7 Ide Bisnis Modal Kecil Berbasis AI yang Viral di 2026 (Wajib Coba!)

7 Ide Bisnis Modal Kecil Berbasis AI yang Viral di 2026 (Wajib Coba!)

 
Ilustrasi ide bisnis modal kecil berbasis AI tahun 2026



wirausahanesia.com - Memasuki tahun 2026, wajah dunia kewirausahaan di Indonesia telah berubah total. Jika dulu teknologi AI (Artificial Intelligence) hanya dianggap sebagai alat bantu teknis, kini AI telah menjadi mitra bisnis utama bagi para pelaku UMKM.

Bagi Anda pembaca setia Wirausahanesia, kabar baiknya adalah: Anda tidak perlu menjadi ahli coding untuk memulai bisnis berbasis teknologi. Cukup dengan kreativitas dan kemampuan mengarahkan instruksi (prompting), Anda bisa membuka kran penghasilan baru.

Berikut adalah 7 ide bisnis modal kecil berbasis AI yang paling menjanjikan di tahun ini:

1. Jasa Konten Kreator "Auto-Pilot"
Banyak pemilik bisnis kuliner atau fashion yang tidak punya waktu membuat video TikTok atau Reels. Anda bisa menawarkan jasa pembuatan konten video pendek menggunakan alat AI seperti Sora atau Veo. Anda cukup memasukkan teks deskripsi, dan AI akan membuatkan visualnya.

Target Pasar: UMKM lokal dan Brand Owner.


2. Agensi Desain Interior Virtual
Dengan AI seperti Midjourney versi terbaru, Anda bisa menawarkan jasa konsultasi desain ruangan. Pelanggan cukup mengirimkan foto ruangan kosong, dan Anda bisa memberikan simulasi desain berbagai gaya (Scandi, Industrial, Japandi) dalam hitungan detik.


3. Penulis Artikel SEO Spesialis Niche
Meskipun banyak orang pakai ChatGPT, hasil yang "mentah" biasanya membosankan. Di sini peran Anda sebagai editor. Gunakan AI untuk riset, lalu poles dengan gaya bahasa manusia yang persuasif. Jasa ini sangat laku untuk mengisi konten blog perusahaan.


4. Jasa Voice Over AI untuk Iklan
Dulu, menyewa voice over profesional sangat mahal. Sekarang, dengan AI suara yang sangat natural, Anda bisa menawarkan jasa pengisian suara untuk iklan UMKM, narasi YouTube, hingga buku audio dengan biaya jauh lebih terjangkau.


5. Kursus Singkat "Prompt Engineering" untuk Emak-Emak
Jangan salah, para ibu rumah tangga yang jualan online pun butuh AI. Anda bisa membuka kelas Zoom singkat tentang cara menggunakan AI untuk membuat caption jualan yang menarik atau membalas chat pelanggan secara otomatis.


6. Jasa Edit Foto Produk Katalog
Ubah foto produk yang hanya diambil dengan HP menjadi sekelas foto studio menggunakan AI background remover dan generative fill. Ini adalah peluang besar bagi fotografer pemula.


7. Pembuatan Chatbot Customer Service UMKM
Banyak toko online kewalahan membalas DM. Anda bisa membantu mereka mengatur sistem chatbot cerdas (No-Code AI) yang bisa menjawab pertanyaan stok barang dan harga secara otomatis selama 24 jam.



Tips Agar Bisnis AI Anda Sukses

1. Jangan Bergantung 100% pada AI: Selalu berikan sentuhan manusia agar hasilnya terasa orisinal dan berkualitas tinggi.

2. Fokus pada Solusi: Jangan hanya jualan "jasa AI", tapi juallah "solusi untuk mempercepat pekerjaan pelanggan".

3. Portofolio di Media Sosial: Tunjukkan apa yang bisa Anda buat dengan AI melalui Instagram atau TikTok.


Tahun 2026 adalah waktu yang tepat untuk beralih dari cara lama ke cara yang lebih cerdas. Dengan modal di bawah 1 juta rupiah, Anda sudah bisa memiliki bisnis yang sangat relevan dengan kebutuhan pasar saat ini.

Bagaimana menurut Anda? Ide nomor berapa yang paling menarik untuk segera dieksekusi? Tulis pendapat Anda di kolom komentar di bawah ya!


Baca juga:

Pemberdayaan Masyarakat di Kelurahan Gunungpati Melalui Pengelolaan Limbah Organik Rumah Tangga Melalui Pembuatan Pakan Fermentasi

Pemberdayaan Masyarakat di Kelurahan Gunungpati Melalui Pengelolaan Limbah Organik Rumah Tangga Melalui Pembuatan Pakan Fermentasi



wirausahanesia.comPada hari Sabtu, 6 Februari 2026 bertempat di rumah Ketua RW 08 Kelurahan Gunungpati Kecamatan Gunungpati telah dilaksanakan kegiatan edukasi mengenai “Pemberdayaan Masyarakat di Kelurahan Gunungpati Melalui Pengelolaan Limbah Organik Rumah Tangga Melalui Pembuatan Pakan Fermentasi” yang diikuti oleh  pengurus RW, RT serta ibu PKK RW dan RT Kelurahan Gunungpati Kota Semarang.

Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pengetahuan kepada peserta dalam pemanfaatan limbah organik rumah tangga yang terbuang dengan pengolahan limbah organik melalui pembuatan pakan fermentasi. Pembuatan pakan fermentasi dapat dimanfaatkan menjadi pakan ternak khususnya pakan ternak unggas yang diberikan dengan kombinasi pakan komersial.

Kegiatan dilaksanakan dengan pemaparan mengenai pembuatan pakan fermentasi dan dilakukan praktek langsung cara pembuatan serta dipaparkan contoh hasil pembuatannya. Selanjutnya dilakukan dengan sesi tanya jawab yang disambut antusias oleh peserta.

Materi yang disampaikan oleh Adhitya Widya Firmansyah selaku mahasiswa KKN Tematik Universitas Diponegoro mengenai pembuatan pakan fermentasi dijelaskan langsung dan dipraktekkan cara pembuatan dan pemberian kepada ternak. Pakan fermentasi adalah pakan yang bahan bakunya difermentasi menggunakan mikroorganisme (bakteri/kapang/yeast) sehingga mengalami perubahan kimia dan fisik yang menguntungkan, seperti peningkatan kecernaan dan stabilitas. Limbah organik rumah tangga (sisa makanan, sayur, buah, dedaunan pekarangan) dicacah lalu dicampur dengan bahan tambahan seperti dedak/katul dan diinokulasi dengan bioaktivator (EM4, MOL, atau starter lain) yang dilarutkan dalam air dan sumber energi (molase/gula merah). Pakan fermentasi ini memiliki kelebihan luar biasa dalam pemanfaatan limbah organik, mulai dari sisa makanan hingga limbah sisa sayur dipasar dan dapat mengurangi pengeluaran biaya pakan untuk unggas dalam waktu yang sangat singkat.


Hal ini ditambahkan oleh Lilik Krismiyanto, S.Pt., M.Si. bahwa pembuatan pakan fermentasi untuk ayam kampung skala rumah tangga sangat penting karena mampu meningkatkan kualitas nutrisi dan kecernaan pakan dari bahan lokal yang sederhana. Proses fermentasi membantu menguraikan senyawa kompleks, menekan mikroorganisme patogen, serta memperbaiki aroma pakan sehingga lebih disukai ayam. Selain meningkatkan kesehatan pencernaan dan daya tahan tubuh ayam kampung, pakan fermentasi juga berperan menekan biaya produksi dan memanfaatkan limbah organik rumah tangga secara optimal. Dengan demikian, pakan fermentasi menjadi solusi praktis dan berkelanjutan dalam mendukung produktivitas ayam kampung serta ketahanan pangan keluarga.

