7 Ide Bisnis Modal Kecil Berbasis AI yang Viral di 2026 (Wajib Coba!)

7 Ide Bisnis Modal Kecil Berbasis AI yang Viral di 2026 (Wajib Coba!)

 
Ilustrasi ide bisnis modal kecil berbasis AI tahun 2026



wirausahanesia.com - Memasuki tahun 2026, wajah dunia kewirausahaan di Indonesia telah berubah total. Jika dulu teknologi AI (Artificial Intelligence) hanya dianggap sebagai alat bantu teknis, kini AI telah menjadi mitra bisnis utama bagi para pelaku UMKM.

Bagi Anda pembaca setia Wirausahanesia, kabar baiknya adalah: Anda tidak perlu menjadi ahli coding untuk memulai bisnis berbasis teknologi. Cukup dengan kreativitas dan kemampuan mengarahkan instruksi (prompting), Anda bisa membuka kran penghasilan baru.

Berikut adalah 7 ide bisnis modal kecil berbasis AI yang paling menjanjikan di tahun ini:

1. Jasa Konten Kreator "Auto-Pilot"
Banyak pemilik bisnis kuliner atau fashion yang tidak punya waktu membuat video TikTok atau Reels. Anda bisa menawarkan jasa pembuatan konten video pendek menggunakan alat AI seperti Sora atau Veo. Anda cukup memasukkan teks deskripsi, dan AI akan membuatkan visualnya.

Target Pasar: UMKM lokal dan Brand Owner.


2. Agensi Desain Interior Virtual
Dengan AI seperti Midjourney versi terbaru, Anda bisa menawarkan jasa konsultasi desain ruangan. Pelanggan cukup mengirimkan foto ruangan kosong, dan Anda bisa memberikan simulasi desain berbagai gaya (Scandi, Industrial, Japandi) dalam hitungan detik.


3. Penulis Artikel SEO Spesialis Niche
Meskipun banyak orang pakai ChatGPT, hasil yang "mentah" biasanya membosankan. Di sini peran Anda sebagai editor. Gunakan AI untuk riset, lalu poles dengan gaya bahasa manusia yang persuasif. Jasa ini sangat laku untuk mengisi konten blog perusahaan.


4. Jasa Voice Over AI untuk Iklan
Dulu, menyewa voice over profesional sangat mahal. Sekarang, dengan AI suara yang sangat natural, Anda bisa menawarkan jasa pengisian suara untuk iklan UMKM, narasi YouTube, hingga buku audio dengan biaya jauh lebih terjangkau.


5. Kursus Singkat "Prompt Engineering" untuk Emak-Emak
Jangan salah, para ibu rumah tangga yang jualan online pun butuh AI. Anda bisa membuka kelas Zoom singkat tentang cara menggunakan AI untuk membuat caption jualan yang menarik atau membalas chat pelanggan secara otomatis.


6. Jasa Edit Foto Produk Katalog
Ubah foto produk yang hanya diambil dengan HP menjadi sekelas foto studio menggunakan AI background remover dan generative fill. Ini adalah peluang besar bagi fotografer pemula.


7. Pembuatan Chatbot Customer Service UMKM
Banyak toko online kewalahan membalas DM. Anda bisa membantu mereka mengatur sistem chatbot cerdas (No-Code AI) yang bisa menjawab pertanyaan stok barang dan harga secara otomatis selama 24 jam.



Tips Agar Bisnis AI Anda Sukses

1. Jangan Bergantung 100% pada AI: Selalu berikan sentuhan manusia agar hasilnya terasa orisinal dan berkualitas tinggi.

2. Fokus pada Solusi: Jangan hanya jualan "jasa AI", tapi juallah "solusi untuk mempercepat pekerjaan pelanggan".

3. Portofolio di Media Sosial: Tunjukkan apa yang bisa Anda buat dengan AI melalui Instagram atau TikTok.


Tahun 2026 adalah waktu yang tepat untuk beralih dari cara lama ke cara yang lebih cerdas. Dengan modal di bawah 1 juta rupiah, Anda sudah bisa memiliki bisnis yang sangat relevan dengan kebutuhan pasar saat ini.

Bagaimana menurut Anda? Ide nomor berapa yang paling menarik untuk segera dieksekusi? Tulis pendapat Anda di kolom komentar di bawah ya!


