan dan pembukuan adalah hal yang rumit dan merepotkan, padahal pembukuan sangat penting dilakukan bagi suatu usaha untuk mengetahui kondisi keuangan usaha. Selain itu, pemilik usaha sering mencampur adukkan antara keuangan rumah tangga dan keuangan usaha. Tidak sedikit usaha yang mengalami kerugian dikarenakan tidak adanya pengelolaan keuangan yang memadai.
 





Berdasarkan permasalahan tersebut, Putri Julia Anggraini (21) yang merupakan salah satu Mahasiswi KKN Tim II Universitas Diponegoro Tahun 2024 mengadakan program " Optimalisasi UMKM dalam aspek operasional pengelolaan keuangan sederhana.” Di Desa Gedongsai Kecamatan Jumo, Kabupaten Temanggung. Kegiatan ini menyasar pada pelaku usaha yang belum melakukan pencatatan keuangan dan pembukuan, sehingga dengan adanya program ini akan memberikan pemahaman mengenai pentingnya pembukuan usaha dan tata cara melakukan pembukuan usaha yang baik dan benar. Pembukuan sederhana dapat dilakukan secara manual maupun dengan bantuan sistem.

Pembukuan dengan bantuan sistem dapat memanfaatkan aplikasi pembukuan yang mudah dipahami dan dioperasikan. Salah satunya yaitu Dengan Pembuatan buku sederhana secara manual, yang cara ini sangat mudah dilakukan dan dapat serta merta dipahami dengan baik. Dalam pembukuan kali ini berisi menu dan akun-akun pembukuan yang sering digunakan pada Usaha Mikro, Kecil, Menengah (UMKM). Selain itu, juga berisi panduan, keterangan dari tiap akun dan contoh pencatatan yang saya berikan dalam edukasi pembukuan sehingga mudah dipahami oleh pemilik usaha.
 





Pelaksanaan program optimalisasi UMKM dalam aspek operasional pengelolaan keuangan melaui  pembukuan dasar keuangan dilakukan secara langsung kepada pemilik usaha seperti pemilik usaha warung, jajan dan maupun usaha retail rumah tangga dilakukan secara door to door dikarenakan memiliki sektor usaha yang berbeda sehingga pelatihannya juga berbeda.
Kegiatan ini diawali dengan mengajarkan pembukuan yang sederhana dengan template pembukuan dasar agar mudah di pahami. Setelah itu, dilanjutkan dengan pemaparan materi akuntansi sederhana, dan tata cara penggunaannya untuk memudahkan pembukuan sederhana. 

Program ini mendapat respon yang positif dari para pemilik usaha di, Desa Gedongsari. Peserta pelatihan pembukuan sederhana sangat antusias untuk mempraktikkan secara langsung bagaimana menginput pencatatan keuangan sederhana hingga melihat laporan keuangan yang dihasilkan dari hasil pencatatan tersebut.

Program Optimalisasi UMKM dalam aspek operasional pengelolaan keungan melalui pembukuan dasar keuangaan di, Desa Gedongsari Dengan respon positif tersebut, diharapkan bahwa program edukasi dan pelatihan pembukuan sederhana untuk menguatkan manajemen pelaku usaha di kelurahan sadeng dapat bermanfaat dan diterapkan oleh para pemilik usaha sehingga keuangan usaha dapat terkelola dan terkontrol dengan baik.



Penulis : 
Putri Julia Anggraini

Editor:
Achmad Munandar
Sebagai Modal keberjalanan UMKM, Mahasiswa KKN TIM II UNDIP Tekankan Perlunya Modal Sosial dalam Mencapai Tujuan Bersama Suatu Bisnis

Sebagai Modal keberjalanan UMKM, Mahasiswa KKN TIM II UNDIP Tekankan Perlunya Modal Sosial dalam Mencapai Tujuan Bersama Suatu Bisnis

 



wirausahanesia.comPada Senin, 12 Agustus 2024, Mahasiswa KKN TIM II program studi Antropologi Sosial bernama Ahimsa Dhiya Kamilia meneliti modal sosial yang diterapkan pada UMKM Keripik Singkong Pak Haryoto di Desa Kalijambe, Kecamatan Sragi, Kabupaten Pekalongan. Kegiatan ini merupakan bagian dari program kerja monodisiplin yang dilaksanakan sesuai dengan keilmuannya. 

Luaran dari penelitian ini berupa flyer etnofotografi yang berisikan segala kegiatan dan interaksi yang terlaksana di dalam UMKM Keripik Singkong. Etnofotografi sendiri merupakan gambaran kebudayaan yang diberikan dengan jelas kepada pembaca melalui fotografi sebagai citra visual. Dalam konteks ini, sistem mata pencaharian hidup sebagai salah satu dari tujuh unsur kebudayaan digaris bawahi disini.