Peserta tampak antusias mengikuti kegiatan ini dan aktif bertanya selama proses kegiatan berlangsung. Diharapkan melalui kegiatan ini, peserta dapat menerapkan pembuatan pakan fermentasi untuk mengurangi limbah organik rumah tangga serta memanfaatkan pakan fermentasi sebagai pakan ternak yang dapat diberikan secara langsung.

Kegiatan yang dilakukan oleh KKN Tematik 1  TIM 15 UNDIP  2026 dilaksanakan untuk mendorong masyarakat yang produktif dan mandiri dalam meningkatkan ketahanan pangan.


Editor:
Achmad Munandar
Mahasiswa KKN UNDIP Mengajak Ibu PKK Belajar Pembuatan Ekstrak Daun Stevia

Mahasiswa KKN UNDIP Mengajak Ibu PKK Belajar Pembuatan Ekstrak Daun Stevia

 


wirausahanesia.comPada hari Minggu 25 Januari 2026 bertempat di rumah RT 02 RW 08 Perbalan Gunungpati Semarang telah dilaksanakan kegiatan praktik pembuatan ekstrak daun stevia sebagai pemanis pengganti gula yang diikuti oleh peserta dari kalangan ibu PKK RT 02 RW 08 Kampung Perbalan Kelurahan Gunungpati Kota Semarang.

Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pengetahuan dan keterampilan kepada peserta dalam memanfaatkan tanaman Stevia dengan memanfaatkan pupuk organik cair (POC) dan  pupuk organik padat (Bokashi) dari limbah rumah tangga seperti limbah sayur, buah, airberas dan limbah peternakan seperti kotoran ayam kering. 

Kegiatan diawali dengan penjelasan materi mengenai manfaat ekstrak daun Stevia serta tahapan proses pembuatannya. Selanjutnya, peserta melakukan praktik langsung dengan mencampurkan bahan-bahan yang telah disiapkan dan melakukan proses ekstraksi secara sederhana.

Materi yang disampaikan Faisal Sepani sebagai narasumber mengenai pembuatan ekstrak daun Stevia sebagai pemanis pengganti gula nol kalori. Pemanis cair alami nol kalori yang terbuat dari ekstrak daun Stevia rebaudiana. Tingkat kemanisan 300 kali lipat dari gula pasir, produk ini aman untuk diet dan diabetes karena tidak meningkatkan gula darah. 

Keunggulan utama Stevia dibandingkan gula konvensional adalah kemampuannya memberikan rasa manis tanpa menyebabkan peningkatan kadar gula darah. Oleh karena itu, stevia banyak direkomendasikan sebagai alternatif pemanis bagi penderita diabetes, individu yang sedang menjalani program diet, serta masyarakat yang ingin menerapkan pola hidup sehat. 


Hal ini ditambahkan oleh Lilik Krismiyanto, S.Pt., M.Si. sebagai pendamping KKN bahwa pemanfaatan Stevia tidak hanya berorientasi pada kesehatan, tetapi juga memiliki nilai strategis dalam pemberdayaan masyarakat. Penanaman dan mengolah stevia secara mandiri, keluarga dapat mengurangi ketergantungan terhadap gula pasir sekaligus memanfaatkan sumber daya hayati yang ada di sekitar rumah. Dalam konteks program KKN, pengenalan Stevia menjadi langkah awal untuk mendorong kemandirian keluarga, pemanfaatan pekarangan, serta pengembangan potensi ekonomi berbasis tanaman herbal yang berkelanjutan.

Peserta tampak antusias mengikuti kegiatan ini dan aktif dalam berdiskusi. Diharapkan melalui kegiatan ini, peserta dapat menerapkan pembuatan ekstrak daun Stevia secara mandiri untuk mendukung pertanian berkelanjutan dan masyarakat yang mandiri.

Kegiatan yang dilakukan oleh   KKN Tematik 1  TIM 15 UNDIP  2026 dilaksanakan untuk mendorong masyarakat yang produktif dan mandiri dalam meningkatkan ketahan pangan.



Editor:
Achmad Munandar
Bisnis Lokal Sulit Ditemukan di Google Maps? Krona Digital Marketing Agency Jelaskan Cara Memanfaatkan Google Business Profile Pada 2026

Bisnis Lokal Sulit Ditemukan di Google Maps? Krona Digital Marketing Agency Jelaskan Cara Memanfaatkan Google Business Profile Pada 2026




wirausahanesia.com - Banyak pemilik bisnis lokal merasa sudah melakukan segalanya, seperti membuka toko fisik di lokasi strategis, memasang spanduk, aktif di media sosial, bahkan beriklan secara konvensional. Namun, satu pertanyaan tetap muncul: mengapa bisnis saya tetap sulit ditemukan oleh calon pelanggan di Google Maps?

Di era digital saat ini, perilaku konsumen telah berubah drastis. Ketika seseorang mencari restoran, bengkel, klinik, atau toko terdekat, langkah pertama yang dilakukan bukan lagi bertanya ke orang sekitar, melainkan membuka Google dan Google Maps kemudian melihat reviewsnya. Jika bisnis Sobat tidak muncul atau muncul tetapi kalah menarik dibanding kompetitor, maka peluang mendapatkan pelanggan baru bisa hilang begitu saja.

Di sinilah peran Google Business Profile (GBP) menjadi sangat krusial. Sayangnya, masih banyak bisnis lokal yang belum memahami cara memanfaatkan Google Business Profile secara strategis. Sebagai digital marketing agency yang berpengalaman lebih dari 12 tahun, Krona Digital Marketing Agency akan memberikan pandangannya mengenai cara memanfaatkan Google Business Profile untuk bisnis. 

Berikut adalah bahasan bagaimana Google Business Profile bekerja, mengapa bisnis lokal sulit ditemukan di Google Maps, dan langkah-langkah konkret untuk mengoptimalkannya agar benar-benar berdampak pada pertumbuhan bisnis.


Apa Itu Google Business Profile dan Mengapa Penting untuk Bisnis Lokal?


Google Business Profile adalah profil bisnis gratis dari Google yang memungkinkan pemilik usaha menampilkan informasi bisnis mereka di Google Search dan Google Maps. Informasi tersebut mencakup nama bisnis, alamat, jam operasional, nomor telepon, website, foto, ulasan pelanggan, hingga update aktivitas bisnis.

Bagi bisnis lokal, Google Business Profile bukan sekadar “profil tambahan”, melainkan aset digital utama. Ketika seseorang mengetikkan kata kunci seperti “coffee shop terdekat” atau “dokter gigi Jakarta Selatan”, Google akan menampilkan hasil berbasis lokasi. Bisnis dengan Google Business Profile yang optimal memiliki peluang jauh lebih besar untuk muncul di posisi teratas.

Lebih dari itu, Google Business Profile langsung mempengaruhi keputusan pelanggan. Calon pelanggan bisa melihat rating, ulasan, foto, dan jarak lokasi sebelum memutuskan datang atau menghubungi bisnis Sobat. Artinya, Google Business Profile bukan hanya alat visibilitas, tetapi juga alat konversi.


Mengapa Bisnis Lokal Sulit Ditemukan di Google Maps?