Baca juga:

Pemberdayaan Masyarakat di Kelurahan Gunungpati Melalui Pengelolaan Limbah Organik Rumah Tangga Melalui Pembuatan Pakan Fermentasi

Pemberdayaan Masyarakat di Kelurahan Gunungpati Melalui Pengelolaan Limbah Organik Rumah Tangga Melalui Pembuatan Pakan Fermentasi



wirausahanesia.comPada hari Sabtu, 6 Februari 2026 bertempat di rumah Ketua RW 08 Kelurahan Gunungpati Kecamatan Gunungpati telah dilaksanakan kegiatan edukasi mengenai “Pemberdayaan Masyarakat di Kelurahan Gunungpati Melalui Pengelolaan Limbah Organik Rumah Tangga Melalui Pembuatan Pakan Fermentasi” yang diikuti oleh  pengurus RW, RT serta ibu PKK RW dan RT Kelurahan Gunungpati Kota Semarang.

Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pengetahuan kepada peserta dalam pemanfaatan limbah organik rumah tangga yang terbuang dengan pengolahan limbah organik melalui pembuatan pakan fermentasi. Pembuatan pakan fermentasi dapat dimanfaatkan menjadi pakan ternak khususnya pakan ternak unggas yang diberikan dengan kombinasi pakan komersial.

Kegiatan dilaksanakan dengan pemaparan mengenai pembuatan pakan fermentasi dan dilakukan praktek langsung cara pembuatan serta dipaparkan contoh hasil pembuatannya. Selanjutnya dilakukan dengan sesi tanya jawab yang disambut antusias oleh peserta.

Materi yang disampaikan oleh Adhitya Widya Firmansyah selaku mahasiswa KKN Tematik Universitas Diponegoro mengenai pembuatan pakan fermentasi dijelaskan langsung dan dipraktekkan cara pembuatan dan pemberian kepada ternak. Pakan fermentasi adalah pakan yang bahan bakunya difermentasi menggunakan mikroorganisme (bakteri/kapang/yeast) sehingga mengalami perubahan kimia dan fisik yang menguntungkan, seperti peningkatan kecernaan dan stabilitas. Limbah organik rumah tangga (sisa makanan, sayur, buah, dedaunan pekarangan) dicacah lalu dicampur dengan bahan tambahan seperti dedak/katul dan diinokulasi dengan bioaktivator (EM4, MOL, atau starter lain) yang dilarutkan dalam air dan sumber energi (molase/gula merah). Pakan fermentasi ini memiliki kelebihan luar biasa dalam pemanfaatan limbah organik, mulai dari sisa makanan hingga limbah sisa sayur dipasar dan dapat mengurangi pengeluaran biaya pakan untuk unggas dalam waktu yang sangat singkat.


Hal ini ditambahkan oleh Lilik Krismiyanto, S.Pt., M.Si. bahwa pembuatan pakan fermentasi untuk ayam kampung skala rumah tangga sangat penting karena mampu meningkatkan kualitas nutrisi dan kecernaan pakan dari bahan lokal yang sederhana. Proses fermentasi membantu menguraikan senyawa kompleks, menekan mikroorganisme patogen, serta memperbaiki aroma pakan sehingga lebih disukai ayam. Selain meningkatkan kesehatan pencernaan dan daya tahan tubuh ayam kampung, pakan fermentasi juga berperan menekan biaya produksi dan memanfaatkan limbah organik rumah tangga secara optimal. Dengan demikian, pakan fermentasi menjadi solusi praktis dan berkelanjutan dalam mendukung produktivitas ayam kampung serta ketahanan pangan keluarga.

Peserta tampak antusias mengikuti kegiatan ini dan aktif bertanya selama proses kegiatan berlangsung. Diharapkan melalui kegiatan ini, peserta dapat menerapkan pembuatan pakan fermentasi untuk mengurangi limbah organik rumah tangga serta memanfaatkan pakan fermentasi sebagai pakan ternak yang dapat diberikan secara langsung.

Kegiatan yang dilakukan oleh KKN Tematik 1  TIM 15 UNDIP  2026 dilaksanakan untuk mendorong masyarakat yang produktif dan mandiri dalam meningkatkan ketahanan pangan.


Editor:
Achmad Munandar
NusaQu Buka Peluang Jadi Peternak Digital: Investasi Cerdas di Dunia Peternakan Modern

NusaQu Buka Peluang Jadi Peternak Digital: Investasi Cerdas di Dunia Peternakan Modern

 



wirausahanesia.com -  Bogor, Indonesia - Menjadi peternak kini tak lagi harus punya lahan luas atau kandang sendiri. Di era digital, siapa pun bisa ikut mengembangkan dunia peternakan — dari mana saja. Inilah semangat baru yang dibawa oleh PT Nusa Sentosa Indonesia, atau dikenal dengan NusaQu, startup agritech yang tengah mengubah wajah industri peternakan di Indonesia.

Dipimpin oleh Nanang Sugiarto, NusaQu menghadirkan program Kemitraan Ternak, sebuah inovasi investasi modern yang memungkinkan masyarakat menjadi peternak digital hanya dengan berpartisipasi melalui sistem titip sapi. Program ini bukan sekadar peluang bisnis, tapi juga bentuk kolaborasi antara teknologi, peternakan, dan pemberdayaan masyarakat.