Singkat mengenai penjabaran etnofotografi, Pak Haryoto merupakan pemilik UMKM Keripik Singkong “Langgeng” yang telah dibangun sejak awal tahun 2000-an. Sistem kerja yang diterapkan fleksibel dan brayan dengan para pekerja untuk menciptakan rasa kekeluargaan yang erat. Menurut Pak Haryoto sebagai pemilik UMKM, “Pekerjaan yang didalamnya mencakup interaksi dengan orang lain memerlukan sikap adil yang tidak membuat masyarakat sungkan untuk mendekati karena didalam kelompok seperti ini ada orang yang saling membutuhkan satu sama lain.” tutur Pak Haryoto. Ia menambahkan bahwa budaya unggah ungguh, sopan santun dan rasa saling menghargai akan selalu dibutuhkan dalam masyarakat.





Modal sosial merupakan bagaimana suatu kelompok memerlukan kerjasama yang baik dari tiap anggota masyarakat supaya tercapai tujuan bersama, khususnya pada UMKM. Modal sosial bukanlah modal berupa harta kekayaan atau uang, namun merupakan aset atau modal nyata yang penting dalam hidup bermasyarakat berupa kemauan baik, rasa bersahabat, saling simpati, dan hubungan sosial yang erat pada suatu kelompok sosial. Dengan demikian, modal sosial yang terbangun melalui interaksi kekeluargaan dan prinsip kebudayaan melalui kebiasaan yang baik tidak hanya menciptakan iklim kerja yang positif tetapi juga mendorong keberlanjutan dan kesuksesan UMKM dalam jangka panjang.

Kini, dengan pola pikir tersebut, UMKM Keripik Singkong Pak Haryoto telah tersebar di wilayah Pekalongan, Pemalang, Batang, hingga Tegal selama puluhan tahun. Pada akhirnya, interaksi pada UMKM Keripik Singkong Pak Haryoto menjalankan modal sosial yang tidak hanya berorientasi pada kuantitas namun juga kualitas interaksi didalamnya. Hal ini pun perlu diterapkan pada UMKM lainnya. Flyer etnofotografi akan dipasang di Balai Desa sehingga siapapun yang berkunjung akan membaca dan menerapkan modal sosial yang telah diterapkan oleh UMKM Keripik Singkong Pak Haryoto.



Editor:
Achmad Munandar



Digitalisasi Pencatatan Pembukuan Keuangan Secara Sederhana Melalui Aplikasi Buku Warung Oleh Mahasiswa KKN Tim II Undip 2024

Digitalisasi Pencatatan Pembukuan Keuangan Secara Sederhana Melalui Aplikasi Buku Warung Oleh Mahasiswa KKN Tim II Undip 2024




wirausahanesia.com - Permasalahan yang dialami oleh kebanyakan pelaku UMKM di Desa Sidorejo adalah belum teroptimalisasinya pencatatan keuangan, pelaku usaha mengatakan kesulitan dalam melakukan pencatatan dikarenakan tidak adanya pendampingan dari perangkat desa terkait. Lebih lagi, telah sejak lama kepengurusan BUMDes tidak berjalan dikarenakan belum ada calon pengganti untuk menjadi ketua BUMDes Desa Sidorejo, Kabupaten Batang. 

Hal ini sangat disayangkan jika beberapa pelaku usaha yang sudah memiliki usaha namun tidak adanya edukasi dari perangkat desa mengenai pengelolaan secara maksimal. Maka dari itu, sebagai mahasiswa KKN yang ditempatkan di Desa Sidorejo melihat ini adalah salah satu permasalahan yang sebenarnya memiliki peluang untuk dituntaskan atau dioptimalkan. Salah satu cara yang paling mudah untuk dilakukan adalah sosialisasi dan pengenalan untuk pencatatan keuangan sederhana, mengingat pada zaman sekarang semua sudah serba digital, optimalisasi menggunakan aplikasi adalah solusi yang sederhana dan tepat untuk diterapkan.  

Kegiatan ini dilaksanakan pada hari Selasa, 6 Agustus 2024 di salah satu toko usaha obat-obat pertanian milik Mbak Agus. Berlokasi di Dusun Bendosari yang dimana mayoritas mata pencaharian penduduk adalah petani padi, petani melati, dan petani semangka. Pendampingan ini diberikan secara individu bertemu langsung dengan pelaku usaha, dilakukan dengan pemberian edukasi mendetail mengenai langkah-langkah yang harus dilakukan untuk melakukan pencatatan dengan disertai booklet yang berisi penjelasan secara rinci namun ringkas. 