Banyak pemilik bisnis beranggapan bahwa cukup membuat website atau akun social media, maka bisnis otomatis akan muncul di internet. Kenyataannya, tidak sesederhana itu. Ada beberapa alasan umum mengapa bisnis lokal sulit ditemukan:

Pertama, profil bisnis tidak memiliki Google Business Profile account dan dioptimasi secara menyeluruh. Informasi yang tidak lengkap, deskripsi singkat yang asal-asalan, atau kategori bisnis yang tidak tepat dapat membuat Google kesulitan memahami relevansi bisnis Sobat.

Kedua, kurangnya aktivitas dan interaksi. Google cenderung memprioritaskan bisnis yang aktif, sering memperbarui informasi, mengunggah foto, dan merespons ulasan pelanggan.

Ketiga, minim ulasan dan reputasi online. Bisnis dengan rating rendah atau hampir tidak memiliki ulasan akan kalah bersaing dengan kompetitor yang terlihat lebih terpercaya.

Keempat, persaingan lokal yang semakin ketat. Banyak bisnis di area yang sama berlomba-lomba mengoptimasi Google Business Profile. Tanpa strategi, bisnis Sobat bisa tenggelam di antara kompetitor.


Cara Kerja Google Maps dalam Menampilkan Bisnis Lokal

Untuk memahami cara mengoptimasi Google Business Profile, penting memahami bagaimana Google Maps menentukan bisnis mana yang ditampilkan terlebih dahulu. Secara umum, ada tiga faktor utama:

Relevansi - Seberapa sesuai profil bisnis Sobat dengan kata kunci yang dicari pengguna. Ini dipengaruhi oleh kategori bisnis, deskripsi, dan konten dalam profil.

Jarak - Seberapa dekat lokasi bisnis dengan lokasi pencari. Faktor ini tidak bisa dimanipulasi, tetapi bisa dioptimalkan dengan memastikan alamat akurat.

Reputasi - Seberapa dikenal dan dipercaya bisnis Sobat, yang tercermin dari jumlah dan kualitas ulasan, rating, serta aktivitas profil.

Kesalahan umum pemilik bisnis adalah hanya fokus pada jarak dan berharap lokasi strategis cukup. Padahal, tanpa relevansi dan reputasi yang kuat, bisnis tetap sulit bersaing.


Langkah Dasar Mengoptimalkan Google Business Profile

Langkah pertama tentu adalah klaim dan verifikasi Google Business Profile. Tanpa verifikasi, Sobat tidak bisa mengontrol penuh informasi bisnis.

Setelah itu, pastikan semua informasi dasar diisi dengan lengkap dan konsisten, termasuk nama bisnis, alamat, nomor telepon, jam operasional, dan website. Konsistensi ini penting agar Google tidak menganggap data bisnis Sobat meragukan.

Pemilihan kategori bisnis juga sangat krusial. Pilih kategori utama yang paling merepresentasikan layanan inti Sobat, lalu tambahkan kategori pendukung jika relevan.

Deskripsi bisnis sebaiknya ditulis dengan jelas, informatif, dan mencerminkan keunikan bisnis, bukan sekadar formalitas.


Optimasi Google Business Profile untuk Meningkatkan Visibilitas

Optimasi lanjutan dimulai dengan penggunaan keyword lokal secara natural dalam deskripsi dan posting. Misalnya, bukan hanya “jasa servis AC”, tetapi “jasa servis AC rumah dan kantor di Jakarta Barat”.

Visual juga berperan besar. Unggah foto asli berkualitas tinggi: tampilan toko, interior, tim, produk, dan aktivitas sehari-hari. Foto yang menarik meningkatkan kepercayaan dan engagement.

Selain itu, manfaatkan fitur posting di Google Business Profile untuk membagikan promo, update, atau informasi penting. Ini menunjukkan bahwa bisnis Sobat aktif dan relevan.


Peran Ulasan dan Rating dalam Google Maps

Ulasan pelanggan adalah salah satu faktor paling berpengaruh dalam Google Maps. Rating tinggi dan ulasan positif tidak hanya meningkatkan kepercayaan calon pelanggan, tetapi juga membantu ranking lokal.

Strategi terbaik adalah meminta ulasan secara etis, misalnya setelah transaksi selesai atau layanan diberikan. Jangan membeli ulasan palsu karena berisiko merusak reputasi jangka panjang.

Yang tidak kalah penting adalah merespons ulasan, baik positif maupun negatif. Respons yang profesional menunjukkan bahwa bisnis Sobat peduli pada pelanggan.


Contoh Penerapan Google Business Profile untuk Bisnis Lokal

Banyak bisnis lokal berhasil meningkatkan kunjungan hanya dengan optimasi Google Business Profile. Misalnya, sebuah restoran yang sebelumnya hanya mengisi profil dasar, setelah rutin mengunggah foto menu, merespons ulasan, dan membuat posting mingguan, mengalami peningkatan kunjungan signifikan dari Google Maps.

Contoh lain adalah klinik atau jasa profesional yang menambahkan informasi layanan secara detail, sehingga lebih relevan dengan pencarian pengguna.

Dari studi kasus seperti ini, terlihat bahwa konsistensi dan strategi jauh lebih penting daripada sekadar memiliki profil.


Integrasi Google Business Profile dengan Strategi Digital Marketing Lainnya

Google Business Profile akan bekerja lebih optimal jika terintegrasi dengan strategi digital marketing lain. Website yang SEO-friendly membantu memperkuat relevansi, sementara media sosial meningkatkan brand awareness.

Iklan lokal (Google Ads berbasis lokasi) juga bisa mendukung visibilitas, terutama di area dengan persaingan tinggi. Integrasi ini membantu mengubah visibilitas menjadi leads dan penjualan nyata.


Kesalahan Umum dalam Mengelola Google Business Profile

Kesalahan paling umum adalah mengoptimasi sekali lalu ditinggalkan. Google Business Profile bukan aset statis, melainkan perlu dikelola secara berkelanjutan.

Kesalahan lain termasuk informasi tidak konsisten, mengabaikan ulasan, dan hanya fokus pada tampilan tanpa strategi.


Kapan Bisnis Lokal Membutuhkan Bantuan Profesional?

Jika bisnis Sobat sudah memiliki Google Business Profile tetapi tetap sulit muncul di Google Maps, atau hasilnya tidak berdampak pada penjualan, bisa jadi Sobat membutuhkan pendekatan yang lebih strategis.

Tanpa strategi yang tepat, Google Business Profile hanya menjadi pajangan digital, bukan alat pertumbuhan bisnis.


Mengubah Google Business Profile Menjadi Alat Pertumbuhan Bisnis Lokal

Menurut Dik Dik Fahruddin, Chief Digital Marketing Officer dan Founder Krona Digital Marketing Agency, Google Business Profile adalah peluang bagi bisnis lokal untuk bersaing secara digital, bahkan dengan budget terbatas. Namun, peluang ini hanya bisa dimaksimalkan dengan strategi yang tepat. Dengan pendekatan yang terarah, Google Business Profile dapat berubah dari sekadar profil menjadi mesin pertumbuhan bisnis lokal Sobat.
NusaQu Buka Peluang Jadi Peternak Digital: Investasi Cerdas di Dunia Peternakan Modern

NusaQu Buka Peluang Jadi Peternak Digital: Investasi Cerdas di Dunia Peternakan Modern

 



wirausahanesia.com -  Bogor, Indonesia - Menjadi peternak kini tak lagi harus punya lahan luas atau kandang sendiri. Di era digital, siapa pun bisa ikut mengembangkan dunia peternakan — dari mana saja. Inilah semangat baru yang dibawa oleh PT Nusa Sentosa Indonesia, atau dikenal dengan NusaQu, startup agritech yang tengah mengubah wajah industri peternakan di Indonesia.