Dari Kandang ke Cloud: Lahirlah Era Peternak Digital

Selama ini, banyak orang ingin terjun ke dunia peternakan tapi terhambat oleh modal, lahan, atau pengalaman teknis. Melalui Kemitraan Ternak NusaQu, semua kendala itu bisa diatasi. Calon mitra cukup memilih paket investasi, lalu NusaQu akan mengelola seluruh proses peternakan — mulai dari pembelian sapi, perawatan, pemberian pakan, hingga penjualan hasil ternak.

Semua aktivitas ternak dipantau secara digital dan transparan melalui sistem berbasis data. Mitra bisa melihat perkembangan sapinya, laporan keuangan, hingga potensi bagi hasil secara langsung dari gawai mereka.

“Konsepnya sederhana: siapa pun bisa jadi peternak, tanpa harus turun langsung ke kandang,” ujar Nanang Sugiarto, Pimpinan NusaQu. “Kami ingin menghubungkan masyarakat urban dengan dunia peternakan secara aman, efisien, dan menguntungkan.”

 


Ekosistem Peternakan yang Terintegrasi

Keseriusan NusaQu terlihat dari ekosistem yang mereka bangun. NusaQu memiliki sejumlah unit usaha pendukung seperti Nusa Farm (pengelolaan peternakan sapi, kambing, dan domba), Nusa Feed (produksi pakan berkualitas tinggi), Nusa Meat (pengolahan dan distribusi hasil ternak), Nusa Waste (pengelolaan limbah ramah lingkungan), serta Nusa Research dan Nusa Academy (pusat riset dan pelatihan peternakan modern).

Sebagai pelengkap agritech pengembangan industri peternakan, NusaQu juga memiliki produk inovatif seperti VermiQu (pupuk organik), Biourine (pupuk cair organic), Kapsul Cacing (suplemen herbal alami), Konsentrat NusaFeed (pakan ternak berkualitas tinggi), dan ProbioQu (suplemen nutrisi ternak).

Dengan kandang utama di Tajurhalang, Kabupaten Bogor, serta enam kandang cabang di Jabodetabek, Bandung, Klaten, Jember dan Bali, NusaQu membangun sistem peternakan yang efisien, terukur, dan berstandar tinggi. Setiap kandang menjadi bagian dari jaringan kemitraan yang dikelola dengan sistem manajemen digital.


Investasi yang Bukan Sekadar Keuntungan

Lebih dari sekadar investasi, program ini menjadi sarana pemberdayaan peternak lokal. Melalui dana kemitraan, NusaQu mampu membuka lapangan kerja, meningkatkan kapasitas peternak, serta mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.

“Setiap sapi yang dititipkan bukan hanya menghasilkan keuntungan bagi mitra, tapi juga menjadi sumber rezeki bagi peternak di lapangan,” jelas Nanang. “Kami ingin membangun ekonomi yang berputar — dari mitra ke peternak, dari peternak kembali ke masyarakat.”

Dengan konsep ini, NusaQu menghadirkan model bisnis yang tak hanya menguntungkan secara finansial, tapi juga berdampak sosial dan berkelanjutan.


Peternakan Masa Depan Dimulai dari Sekarang

Melalui Kemitraan Ternak, NusaQu ingin menegaskan bahwa dunia peternakan bukan lagi sektor konvensional. Dengan kombinasi antara inovasi teknologi, transparansi data, dan nilai gotong royong, NusaQu membuka jalan menuju masa depan peternakan yang lebih modern, inklusif, dan terukur.

“Menjadi peternak kini cukup dengan satu klik,” tutup Nanang. “Kami percaya, masa depan agrikultur Indonesia akan lebih cerah jika semua orang punya kesempatan yang sama untuk berkontribusi.”



Editor:
Achmad Munandar
5 Tips Cuan Jadi Konten Kreator FB Pro, Salam Interaksi

5 Tips Cuan Jadi Konten Kreator FB Pro, Salam Interaksi

 


wirausahanesia.com - Suatu hari halaman beranda facebook saya memberi rekomendasi sebuah akun yang familiar karena nama dan foto profilnya menunjukkan orang yang saya kenal. 

Ia adalah teman semasa SMA saya, setelah beberapa tahun tidak aktif di facebook, kini nampaknya teman saya sudah jadi konten kreator fb pro seperti kebanyakan orang. 

Kesimpulan saya ini tidak datang begitu saja, dari berandanya yang dalam sehari setidaknya ada tiga postingan baru dengan variasi foto dan video serta komen-komennya yang selalu menyertakan key word khas, "Salam Interaksi". 