Di Dusun Bendosari sendiri, hanya terdapat dua toko obat-obat pertanian yang dapat melengkapi kebutuhan petani. Namun, dikarenakan ada kendala maka dari itu hanya dilakukan pemberian edukasi terhadap salah satu pemilik usaha. Hasil dari kegiatan ini, pemilik usaha mengatakan merasa terbantu akan adanya program kerja ini dikarenakan pemberian materi mudah dipahami dan aplikasi yang dipilih juga sangat mudah untuk digunakan. 

Terdapat beberapa fitur yang dapat dimanfaatkan dari aplikasi Buku Warung, seperti pencatatan alur kas keuangan, pencatatan hutang dan piutang, dan pengelolaan stok barang. Dengan adanya aplikasi ini mahasiswa memanfaatkan untuk membantu pengoptimalan yang berfokus pada pengelolaan stok barang, dikarenakan banyaknya jumlah barang yang sering tidak diperhatikan atau dicatat oleh Mbak Agus. 

Pencatatan ini dilakukan guna untuk mengetahui sisa barang dan untuk memprediksi pembelian barang di masa yang akan mendatang. Sering juga, pelaku usaha lupa akan dana yang tertahan di pembeli atau bisa disebut piutang. Pengoptimalan performa dari usaha ini sangat dibantu dengan aplikasi Buku Warung. Aplikasi ini dengan mudah didapatkan melalui Google Play Store.



Editor:
Achmad Munandar
Sat Set!! Mahasiswa KKN Management Undip Sosialisasi QRIS Pada UMKM

Sat Set!! Mahasiswa KKN Management Undip Sosialisasi QRIS Pada UMKM




wirausahanesia.com - Dalam rangka program kerja mahasiswa KKN TIM II Universitas Diponegoro 2023/2024, Rafly Prasodjo Setiawan dari program studi Management IUP berinisiatif memberikan edukasi pendampingan  digital menggunakan sistem pembayaran online kepada para pelaku UMKM di Desa Suruh, Kec. Tasikmadu, Kab. Karanganyar. Kegiatan ini difokuskan pada pendampingan penggunaan pembayaran berbasis digital yang diharapkan dapat membantu masyarakat desa, terutama pelaku usaha kecil, dalam mengelola transaksi keuangan mereka. 

Program ini dilaksanakan pada 7 Agustus 2024 dengan melakukan kunjungan secara door to door ke beberapa UMKM guna memperkenalkan penggunaan transaksi melalui digitalisasi berbasis QRIS merupakan standar QR code system pembayaran yang dikembangkan oleh Bank Indonesia. Program ini dibuat karena melihat para pemilik UMKM di Desa Suruh masih banyak yang belum memahami cara melakukan pembayaran  secara digital dan sebagian besar dari mereka masih melakukan pembayaran secara manual menggunakan uang kertas.

Kegiatan program kerja ini dimulai dengan pengenalan dan pendampingan penggunaan pembayaran transaksi berbasiskan QRIS, dimulai dari proses penjelasan apa yang dimaksud QRIS, Benefit penggunaan QRIS bagi pemilik UMKM, manfaat QRIS bagi pembeli serta menjelaskan syarat apa saja yang dibutuhkan untuk membuat QRIS untuk para pemilik UMKM.

 


Dengan adanya system pembayaran melalui QRIS, pemilik UMKM dapat menghemat waktu dan praktis bahkan dapat mencatat transaksi keuangan, serta mengurangi risiko kesalahan pencatatan keauangan yang masuk ke rekening pemilik UMKM dan menghindari terjadinya uang palsu yang diterima oleh pemilik UMKM. Selanjutnya laporan keuangan yang dihasilkan melalui pembayaran QRIS dapat membantu para pelaku UMKM dalam memantau arus kas secara otomatis dan menjadi lebih sadar akan pentingnya pencatatan keuangan yang teratur dan pembayaran alternative yang semakin beragam.

Alhasil program ini berjalan dengan baik dan kondusif serta memberikan dampak positif bagi para pemilik UMKM. Diharapkan para pelaku UMKM di Desa Suruh dapat lebih mandiri dan bijak dalam mengelola keuangan mereka melalui aplikasi SiApik untuk menuju kesejahteraan yang lebih baik, sehingga terwujud kemajuan transaksi finansial secara digital di Desa Suruh.



Penulis: 
Rafly Prasodjo Setiawan (Managemnt IUP 2020)

DPL: 
Moh. Asadullah Hasan Al Asy’Arie S.H., M.Kn.

Lokasi KKN: 
Desa Suruh, Kecamatan Tasikmadu, Kabupaten Karanganyar

Editor:
Achmad Munandar