Dipimpin oleh Nanang Sugiarto, NusaQu menghadirkan program Kemitraan Ternak, sebuah inovasi investasi modern yang memungkinkan masyarakat menjadi peternak digital hanya dengan berpartisipasi melalui sistem titip sapi. Program ini bukan sekadar peluang bisnis, tapi juga bentuk kolaborasi antara teknologi, peternakan, dan pemberdayaan masyarakat.


Dari Kandang ke Cloud: Lahirlah Era Peternak Digital

Selama ini, banyak orang ingin terjun ke dunia peternakan tapi terhambat oleh modal, lahan, atau pengalaman teknis. Melalui Kemitraan Ternak NusaQu, semua kendala itu bisa diatasi. Calon mitra cukup memilih paket investasi, lalu NusaQu akan mengelola seluruh proses peternakan — mulai dari pembelian sapi, perawatan, pemberian pakan, hingga penjualan hasil ternak.

Semua aktivitas ternak dipantau secara digital dan transparan melalui sistem berbasis data. Mitra bisa melihat perkembangan sapinya, laporan keuangan, hingga potensi bagi hasil secara langsung dari gawai mereka.

“Konsepnya sederhana: siapa pun bisa jadi peternak, tanpa harus turun langsung ke kandang,” ujar Nanang Sugiarto, Pimpinan NusaQu. “Kami ingin menghubungkan masyarakat urban dengan dunia peternakan secara aman, efisien, dan menguntungkan.”

 


Ekosistem Peternakan yang Terintegrasi

Keseriusan NusaQu terlihat dari ekosistem yang mereka bangun. NusaQu memiliki sejumlah unit usaha pendukung seperti Nusa Farm (pengelolaan peternakan sapi, kambing, dan domba), Nusa Feed (produksi pakan berkualitas tinggi), Nusa Meat (pengolahan dan distribusi hasil ternak), Nusa Waste (pengelolaan limbah ramah lingkungan), serta Nusa Research dan Nusa Academy (pusat riset dan pelatihan peternakan modern).

Sebagai pelengkap agritech pengembangan industri peternakan, NusaQu juga memiliki produk inovatif seperti VermiQu (pupuk organik), Biourine (pupuk cair organic), Kapsul Cacing (suplemen herbal alami), Konsentrat NusaFeed (pakan ternak berkualitas tinggi), dan ProbioQu (suplemen nutrisi ternak).

Dengan kandang utama di Tajurhalang, Kabupaten Bogor, serta enam kandang cabang di Jabodetabek, Bandung, Klaten, Jember dan Bali, NusaQu membangun sistem peternakan yang efisien, terukur, dan berstandar tinggi. Setiap kandang menjadi bagian dari jaringan kemitraan yang dikelola dengan sistem manajemen digital.


Investasi yang Bukan Sekadar Keuntungan

Lebih dari sekadar investasi, program ini menjadi sarana pemberdayaan peternak lokal. Melalui dana kemitraan, NusaQu mampu membuka lapangan kerja, meningkatkan kapasitas peternak, serta mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.

“Setiap sapi yang dititipkan bukan hanya menghasilkan keuntungan bagi mitra, tapi juga menjadi sumber rezeki bagi peternak di lapangan,” jelas Nanang. “Kami ingin membangun ekonomi yang berputar — dari mitra ke peternak, dari peternak kembali ke masyarakat.”

Dengan konsep ini, NusaQu menghadirkan model bisnis yang tak hanya menguntungkan secara finansial, tapi juga berdampak sosial dan berkelanjutan.


Peternakan Masa Depan Dimulai dari Sekarang

Melalui Kemitraan Ternak, NusaQu ingin menegaskan bahwa dunia peternakan bukan lagi sektor konvensional. Dengan kombinasi antara inovasi teknologi, transparansi data, dan nilai gotong royong, NusaQu membuka jalan menuju masa depan peternakan yang lebih modern, inklusif, dan terukur.

“Menjadi peternak kini cukup dengan satu klik,” tutup Nanang. “Kami percaya, masa depan agrikultur Indonesia akan lebih cerah jika semua orang punya kesempatan yang sama untuk berkontribusi.”



Editor:
Achmad Munandar
5 Tips Cuan Jadi Konten Kreator FB Pro, Salam Interaksi

5 Tips Cuan Jadi Konten Kreator FB Pro, Salam Interaksi

 


wirausahanesia.com - Suatu hari halaman beranda facebook saya memberi rekomendasi sebuah akun yang familiar karena nama dan foto profilnya menunjukkan orang yang saya kenal. 

Ia adalah teman semasa SMA saya, setelah beberapa tahun tidak aktif di facebook, kini nampaknya teman saya sudah jadi konten kreator fb pro seperti kebanyakan orang. 

Kesimpulan saya ini tidak datang begitu saja, dari berandanya yang dalam sehari setidaknya ada tiga postingan baru dengan variasi foto dan video serta komen-komennya yang selalu menyertakan key word khas, "Salam Interaksi". 

Begitulah kenyataan hari-hari ini, facebook yang dalam beberapa tahun terkhir mulai memudar pesonanya karena tergeser oleh popularitas Instagram, Youtube dan TikTok serta dianggap sebagai sosial media kaum tua dan orang desa, kini menjelma menjadi sosial media yang ramai kembali oleh pemburu dollar Meta. 

Yup, kini pengguna facebook bisa menghasilkan uang layaknya Youtube. Pengguna dengan beberapa kriteria seperti minimal jumlah pengikut dan tayangan bisa mendapatkan bayaran lewat bagi hasil tayangan iklan yang diselipkan di tengah-tengah konten seperti Youtube. 

Skema lain lewat Gift ala TikTok juga jadi peluang, pengguna yang mendapatkan hadiah bisa menukarnya dengan uang setelah memenuhi minimal nominal tertentu. 

Skema ini mendadak mendongkrak  kembali popularitas Facebook yang tadinya sudah dianggap usang. Berbeda dengan Youtube, IG atau TikTok yang didominasi pengguna usia muda, facebook jadi anomali karena kreatornya berasal dari kalangan menengah bawah dan rata-rata orang desa. 

Satu sisi hal ini menghadirkan konten-konten yang unik dan apa adanya, namun dalam beberapa hal seperti kelayakan kadang juga perlu diperhatikan. 

Karena tuntunan membuat konten sebanyak-banyaknya, ada kesan apapun jadi konten, padahal kadang ada hal-hal yang seharusnya tidak perlu dan tidak boleh dijadikan konten karena batasan norma, etika dan hukum yang berlaku. 

Nah kembali ke judul awal, apa dong tipsnya agar bisa cuan dari bikin konten di fb pro? ini dia jawabannya: 


1. Buat konten otentik
Tak perlu meniru orang lain atau mengikuti tren yang kadang tidak bermutu, buatlah konten yang otentik sesuai kepribadian sobat. 

Katakanlab sobat adalah petani dalam kehidupan sehari-hari, buatlah konten tentang dunia pertanian. 

Tidak usah ndakik-ndakik cukup hal-hal sederhana yang selama ini sudah dilakukan. 