Begitulah kenyataan hari-hari ini, facebook yang dalam beberapa tahun terkhir mulai memudar pesonanya karena tergeser oleh popularitas Instagram, Youtube dan TikTok serta dianggap sebagai sosial media kaum tua dan orang desa, kini menjelma menjadi sosial media yang ramai kembali oleh pemburu dollar Meta. 

Yup, kini pengguna facebook bisa menghasilkan uang layaknya Youtube. Pengguna dengan beberapa kriteria seperti minimal jumlah pengikut dan tayangan bisa mendapatkan bayaran lewat bagi hasil tayangan iklan yang diselipkan di tengah-tengah konten seperti Youtube. 

Skema lain lewat Gift ala TikTok juga jadi peluang, pengguna yang mendapatkan hadiah bisa menukarnya dengan uang setelah memenuhi minimal nominal tertentu. 

Skema ini mendadak mendongkrak  kembali popularitas Facebook yang tadinya sudah dianggap usang. Berbeda dengan Youtube, IG atau TikTok yang didominasi pengguna usia muda, facebook jadi anomali karena kreatornya berasal dari kalangan menengah bawah dan rata-rata orang desa. 

Satu sisi hal ini menghadirkan konten-konten yang unik dan apa adanya, namun dalam beberapa hal seperti kelayakan kadang juga perlu diperhatikan. 

Karena tuntunan membuat konten sebanyak-banyaknya, ada kesan apapun jadi konten, padahal kadang ada hal-hal yang seharusnya tidak perlu dan tidak boleh dijadikan konten karena batasan norma, etika dan hukum yang berlaku. 

Nah kembali ke judul awal, apa dong tipsnya agar bisa cuan dari bikin konten di fb pro? ini dia jawabannya: 


1. Buat konten otentik
Tak perlu meniru orang lain atau mengikuti tren yang kadang tidak bermutu, buatlah konten yang otentik sesuai kepribadian sobat. 

Katakanlab sobat adalah petani dalam kehidupan sehari-hari, buatlah konten tentang dunia pertanian. 

Tidak usah ndakik-ndakik cukup hal-hal sederhana yang selama ini sudah dilakukan. 


2. Buat konten yang evergreen
Artinya buatlah konten yang tidak basi dimakan waktu, masih bisa dinikmati pengikut sobat meski sudah berlalu momennya. 

Ciri konten evergreen seputar tips dan trik melakukan sesuatu atau sharing hal bermanfaat lainnya.


3. Jauhi konten provokatif dan kontroversial
Tidak perlu senggol sana senggol sini, anteng saja dengan ciri khas sobat. Tak perlu jadi kontroversi, mengundang hujatan untuk jadi viral apalagi berbau provokasi yang bisa memicu konflik. 

Mungkin sobat bakal dapat viralitas namun percayalah konflik yang timbul dan gesekan yang terjadi tidak sebanding dengan dollar yang sobat terima.


4. Konsisten
Tips paling paten untuk semua pembuat konten adalah konsistensi. Banyak yang gagal di tengah jalan karena tidak mampu bertahan dan konsisten menyerah sebelum mendapatkan hasil yang dikejar. 

Karena butuh konsistensi untuk jadi konten kreator maka kembali lagi dibutuhkan kejujuran dan ke-otentikan dalam membuat konten.


5. Pandai mengelola hasil dari ngonten
Kemudahan mendapat cuan dari menjadi seorang konten kreator bisa jadi sebab orang kaget dalam mengelola cuan yang didapat. 

Jadi sobat harus lebih bijaksana dalam mengelola hasil yang didapat jangan sampai karena gampang mendapatkannya juga gampang dalam membelanjakannya. 

Ingat, bisnis digital sangat fragile mudah sekali terjadi perubahan dalam sekejap. Hari ini konten-konten sobat bisa dapat ribuan views dan ratusan dollar dalam waktu singkat karena banyak hal bisa hilang dalam semalam. 

Resiko banned, hak cipta, hacking hingga perubahan regulasi dan kelanjutan bisnis oleh pemilik aplikasi serta perubahan tren bisa jadi sebab berubahnya peruntungan para pengadu nasib di sosial media. 

So, saran bijak dari saya selagi dapat cuan mudah dari usaha digital salurkanlah lewat usaha real di dunia nyata, sehingga jika terjadi sesuatu setidaknya masih ada usaha real yang menyelamatkan. 

Pepatah bijak mengatakan, "taruhlah telur di keranjang yang berbeda, agar jika satu keranjang pecah, masih ada telur di keranjang yang lain". 

Oke itu tadi sobat wirausahanesia, postingan kita kali ini tentang 5 Tips Cuan Jadi Konten Kreator FB Pro, Salam Interaksi, semoga bermanfaat sampai jumpa.