2. Buat konten yang evergreen
Artinya buatlah konten yang tidak basi dimakan waktu, masih bisa dinikmati pengikut sobat meski sudah berlalu momennya. 

Ciri konten evergreen seputar tips dan trik melakukan sesuatu atau sharing hal bermanfaat lainnya.


3. Jauhi konten provokatif dan kontroversial
Tidak perlu senggol sana senggol sini, anteng saja dengan ciri khas sobat. Tak perlu jadi kontroversi, mengundang hujatan untuk jadi viral apalagi berbau provokasi yang bisa memicu konflik. 

Mungkin sobat bakal dapat viralitas namun percayalah konflik yang timbul dan gesekan yang terjadi tidak sebanding dengan dollar yang sobat terima.


4. Konsisten
Tips paling paten untuk semua pembuat konten adalah konsistensi. Banyak yang gagal di tengah jalan karena tidak mampu bertahan dan konsisten menyerah sebelum mendapatkan hasil yang dikejar. 

Karena butuh konsistensi untuk jadi konten kreator maka kembali lagi dibutuhkan kejujuran dan ke-otentikan dalam membuat konten.


5. Pandai mengelola hasil dari ngonten
Kemudahan mendapat cuan dari menjadi seorang konten kreator bisa jadi sebab orang kaget dalam mengelola cuan yang didapat. 

Jadi sobat harus lebih bijaksana dalam mengelola hasil yang didapat jangan sampai karena gampang mendapatkannya juga gampang dalam membelanjakannya. 

Ingat, bisnis digital sangat fragile mudah sekali terjadi perubahan dalam sekejap. Hari ini konten-konten sobat bisa dapat ribuan views dan ratusan dollar dalam waktu singkat karena banyak hal bisa hilang dalam semalam. 

Resiko banned, hak cipta, hacking hingga perubahan regulasi dan kelanjutan bisnis oleh pemilik aplikasi serta perubahan tren bisa jadi sebab berubahnya peruntungan para pengadu nasib di sosial media. 

So, saran bijak dari saya selagi dapat cuan mudah dari usaha digital salurkanlah lewat usaha real di dunia nyata, sehingga jika terjadi sesuatu setidaknya masih ada usaha real yang menyelamatkan. 

Pepatah bijak mengatakan, "taruhlah telur di keranjang yang berbeda, agar jika satu keranjang pecah, masih ada telur di keranjang yang lain". 

Oke itu tadi sobat wirausahanesia, postingan kita kali ini tentang 5 Tips Cuan Jadi Konten Kreator FB Pro, Salam Interaksi, semoga bermanfaat sampai jumpa.


Penulis
Nandar
5 Peluang Bisnis MBG untuk Masyarakat Di Desa

5 Peluang Bisnis MBG untuk Masyarakat Di Desa

 



wirausahanesia.com - Pemerintahan era presiden Prabowo telah melaksanakan program unggulan bernama Makan Bergizi Gratis atau MBG yaitu pemberian makan gratis untuk siswa dari jenjang SD, SMP hingga SMA sederajat. 

Anggaran program ini sangat besar, budget per menu kisaran 10.000-15.000 per porsi dan konon dalam sehari membutuhkan dana hingga 1 Triliun untuk seluruh Indonesia. 

Adanya program ini bisa jadi peluang bagi sobat yang tinggal di desa, apa saja? ini dia daftarnya: 

1. Menjadi suplier bahan pangan MBG
Dengan kebutuhan harian yang besar dan berlangsung secara terus menerus, sobat bisa menjadi suplier bahan pangan MBG. Misalnya gula, telur, minyak, tepung beras dan lain sebagainya.


2. Menjadi pemasok bahan sayur dan buah
Selain bahan pangan di atas, sobat juga bisa menjadi pemasok bahan sayur mayur dan buah yang juga wajib ada di menu MBG.


3. Jual peralatan MBG
Peralatan MBG ada yang sekali beli untuk digunakan dalam waktu lama, namun ada juga yang kebutuhannya harian misalnya sendok dan garpu plastik, tisu dan printilan lainnya.  Kebutuhan seperti ini bisa jadi peluang tersendiri patut dicoba menjualnnya.


4. Menjadi Dapur MBG
Secara proses mungkin lebih rumit karena untuk menjadi Dapur MBg harus punya yayasan dan mendaftar serta di acc oleh BGN. 

Namun dengan kebutuhan MBG yang besar tidak menutup kemungkinan katering sekala rumahan kelak bakal jadi mitra program pemerintah ini.


5. Jasa antar jemput dan cuci alat MBG
Selain dapur yang digunakan untuk memasak, bahan dan peralatan kebutuhan akan transportasi pengantaran MBG juga akan ada pemintaan. 

Selain itu juga pekerjaan seperti cuci peralatan dan kebersihan nampaknya bakal jadi kebutuhan juga di masa mendatang dan bisa jadi peluang.


Oke demikian tadi sobat wirausahanesia postingan kita kali ini tentang 5 Peluang Bisnis MBG untuk Masyarakat Di Desa. Semoga bermanfaat sampai jumpa.


Penulis
Nandar
Peluang 5 Bisnis Saat Musim Hajatan dan Kondangan Di Desa

Peluang 5 Bisnis Saat Musim Hajatan dan Kondangan Di Desa

 



Wirausahanesia.com - Dalam kalender Jawa dikenal "Tahun Dudo" atau Tahun Duda sebuah tahun dimana sebaiknya tidak menggelar hajatan pernikahan dan sunatan (khitan). 

Selama setahun penuh di tahun duda masyarakat tidak akan menggelar pesta hajatan, walau kadamg masih ada beberapa yang menggelar hajatan sunatan. 

Nah tahun 1447 H ini yang bertepatan dengan 2025 sudah berlalu tahun duda, jadi kalau di desa sobat terutama area Jawa Tengah banyak yang menggelar hajatan pernikahan bisa dibilang wajar. 

Kembali ke judul, musim hajatan ini membawa peluang usaha yang bisa sobat ambil untuk jadi ladang rejeki. 

Apa saja? berikut daftarnya;

1. Usaha Jasa Cetak Undangan
Setiap hajatan pasti akan membutuhkan undangan. Tidak perlu yang elit dan mewah cukup berbahan kertas HVS, BC atau Art Paper (CTS) dan Art Carton (Ivory) sudah cukup bagi masyarakat di desa. 

Alasannya karena butuhnya banyak, minimal dalam sekali hajatan bakal mengundang 1.000 tamu yang artinya butuh 1.000 lembar undangan. 

Katakanlah setiap lembar undangan untung 500 perak, setiap satu hajatan bisa untung Rp500.000 bayangkan jika dalam sebulan ada 10 orang yang menggelar hajatan, 5 juta sudah siap masuk kantong.

Pake saja aplikasi Canva yang sudah tersedia banyak template tinggal edit sesuai kebutuhan.


2. Usaha Roti untuk Undangan Hajatan
Selanjutnya adalah roti, dari yang jenis sobek dengan aneka isian, brownies hingga bolu. 

Dengan kisaran harga 8.000-15.000 per bungkus roti kini jadi pilihan paling sering untuk hantaran undangan hajatan atau di desa biasa dikenal dengan besek. 


3. Penyewaan Tratak, Meja Kursi Hajatan
Berikutnya penyewaan tratak, meja kursi, sound sistem dan perabot hajatan juga jadi primadona. 

Yang perlu dobat catat kalau mau terjun di bisnis ini adalah modal yang tidak sedikit dan kru yang harus siap kerja keras. Apalagi jika dalam satu waktu ada lebih dari satu acara bersamaan harus punya double perlengkapan dan tim yang siap bekerja ekstra. 

Soal peluang keuntungan tentu sangat manis, minimal dalam sekali hajatan bisa mengantongi uang sewa 2.000.000 hingga puluhan juta tergantung sekala pestanya.


4. Jasa Make Up dan Wedding Organizer
Jasa ini sangat populer saat ini, kalau dulu hanya dibutuhkan saat acara pernikahan, kini juga dibutuhkan saat acara tunangan jadi peluangnya semakin lebar.


5. Jasa Pawang Hujan
Mungkin bagi sobat agak nyleneh, namun percayalah belum banyak yang menyediakan jasa penangkal hujan ini. 

Siapapun yang mengadakan hajatan pasti ingin cuaca cerah setidaknya hingga acara utama usai. Jadi jasa pawang hujan akan sangat dibutuhkan agara acara berjalan lancar terutama di musim hujan. 

Demikian tadi sobat wirausahanesia postingan kita kali ini tentang Peluang 5 Bisnis Saat Musim Hajatan dan Kondangan Di Desa, semoga bermanfaat sampai jumpa.


Penulis
Nandar
UMKM Genuk Naik Kelas: Pendampingan Promosi Digital oleh Mahasiswa KKN UPGRIS

UMKM Genuk Naik Kelas: Pendampingan Promosi Digital oleh Mahasiswa KKN UPGRIS

 


wirausahanesia.com - Kabupaten Semarang – Mahasiswa Kelompok 14 KKN Tematik Universitas PGRI Semarang (UPGRIS) memberikan pendampingan promosi kepada sejumlah pelaku UMKM di wilayah Kelurahan Genuk, Ungaran Barat. Kegiatan ini dilakukan secara bertahap selama tiga hari berbeda dengan fokus pada tiga UMKM lokal, yakni Papa Singkong, Selat Solo Mami Andu, dan Rumah Produksi Tempe Pak Tamrin.

Pendampingan dilakukan melalui beberapa tahapan. Tahap pertama berupa wawancara, di mana mahasiswa KKN mengenal lebih dekat usaha para pelaku UMKM, mulai dari sejarah, produk, hingga strategi penjualan. Tahap kedua, pendampingan pembuatan promosi, dilakukan dengan menyusun konsep, melakukan pengambilan gambar, serta pengolahan video promosi. Tahap terakhir, pengunggahan video ke media sosial, bertujuan memperluas jangkauan pasar dan memperkenalkan produk UMKM kepada masyarakat luas.

Pendampingan pertama dilakukan pada Kamis (4/9/2025) di UMKM Papa Singkong, dengan pembuatan video promosi yang menampilkan proses produksi serta daya tarik olahan singkong yang khas. Selanjutnya pada Sabtu (13/9/2025), mahasiswa KKN mendampingi UMKM Selat Solo Mami Andu di Genuk, membuat video promosi yang menonjolkan kelezatan kuliner tradisional khas Solo tersebut.

Kegiatan berlanjut pada Minggu (21/9/2025) di Rumah Produksi Tempe Pak Tamrin. Mahasiswa membantu membuat konten promosi berupa video yang menampilkan proses pembuatan tempe serta kualitas produk yang dihasilkan, dengan pembuatan konten video yang menampilkan proses pembuatan tempe, kualitas produk, sekaligus penyampaian rencana pembuatan banner nama usaha untuk memperkuat branding. 

Pendampingan ini diharapkan dapat membantu UMKM di Genuk semakin dikenal masyarakat luas melalui promosi digital, sehingga produk mereka bisa bersaing dan terus berkembang.

Para pelaku UMKM menyambut baik kegiatan ini. Mereka menilai dukungan mahasiswa sangat membantu dalam memanfaatkan media sosial sebagai sarana pemasaran yang efektif dan terjangkau. Kegiatan ini sekaligus menjadi bagian dari kontribusi nyata mahasiswa KKN UPGRIS dalam mendukung pemberdayaan ekonomi masyarakat melalui pemanfaatan teknologi digital.

Maju terus UMKM Genuk!



Editor:
Achmad Munandar
Tim 36 KKN UNDIP Sosialisasikan dan Praktikkan BUDIKDAMBER untuk Perkuat Ketahanan Pangan Bersama Ibu-Ibu KWT Desa Kebondowo

Tim 36 KKN UNDIP Sosialisasikan dan Praktikkan BUDIKDAMBER untuk Perkuat Ketahanan Pangan Bersama Ibu-Ibu KWT Desa Kebondowo



Wirausahanesia.comBanyubiru, 26-27 Juli 2025 – Dalam rangka mendukung ketahanan pangan masyarakat desa, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tim 36 Universitas Diponegoro mengadakan kegiatan sosialisasi dan praktik Budidaya Ikan Dan Sayuran Dalam Ember atau Budikdamber yang difokuskan bagi ibu-ibu Kelompok Wanita Tani (KWT) Desa Kebondowo, Kecamatan Banyubiru, Kabupaten Semarang. Program ini menjadi salah satu bentuk pengabdian kepada masyarakat yang memadukan pendekatan edukasi dan praktik langsung, sehingga peserta tidak hanya memahami teori, tetapi juga mampu menerapkannya secara mandiri di rumah.

Kegiatan berlangsung selama dua hari, yaitu pada 26 dan 27 Juli 2025. Kegiatan ini diawali dengan sosialisasi terlebih dahulu sebelum masuk ke tahap praktik secara langsung. Dalam tahap sosialisasi, tim KKN memperkenalkan konsep Budidaya Ikan dan Sayuran dalam Ember (Budikdamber) sebagai teknik sederhana, tetapi efektif untuk memanfaatkan lahan sempit menjadi sumber pangan bergizi. Penjelasan meliputi latar belakang perlunya budikdamber, keunggulan metode ini, serta sistematika pelaksanaannya. Ibu-ibu KWT diajak untuk memahami bahwa metode ini mampu menghasilkan ikan lele dan sayuran seperti kangkung secara bersamaan, dengan perawatan yang relatif mudah dan biaya yang terjangkau.

Anggota Tim 36 juga memaparkan manfaat dari budikdamber. Dari sisi ketahanan pangan, metode ini memastikan ketersediaan sumber protein dan vitamin di tingkat rumah tangga. Dari sisi ekonomi, hasil panen dapat dikonsumsi sendiri maupun dijual, sehingga berpotensi menambah pendapatan keluarga. Selain itu, sistem ini ramah lingkungan karena memanfaatkan siklus alami antara ikan dan tanaman, di mana limbah ikan menjadi nutrisi bagi tanaman, sementara tanaman membantu menjaga kualitas air bagi ikan.

Kegiatan berlanjut dengan praktik langsung yang diikuti secara antusias oleh ibu-ibu KWT. Tim KKN memandu tahap demi tahap pembuatan budikdamber, mulai dari persiapan wadah, pengisian air, pemberian garam untuk menstabilkan pH air, pemberian EM4 untuk menjaga kualitas air, penempatan bibit lele, hingga penataan media tanam kangkung menggunakan rockwool dan cup plastik. Seluruh proses dilakukan menggunakan peralatan yang telah disiapkan, yakni ember berkapasitas 80 liter, bibit lele sehat, EM4, air bersih, kangkung, rockwool, cup plastik, dan garam ikan untuk menjaga kesehatan ikan.