Penulis
Nandar
5 Peluang Bisnis MBG untuk Masyarakat Di Desa

5 Peluang Bisnis MBG untuk Masyarakat Di Desa

 



wirausahanesia.com - Pemerintahan era presiden Prabowo telah melaksanakan program unggulan bernama Makan Bergizi Gratis atau MBG yaitu pemberian makan gratis untuk siswa dari jenjang SD, SMP hingga SMA sederajat. 

Anggaran program ini sangat besar, budget per menu kisaran 10.000-15.000 per porsi dan konon dalam sehari membutuhkan dana hingga 1 Triliun untuk seluruh Indonesia. 

Adanya program ini bisa jadi peluang bagi sobat yang tinggal di desa, apa saja? ini dia daftarnya: 

1. Menjadi suplier bahan pangan MBG
Dengan kebutuhan harian yang besar dan berlangsung secara terus menerus, sobat bisa menjadi suplier bahan pangan MBG. Misalnya gula, telur, minyak, tepung beras dan lain sebagainya.


2. Menjadi pemasok bahan sayur dan buah
Selain bahan pangan di atas, sobat juga bisa menjadi pemasok bahan sayur mayur dan buah yang juga wajib ada di menu MBG.


3. Jual peralatan MBG
Peralatan MBG ada yang sekali beli untuk digunakan dalam waktu lama, namun ada juga yang kebutuhannya harian misalnya sendok dan garpu plastik, tisu dan printilan lainnya.  Kebutuhan seperti ini bisa jadi peluang tersendiri patut dicoba menjualnnya.


4. Menjadi Dapur MBG
Secara proses mungkin lebih rumit karena untuk menjadi Dapur MBg harus punya yayasan dan mendaftar serta di acc oleh BGN. 

Namun dengan kebutuhan MBG yang besar tidak menutup kemungkinan katering sekala rumahan kelak bakal jadi mitra program pemerintah ini.


5. Jasa antar jemput dan cuci alat MBG
Selain dapur yang digunakan untuk memasak, bahan dan peralatan kebutuhan akan transportasi pengantaran MBG juga akan ada pemintaan. 

Selain itu juga pekerjaan seperti cuci peralatan dan kebersihan nampaknya bakal jadi kebutuhan juga di masa mendatang dan bisa jadi peluang.


Oke demikian tadi sobat wirausahanesia postingan kita kali ini tentang 5 Peluang Bisnis MBG untuk Masyarakat Di Desa. Semoga bermanfaat sampai jumpa.


Penulis
Nandar
Peluang 5 Bisnis Saat Musim Hajatan dan Kondangan Di Desa

Peluang 5 Bisnis Saat Musim Hajatan dan Kondangan Di Desa

 



Wirausahanesia.com - Dalam kalender Jawa dikenal "Tahun Dudo" atau Tahun Duda sebuah tahun dimana sebaiknya tidak menggelar hajatan pernikahan dan sunatan (khitan). 

Selama setahun penuh di tahun duda masyarakat tidak akan menggelar pesta hajatan, walau kadamg masih ada beberapa yang menggelar hajatan sunatan. 

Nah tahun 1447 H ini yang bertepatan dengan 2025 sudah berlalu tahun duda, jadi kalau di desa sobat terutama area Jawa Tengah banyak yang menggelar hajatan pernikahan bisa dibilang wajar. 

Kembali ke judul, musim hajatan ini membawa peluang usaha yang bisa sobat ambil untuk jadi ladang rejeki. 

Apa saja? berikut daftarnya;

1. Usaha Jasa Cetak Undangan
Setiap hajatan pasti akan membutuhkan undangan. Tidak perlu yang elit dan mewah cukup berbahan kertas HVS, BC atau Art Paper (CTS) dan Art Carton (Ivory) sudah cukup bagi masyarakat di desa. 

Alasannya karena butuhnya banyak, minimal dalam sekali hajatan bakal mengundang 1.000 tamu yang artinya butuh 1.000 lembar undangan. 

Katakanlah setiap lembar undangan untung 500 perak, setiap satu hajatan bisa untung Rp500.000 bayangkan jika dalam sebulan ada 10 orang yang menggelar hajatan, 5 juta sudah siap masuk kantong.

Pake saja aplikasi Canva yang sudah tersedia banyak template tinggal edit sesuai kebutuhan.


2. Usaha Roti untuk Undangan Hajatan
Selanjutnya adalah roti, dari yang jenis sobek dengan aneka isian, brownies hingga bolu. 

Dengan kisaran harga 8.000-15.000 per bungkus roti kini jadi pilihan paling sering untuk hantaran undangan hajatan atau di desa biasa dikenal dengan besek. 


3. Penyewaan Tratak, Meja Kursi Hajatan
Berikutnya penyewaan tratak, meja kursi, sound sistem dan perabot hajatan juga jadi primadona. 