Suasana kegiatan berlangsung hangat. Banyak ibu-ibu KWT yang aktif bertanya, terutama terkait cara pemberian pakan, waktu panen, dan cara menjaga agar ikan tetap sehat. Beberapa ibu-ibu KWT bahkan mencatat langkah-langkah yang dijelaskan, dengan harapan bisa langsung mempraktikkan di rumah masing-masing. 

Tim 36 KKN UNDIP berharap kegiatan ini tidak berhenti pada pelatihan saja, tetapi juga dapat memicu inisiatif lanjutan di kalangan warga. Budikdamber diharapkan dapat menjadi salah satu program unggulan KWT dalam memberdayakan anggotanya, sekaligus menjadi langkah konkret dalam mewujudkan desa yang lebih mandiri pangan.

Melalui kolaborasi antara mahasiswa dan masyarakat, kegiatan ini membuktikan bahwa inovasi sederhana seperti budikdamber mampu memberikan dampak positif yang nyata. Bukan hanya memberikan pengetahuan baru, tetapi juga membuka peluang ekonomi, memperkuat rasa kebersamaan, dan menumbuhkan kesadaran akan pentingnya mengelola sumber daya secara berkelanjutan. Dengan semangat gotong royong dan komitmen bersama, Desa Kebondowo diharapkan dapat menjadi contoh bagi desa-desa lain dalam mengembangkan ketahanan pangan berbasis potensi lokal.



Editor:
Achmad Munandar
Penguatan Branding dan Pemasaran Digital UMKM melalui Optimalisasi Sosial Media dan E-Commerce - TIM KKNT 106

Penguatan Branding dan Pemasaran Digital UMKM melalui Optimalisasi Sosial Media dan E-Commerce - TIM KKNT 106

 



wirausahanesia.comProgram Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Universitas Diponegoro merupakan salah satu bentuk pengabdian kepada masyarakat yang memberikan kesempatan bagi mahasiswa untuk mengaplikasikan ilmu pengetahuan secara langsung di lapangan. Kegiatan KKN Tematik ini dilaksanakan di Desa Branjang, Kecamatan Ungaran Barat, Kabupaten Semarang, yang berlangsung dari tanggal 5 Mei hingga 21 Juni 2025. Tim mahasiswa dari Jurusan Manajemen Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Diponegoro terlibat dalam program kerja bertema “Optimalisasi Sosial Media dan E-Commerce untuk UMKM Sigur.id,” yang merupakan bagian dari kegiatan KKN-T 106.

UMKM Sigur.id adalah usaha mikro yang bergerak di bidang produk kreatif dan kerajinan tangan berbasis bahan kayu dan resin. Meskipun memiliki potensi pasar yang besar, UMKM ini menghadapi berbagai tantangan dalam hal promosi, konsistensi branding, dan pemanfaatan platform digital secara efektif. Oleh karena itu, melalui program KKN ini, tim mahasiswa bertujuan untuk menguatkan strategi branding dan pemasaran digital guna mendukung pertumbuhan bisnis secara berkelanjutan.

Kegiatan yang dilakukan mencakup beberapa tahapan strategis. Pertama, tim melakukan analisis kondisi media sosial dan e-commerce Sigur.id untuk mengidentifikasi kelemahan serta peluang yang dapat dioptimalkan. Analisis ini meliputi evaluasi tampilan profil media sosial, konsistensi konten, serta pemanfaatan fitur-fitur seperti TikTok Shop dan Instagram Shopping.

Pada tanggal 5 Mei 2025, Azmi Dzakia Khadijah, mahasiswi Manajemen Universitas Diponegoro, melakukan analisis awal terhadap kondisi media sosial dan platform e-commerce Sigur.id. Analisis ini bertujuan untuk mengidentifikasi kelemahan dan peluang yang dapat dioptimalkan. Melalui wawancara mendalam dengan pemilik Sigur.id, yang akrab disapa Mas Janu, Azmi mengeksplorasi kondisi profil media sosial perusahaan, konsistensi konten, serta pemanfaatan fitur-fitur seperti TikTok Shop dan Instagram Shopping. Evaluasi menyeluruh ini menjadi langkah pertama dalam meningkatkan kehadiran online dan strategi e-commerce Sigur.id

 
Berdasarkan laporan kondisi aktual Sigur.id, tim mahasiswa kemudian menyusun konsep brand image yang sesuai dengan identitas produk lokal Sigur.id. Konsep ini diterjemahkan dalam bentuk visual branding, meliputi desain logo, pemilihan warna, tone desain, serta gaya komunikasi konten. Langkah ini bertujuan untuk menciptakan identitas yang kuat, profesional, dan mudah dikenali oleh konsumen digital.

Pada kunjungan kedua (17/5), Sarasifa Mashia Hermawanputri, mahasiswi program studi Manajemen Universitas Diponegoro, melaksanakan eksekusi foto produk sesuai dengan konsep yang telah disusun oleh tim e-commerce. Eksekusi foto ini bertujuan untuk mengoptimalkan tampilan e-commerce Sigur.id, agar lebih menarik dan sesuai dengan brand image yang telah dikembangkan.

Dalam aspek operasional, mahasiswa juga membantu membuat kalender konten untuk media sosial selama satu bulan ke depan, serta melakukan produksi ulang konten foto dan video produk untuk kebutuhan katalog dan promosi digital. Konten yang dibuat mengusung pendekatan storytelling, edukasi produk, dan testimoni konsumen untuk membangun kepercayaan calon pembeli. Kirana Viana, mahasiswi Manajemen Universitas Diponegoro, pada kunjungan ketiga (25/5) memandu pengambilan konten promosi untuk media sosial Sigur.id.

Pada kunjungan terakhir (16/6), mahasiswa melakukan pelatihan ringan penggunaan TikTok Shop, mulai dari cara upload produk, menyusun deskripsi yang menarik, hingga strategi penentuan harga dan promosi. Dengan pendekatan pendampingan langsung, mitra UMKM lebih mudah memahami teknis penggunaan platform digital.

Kegiatan ini menjadi bentuk nyata implementasi ilmu manajemen, khususnya dalam bidang manajemen pemasaran digital, perilaku konsumen, dan strategi merek. Mahasiswa dituntut untuk menerapkan pendekatan yang terstruktur dan berbasis data dalam membantu mitra mengelola bisnisnya secara modern dan adaptif terhadap perkembangan zaman.

Dari kegiatan ini, terlihat bahwa kolaborasi antara ilmu akademik dan praktik lapangan mampu memberikan dampak positif. Tidak hanya bagi mitra UMKM yang terbantu dalam meningkatkan eksistensi digital mereka, tetapi juga bagi mahasiswa yang memperoleh pengalaman langsung dalam memecahkan masalah riil di masyarakat.

Dengan demikian, KKN Tematik UNDIP bukan sekadar program pengabdian, tetapi juga menjadi wahana strategis untuk mencetak lulusan yang adaptif, solutif, dan siap berkontribusi dalam pembangunan ekonomi kerakyatan berbasis digital. Penguatan branding dan pemasaran digital menjadi kebutuhan yang tidak dapat diabaikan oleh UMKM. Melalui optimalisasi sosial media dan e-commerce, Sigur.id memberikan solusi nyata untuk mendukung pertumbuhan UMKM yang lebih adaptif, inovatif, dan kompetitif. Inisiatif ini sejalan dengan visi Indonesia menuju ekonomi digital yang inklusif dan berkelanjutan, di mana UMKM menjadi tulang punggungnya.



Penulis : 
Azmi Dzakia Khadijah
Sarasifa Mashia Hermawanputri
Kirana Viana


Editor:
Achmad Munandar
Digitalisasi Pelayanan Publik: Inovasi Panel LED dan Media Informasi oleh Mahasiswa KKN-T IDBU UNDIP TIM 55 di Kelurahan Tlogosari Kulon

Digitalisasi Pelayanan Publik: Inovasi Panel LED dan Media Informasi oleh Mahasiswa KKN-T IDBU UNDIP TIM 55 di Kelurahan Tlogosari Kulon

 


wirausahanesia.comSemarang - Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) IDBU Universitas Diponegoro (UNDIP) Tim 55 menyerahkan hasil inovasi digitalisasi pelayanan publik kepada pihak Kelurahan Tlogosari Kulon, Kecamatan Pedurungan, Kota Semarang, pada Rabu (9/7). 

Pelayanan publik di kelurahan kini dituntut lebih transparan dan efisien seiring pesatnya perkembangan teknologi dan kebutuhan informasi yang cepat. Namun, masih banyak yang menggunakan sistem manual seperti pencatatan tangan dan papan informasi statis, termasuk di Kelurahan Tlogosari Kulon. Hal ini menyebabkan pelayanan berjalan kurang efektif dan sulit dipantau. 

Menjawab tantangan tersebut, Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) IDBU Universitas Diponegoro (UNDIP) Tim 55 Kelompok 4 dalam Multidisiplin 2 menghadirkan inovasi teknologi sederhana dan fungsional melalui program unggulan bertajuk Digitalisasi Layanan Publik. Program ini mencakup pembuatan Panel Display LED Counter Statistik Layanan dan Waktu serta penyediaan media informasi berbasis QR code untuk mendukung transparansi dan kemudahan akses informasi pelayanan di kelurahan.



Di bawah bimbingan Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) yaitu Evi Setiawati, S.Si., M.Si., F.Med serta DPL kelompok 4 yaitu Ari Bawono, S.Si., M.Si. Inovasi ini dirancang mahasiswa untuk meningkatkan transparansi dan efisiensi pelayanan publik. Panel LED dipasang di ruang pelayanan guna menampilkan data jumlah layanan dan durasi pelayanan secara real-time, sehingga memudahkan monitoring oleh staf kelurahan. Tidak hanya itu, warga pun merasa lebih terbantu dalam mengakses informasi secara mandiri. 

Proses pembuatan dilakukan secara bertahap, mulai dari desain fisik panel, konsultasi teknis, perakitan modul, hingga pemrograman sistem dan uji coba alat. Untuk memastikan alat tetap berfungsi dengan baik setelah masa KKN berakhir, mahasiswa juga menyusun buku panduan penggunaan secara lengkap dan praktis.

Tak hanya berfokus pada perangkat keras, tim KKN-T IDBU UNDIP TIM 55 Kelompok 4  juga melihat pentingnya media informasi digital sebagai pendamping warga dalam memahami prosedur administrasi. Oleh karena itu, mahasiswa memproduksi video tutorial yang menjelaskan langkah-langkah pengurusan pelayanan administrasi secara visual. Video ini dilengkapi dengan subtitle dan versi terjemahan Bahasa Inggris sebagai bentuk pelayanan yang inklusif. Akses video ini diperkuat melalui QR code yang dicetak pada poster informatif dan dipasang di area pelayanan publik kelurahan.

“Kami sangat mengapresiasi sekali kontribusi nyata dari mahasiswa KKN-T UNDIP yang bermanfaat bagi Kelurahan Tlogosari Kulon, pesan dari kami tingkatkan dan teruskan perjuangan panjenengan semua yang sudah memiliki prestasi di wilayah kami agar lebih bermanfaat kedepannya untuk diri sendiri dan almamater” Ujar Lurah Tlogosari Kulon. 

Mahasiswa KKN-T IDBU UNDIP TIM 55 tidak hanya berhasil mengaplikasikan ilmu yang diperoleh di bangku kuliah, tetapi juga meninggalkan kontribusi nyata yang dapat terus dimanfaatkan oleh masyarakat. Inovasi ini menjadi bukti bahwa kolaborasi antar-disiplin ilmu dan kepedulian sosial dapat melahirkan solusi relevan bagi pelayanan publik yang lebih baik. 
Dengan semangat keberlanjutan, Kelurahan Tlogosari Kulon diharapkan dapat terus memanfaatkan dan mengembangkan hasil karya mahasiswa ini guna menciptakan sistem pelayanan publik yang modern, transparan, dan ramah bagi seluruh warga.



Editor:
Achmad Munandar
Pelatihan Pembuatan Probiotik RABAL di Dusun Rembul, Dorong Inovasi Peternakan dan Perikanan Lokal

Pelatihan Pembuatan Probiotik RABAL di Dusun Rembul, Dorong Inovasi Peternakan dan Perikanan Lokal

 


wirausahanesia.comBatang - Semangat warga Dusun Rembul, Kecamatan Bandar, Kabupaten Batang, dalam mengembangkan sektor peternakan dan pertanian lokal terlihat jelas dalam kegiatan pelatihan pembuatan probiotik RABAL yang diselenggarakan pada hari Sabtu (27/7). Kegiatan ini merupakan kolaborasi antara mahasiswa KKN Universitas Diponegoro dan pemerintah desa setempat sebagai upaya peningkatan kualitas pakan serta efisiensi usaha peternakan dan perikanan di wilayah tersebut.

Pelatihan yang bertempat di kandang kambing warga setempat ini diikuti oleh warga, khususnya peternak dan petani lokal. Probiotik RABAL (Ragi, Air kelapa, Buah, Air gula, dan LemaK) dikenalkan sebagai solusi alternatif yang ramah lingkungan dan ekonomis untuk memperbaiki sistem pencernaan hewan ternak.

Dalam pemaparannya, tim KKN UNDIP menjelaskan manfaat probiotik RABAL yang mampu meningkatkan nafsu makan, mempercepat pertumbuhan, serta menekan bau kotoran hewan. Pelatihan dilanjutkan dengan sesi praktik langsung, di mana peserta diajak membuat probiotik dengan bahan-bahan sederhana yang mudah didapat di sekitar dusun.

“Kami sangat terbantu dengan adanya pelatihan ini. Biasanya kami hanya mengandalkan pakan pabrikan. Dengan probiotik ini, semoga hasil ternak kami bisa lebih baik,” ujar Pak Suyono, salah satu peternak yang hadir.

Koordinator program, Rafi Zeva Rayyana, menyampaikan bahwa kegiatan ini tidak hanya bersifat edukatif, tetapi juga diharapkan dapat menjadi langkah awal menuju kemandirian pangan dan ekonomi masyarakat. “Dengan memproduksi probiotik sendiri, warga dapat mengurangi biaya operasional dan menciptakan sistem budidaya yang berkelanjutan,” ujarnya.

Kepala Dusun Rembul, Bapak Mahsun, turut mengapresiasi kegiatan ini dan berharap pelatihan serupa dapat terus dilanjutkan ke bidang lainnya. “Kami menyambut baik inisiatif ini. Semoga ilmu yang diberikan bisa diterapkan warga dan memberi dampak nyata,” katanya.

Pelatihan ditutup dengan sesi diskusi dan pembagian leaflet panduan pembuatan probiotik RABAL, yang diharapkan bisa menjadi pedoman bagi warga dalam mengembangkan produksi mereka secara mandiri di rumah masing-masing.



Editor:
Achmad Munandar