Yang perlu dobat catat kalau mau terjun di bisnis ini adalah modal yang tidak sedikit dan kru yang harus siap kerja keras. Apalagi jika dalam satu waktu ada lebih dari satu acara bersamaan harus punya double perlengkapan dan tim yang siap bekerja ekstra. 

Soal peluang keuntungan tentu sangat manis, minimal dalam sekali hajatan bisa mengantongi uang sewa 2.000.000 hingga puluhan juta tergantung sekala pestanya.


4. Jasa Make Up dan Wedding Organizer
Jasa ini sangat populer saat ini, kalau dulu hanya dibutuhkan saat acara pernikahan, kini juga dibutuhkan saat acara tunangan jadi peluangnya semakin lebar.


5. Jasa Pawang Hujan
Mungkin bagi sobat agak nyleneh, namun percayalah belum banyak yang menyediakan jasa penangkal hujan ini. 

Siapapun yang mengadakan hajatan pasti ingin cuaca cerah setidaknya hingga acara utama usai. Jadi jasa pawang hujan akan sangat dibutuhkan agara acara berjalan lancar terutama di musim hujan. 

Demikian tadi sobat wirausahanesia postingan kita kali ini tentang Peluang 5 Bisnis Saat Musim Hajatan dan Kondangan Di Desa, semoga bermanfaat sampai jumpa.


Penulis
Nandar
Tim 36 KKN UNDIP Sosialisasikan dan Praktikkan BUDIKDAMBER untuk Perkuat Ketahanan Pangan Bersama Ibu-Ibu KWT Desa Kebondowo

Tim 36 KKN UNDIP Sosialisasikan dan Praktikkan BUDIKDAMBER untuk Perkuat Ketahanan Pangan Bersama Ibu-Ibu KWT Desa Kebondowo



Wirausahanesia.comBanyubiru, 26-27 Juli 2025 – Dalam rangka mendukung ketahanan pangan masyarakat desa, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tim 36 Universitas Diponegoro mengadakan kegiatan sosialisasi dan praktik Budidaya Ikan Dan Sayuran Dalam Ember atau Budikdamber yang difokuskan bagi ibu-ibu Kelompok Wanita Tani (KWT) Desa Kebondowo, Kecamatan Banyubiru, Kabupaten Semarang. Program ini menjadi salah satu bentuk pengabdian kepada masyarakat yang memadukan pendekatan edukasi dan praktik langsung, sehingga peserta tidak hanya memahami teori, tetapi juga mampu menerapkannya secara mandiri di rumah.

Kegiatan berlangsung selama dua hari, yaitu pada 26 dan 27 Juli 2025. Kegiatan ini diawali dengan sosialisasi terlebih dahulu sebelum masuk ke tahap praktik secara langsung. Dalam tahap sosialisasi, tim KKN memperkenalkan konsep Budidaya Ikan dan Sayuran dalam Ember (Budikdamber) sebagai teknik sederhana, tetapi efektif untuk memanfaatkan lahan sempit menjadi sumber pangan bergizi. Penjelasan meliputi latar belakang perlunya budikdamber, keunggulan metode ini, serta sistematika pelaksanaannya. Ibu-ibu KWT diajak untuk memahami bahwa metode ini mampu menghasilkan ikan lele dan sayuran seperti kangkung secara bersamaan, dengan perawatan yang relatif mudah dan biaya yang terjangkau.

Anggota Tim 36 juga memaparkan manfaat dari budikdamber. Dari sisi ketahanan pangan, metode ini memastikan ketersediaan sumber protein dan vitamin di tingkat rumah tangga. Dari sisi ekonomi, hasil panen dapat dikonsumsi sendiri maupun dijual, sehingga berpotensi menambah pendapatan keluarga. Selain itu, sistem ini ramah lingkungan karena memanfaatkan siklus alami antara ikan dan tanaman, di mana limbah ikan menjadi nutrisi bagi tanaman, sementara tanaman membantu menjaga kualitas air bagi ikan.

Kegiatan berlanjut dengan praktik langsung yang diikuti secara antusias oleh ibu-ibu KWT. Tim KKN memandu tahap demi tahap pembuatan budikdamber, mulai dari persiapan wadah, pengisian air, pemberian garam untuk menstabilkan pH air, pemberian EM4 untuk menjaga kualitas air, penempatan bibit lele, hingga penataan media tanam kangkung menggunakan rockwool dan cup plastik. Seluruh proses dilakukan menggunakan peralatan yang telah disiapkan, yakni ember berkapasitas 80 liter, bibit lele sehat, EM4, air bersih, kangkung, rockwool, cup plastik, dan garam ikan untuk menjaga kesehatan ikan.

Suasana kegiatan berlangsung hangat. Banyak ibu-ibu KWT yang aktif bertanya, terutama terkait cara pemberian pakan, waktu panen, dan cara menjaga agar ikan tetap sehat. Beberapa ibu-ibu KWT bahkan mencatat langkah-langkah yang dijelaskan, dengan harapan bisa langsung mempraktikkan di rumah masing-masing. 

Tim 36 KKN UNDIP berharap kegiatan ini tidak berhenti pada pelatihan saja, tetapi juga dapat memicu inisiatif lanjutan di kalangan warga. Budikdamber diharapkan dapat menjadi salah satu program unggulan KWT dalam memberdayakan anggotanya, sekaligus menjadi langkah konkret dalam mewujudkan desa yang lebih mandiri pangan.

Melalui kolaborasi antara mahasiswa dan masyarakat, kegiatan ini membuktikan bahwa inovasi sederhana seperti budikdamber mampu memberikan dampak positif yang nyata. Bukan hanya memberikan pengetahuan baru, tetapi juga membuka peluang ekonomi, memperkuat rasa kebersamaan, dan menumbuhkan kesadaran akan pentingnya mengelola sumber daya secara berkelanjutan. Dengan semangat gotong royong dan komitmen bersama, Desa Kebondowo diharapkan dapat menjadi contoh bagi desa-desa lain dalam mengembangkan ketahanan pangan berbasis potensi lokal.



Editor:
Achmad Munandar
Pelatihan Pembuatan Probiotik RABAL di Dusun Rembul, Dorong Inovasi Peternakan dan Perikanan Lokal

Pelatihan Pembuatan Probiotik RABAL di Dusun Rembul, Dorong Inovasi Peternakan dan Perikanan Lokal

 


wirausahanesia.comBatang - Semangat warga Dusun Rembul, Kecamatan Bandar, Kabupaten Batang, dalam mengembangkan sektor peternakan dan pertanian lokal terlihat jelas dalam kegiatan pelatihan pembuatan probiotik RABAL yang diselenggarakan pada hari Sabtu (27/7). Kegiatan ini merupakan kolaborasi antara mahasiswa KKN Universitas Diponegoro dan pemerintah desa setempat sebagai upaya peningkatan kualitas pakan serta efisiensi usaha peternakan dan perikanan di wilayah tersebut.

Pelatihan yang bertempat di kandang kambing warga setempat ini diikuti oleh warga, khususnya peternak dan petani lokal. Probiotik RABAL (Ragi, Air kelapa, Buah, Air gula, dan LemaK) dikenalkan sebagai solusi alternatif yang ramah lingkungan dan ekonomis untuk memperbaiki sistem pencernaan hewan ternak.

Dalam pemaparannya, tim KKN UNDIP menjelaskan manfaat probiotik RABAL yang mampu meningkatkan nafsu makan, mempercepat pertumbuhan, serta menekan bau kotoran hewan. Pelatihan dilanjutkan dengan sesi praktik langsung, di mana peserta diajak membuat probiotik dengan bahan-bahan sederhana yang mudah didapat di sekitar dusun.

“Kami sangat terbantu dengan adanya pelatihan ini. Biasanya kami hanya mengandalkan pakan pabrikan. Dengan probiotik ini, semoga hasil ternak kami bisa lebih baik,” ujar Pak Suyono, salah satu peternak yang hadir.

Koordinator program, Rafi Zeva Rayyana, menyampaikan bahwa kegiatan ini tidak hanya bersifat edukatif, tetapi juga diharapkan dapat menjadi langkah awal menuju kemandirian pangan dan ekonomi masyarakat. “Dengan memproduksi probiotik sendiri, warga dapat mengurangi biaya operasional dan menciptakan sistem budidaya yang berkelanjutan,” ujarnya.

Kepala Dusun Rembul, Bapak Mahsun, turut mengapresiasi kegiatan ini dan berharap pelatihan serupa dapat terus dilanjutkan ke bidang lainnya. “Kami menyambut baik inisiatif ini. Semoga ilmu yang diberikan bisa diterapkan warga dan memberi dampak nyata,” katanya.

Pelatihan ditutup dengan sesi diskusi dan pembagian leaflet panduan pembuatan probiotik RABAL, yang diharapkan bisa menjadi pedoman bagi warga dalam mengembangkan produksi mereka secara mandiri di rumah masing-masing.



Editor:
Achmad Munandar
Momo Beef  Menawarkan Makan Bergizi Terjangkau di Tembalang

Momo Beef Menawarkan Makan Bergizi Terjangkau di Tembalang

 



wirausahanesia.com - Tembalang, Semarang - Goolin Food kembali mengeluarkan produk makanan yang sehat dan berkualitas melalui program terbaru bertajuk Makan Beef Bergizi (MBB). Program ini dikembangkan secara khusus bersama brand kuliner unggulannya, Momo Beef, yang berlokasi di kawasan Tembalang. Untuk saat ini, Momo Beef masih memanfaatkan metode penjualan online dan mulai resmi beroperasi sejak 21 April 2025.

Sebagai produk dari Goolin Food, Momo Beef hadir untuk menjawab kebutuhan akan gizi seimbang di tengah gaya hidup serba praktis, khususnya di kalangan mahasiswa. Dengan harga yang ramah di kantong, Momo Beef menyajikan berbagai pilihan menu berbahan dasar daging sapi yang diolah menggunakan resep khusus serta memakai 100% daging sapi segar.

“Momo Beef ke depannya diharapkan dapat membuka cabang dan menjalin kemitraan di berbagai kota yang berdekatan dengan lingkungan kampus dan area perkantoran. Insya Allah mulai 2026 apabila dimudahkan dan dilancarkan sudah ready untuk bermitra, doakan ya,” ungkap Agus Sugiharto Founder Goolin Food.




Program MBB (Makan Beef Bergizi) dari Momo Beef juga menghadirkan konsep kampanye sosial dan berbagi, di antaranya melalui promo diskon khusus setiap hari Jumat sebagai bentuk komitmen untuk menghadirkan makanan sehat dengan harga yang terjangkau. Menariknya, program ini turut mengedukasi masyarakat seputar pentingnya gizi, dengan harapan meningkatkan kesadaran akan konsumsi daging sapi yang sehat.

Saat ini, Momo Beef beroperasi di wilayah Semarang, khususnya Tembalang, yang dikenal sebagai pusat aktivitas mahasiswa, termasuk kampus Universitas Diponegoro dan beberapa institusi pendidikan lainnya. Melalui penyediaan makanan bergizi dengan harga terjangkau, Goolin Food berharap dapat mengubah persepsi masyarakat terhadap konsumsi daging – bukan hanya dari sisi rasa, tetapi juga dari segi nilai gizi dan keberlanjutan. Program ini juga direncanakan untuk diperluas ke berbagai kota lain guna menjangkau lebih banyak konsumen dengan semangat makan enak dan sehat.
Inovasi Cerdas! Mahasiswa KKN UNDIP Ubah Limbah Kulit Durian Jadi Sumber Cuan

Inovasi Cerdas! Mahasiswa KKN UNDIP Ubah Limbah Kulit Durian Jadi Sumber Cuan

 



wirausahanesia.com - Ngemplak, 26 Januari 2025 - Limbah organik dari kulit durian sering kali menjadi permasalahan bagi masyarakat karena sulit terurai dan menimbulkan bau tidak sedap. Namun, limbah ini sebenarnya memiliki potensi ekonomi jika diolah dengan baik. Salah satu cara pemanfaatannya adalah dengan mengubah kulit durian menjadi briket yang dapat digunakan sebagai bahan bakar alternatif.

Menanggapi potensi tersebut, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tim I Universitas Diponegoro (UNDIP) tahun 2024/2025 mengadakan kegiatan edukasi dan demonstrasi kepada Kelompok Bank Sampah "Sekar Arum" di Desa Ngemplak. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai manfaat limbah kulit durian serta cara mengolahnya menjadi briket yang ramah lingkungan.

Kegiatan edukasi ini berlangsung pada tanggal 26 Januari 2025 dan diikuti oleh anggota Kelompok Bank Sampah "Sekar Arum". Mahasiswa KKN memberikan pemaparan mengenai potensi ekonomi limbah kulit durian dan manfaatnya sebagai sumber energi alternatif. Selain itu, dilakukan demonstrasi pembuatan briket dari kulit durian, mulai dari proses pengeringan, pencampuran dengan bahan perekat, hingga tahap pencetakan dan pengeringan briket.





Ibu Sularmi, selaku ketua Bank Sampah "Sekar Arum", menyatakan bahwa proses pembuatan briket dari kulit durian ternyata cukup mudah dan dapat diterapkan oleh masyarakat dengan peralatan sederhana. "Pembuatan briket ini tidak serumit yang kami bayangkan sebelumnya. Dengan bahan dan alat yang mudah didapat, kami bisa mengolah limbah kulit durian menjadi produk yang bernilai ekonomis," ujarnya.

Dengan adanya edukasi ini, diharapkan masyarakat Desa Ngemplak semakin memahami pentingnya pengelolaan limbah organik yang bernilai ekonomis. Program ini juga bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat agar lebih peduli terhadap lingkungan serta mampu memanfaatkan limbah menjadi produk yang bernilai guna tinggi.



Nama: 
Yosep Octavianus

Editor:
Achmad Munandar