Mahasiswa KKN UNDIP Desa Kacepit TIM I 2023/2024 Tingkatkan Efisiensi Bisnis UMKM Melalui Digitalisasi dan Penerapan QRIS

Mahasiswa KKN UNDIP Desa Kacepit TIM I 2023/2024 Tingkatkan Efisiensi Bisnis UMKM Melalui Digitalisasi dan Penerapan QRIS

 

wirausahanesia.com -  Dalam era digital yang terus berkembang, UMKM perlu mengadopsi strategi pemasaran yang inovatif untuk tetap bersaing. Salah satu pendekatan yang efektif adalah digitalisasi marketing dan penggunaan QRIS sebagai metode pembayaran yang praktis dan aman. Digitalisasi marketing adalah proses menggunakan teknologi digital untuk mempromosikan dan menjual produk atau layanan. Ini meliputi pemanfaatan media sosial, situs web, email marketing, dan berbagai platform digital lainnya untuk mencapai audiens yang lebih luas.

Digitalisasi pasar melalui QRIS untuk UMKM di desa Kacepit adalah langkah yang cerdas dan progresif. Desa ini memiliki potensi UMKM yang besar karena keberagaman produk lokal dan keahlian tradisional yang dimiliki oleh penduduknya. QRIS memudahkan transaksi tanpa uang tunai, memperluas jangkauan pasar, dan meningkatkan efisiensi bisnis. Promosi digital juga krusial, membantu UMKM memperoleh visibilitas lebih luas dan meningkatkan penjualan dengan biaya yang rendah dibandingkan metode konvensional.

Menilik dari potensi tersebut, Mahasiswi KKN UNDIP TIM I 2023/2024, Khulaila Asna,  berinisiatif mengadakan edukasi dan pelatihan pada salah satu pelaku UMKM di Desa Kacepit, “Angkringan Babaturan”. Dengan mengadakan sesi pelatihan tentang manfaat digitalisasi bagi UMKM, termasuk cara menggunakan teknologi digital untuk memperluas pasar. Mengadakan demonstrasi praktis tentang penggunaan teknologi digital seperti pembayaran QRIS, pemasaran online, dan manajemen inventaris untuk memperlihatkan secara langsung bagaimana teknologi tersebut dapat meningkatkan daya saing dan pertumbuhan bisnis UMKM.


Program ini mendapatkan antusiasme dari pemilik UMKM "Warung Angkringan Babaturan" karena adanya pelatihan digitalisasi QRIS yang akhirnya menyadarkan pemilik tentang potensi dan manfaat teknologi digital untuk bisnisnya. Dengan mengikuti pelatihan tersebut, diharapkan pemilik UMKM di Desa Kacepit dapat memperluas jangkauan pasar, meningkatkan efisiensi operasional, dan meningkatkan daya saing usahanya.



Editor:
Achmad Munandar
Mahasiswa KKN Undip Melakukan Sosialisasi dan Pedampingan Pembuatan Laporan Keuangan Digital Untuk UMKM Melalui Aplikasi SIAPIK

Mahasiswa KKN Undip Melakukan Sosialisasi dan Pedampingan Pembuatan Laporan Keuangan Digital Untuk UMKM Melalui Aplikasi SIAPIK

 


wirausahanesia.comPada tanggal 22 Januari 2024. Salah satu mahasiswa KKN Undip Sylvania Sofa melalukan sosialisasi dan pedampingan pembuatan laporan keuangan digital melalui aplikasi SIAPIK kepada Bapak Karno selaku pemilik UMKM “Jamuran AJS” di Desa Kateguhan, Kec. Tawangsari, Kab. Sukoharjo.

Pertumbuhan ekonomi merupakan salah satu indikator penting dalam sebuah negara. Dengan adanya pertumbuhan ekonomi maka kita dapat menganalisis tentang pembangunan ekonomi yang terjadi pada negara tersebut. Pertumbuhan ekonomi bertujuan untuk melihat seberapa besar pertumbuhan suatu negara dan dampaknya bagi kegiatan ekonomi di masyarakat seperti tingkat produksi barang dan jasa.

Salah satu hal yang dapat membantu pertumbuhan ekonomi yaitu sektor UMKM. UMKM sebagai salah satu pilar terpenting dalam perekonomian Indonesia memiliki peran yang sangat besar yaitu seperti perluasan kesempatan kerja dan penyerapan tenaga kerja, pembentukan Produk Domestik Bruto (PDB), penyediaan jaring pengaman terutama bagi masyarakat berpendapatan rendah untuk menjalankan kegiatan ekonomi produktif.

Namun, disisi lain UMKM mengalami kesulitan dalam mengembangkan usahanya yang disebabkan oleh beberapa masalah seperti keterbatasan modal, keterbatasan sumber daya manusia, kesulitan pemasaran, dan keterbatasan teknologi yang dimilikinya. 

Salah satu masalah UMKM paling besar adalah keterbatasan modal yang disebabkan oleh keterbatasan akses pembiayaan. Terdapat sejumlah persyaratan yang ditetapkan oleh lembaga keuangan dalam rangka prinsip kehati-hatian, salah satunya adalah laporan keuangan UMKM. Namun masih banyak UMKM yang belum terbiasa menyusun laporan keuangan sehingga persyaratan lembaga keuangan sulit untuk dipenuhi. Rendahnya kesadaran dan kemampuan UMKM dalam melakukan pencatatan keuangan menjadi salah satu sebab UMKM belum memiliki laporan keuangan.

Bank Indonesia sudah memfasilitasi pencatatan keuangan secara digital melalui Sistem Informasi Aplikasi Pencatatan Informasi Keuangan (SIAPIK) yang dapat memudahkan UMKM dalam pencatatan transaksi keuangan usaha secara digital dan secara otomatis menghasilkan laporan keuangan yang akurat dan format laporan keuangan yang mengacu pada Buku Pedoman Pencatatan Transaksi Keuangan sebagai hasil kerjasama Bank Indonesia dengan Ikatan Akuntan Indonesia (IAI). Laporan keuangan yang berasal dari SIAPIK telah memenuhi kebutuhan lembaga keuangan dalam melakukan analisa kredit. Namun, banyak UMKM yang belum mengetahui mengenai hal ini.

Oleh karena itu, Sylvania Sofa selaku salah satu mhasiswa KKN Undip melakukan sosialisasi dan pedampingan pembuatan laporan keuangan digital menggunakan aplikasi SIAPIK. Dalam kegiatan tersebut diawali dengan pemaparan materi mengenai laporan keuangan digital dan tata cara penggunaan aplikasi SIAPIK. Setelah itu dilanjutkan dengan pendampingan langsung penggunaan aplikasi SIAPIK seperti pembuatan akun, mempraktikan salah satu contoh transaksi keuangan yang dicatat, dan menjelaskan berbagai fitur yang terdapat dalam aplikasi termasuk jenis laporan apa saja yang didapatkan dalam aplikasi ini.

Setelah kegiatan selesai, pemilik UMKM “Jemuran Ajs” mendapatkan modul buku panduan mengenai pembuatan laporan keuangan digital melalui SIAPIK yang sudah disusun oleh Sylvania Sofa. Dengan adanya kegiatan ini diharapkan dapat membantu UMKM dalam pembuatan laporan keuangan yang sesuai dengan standar akuntansi sehingga nantinya para pelaku UMKM dapat mengembangkan usahanya.



Penulis: 
Sylvania Sofa

Editor:
Achmad Munandar
Mahasiswi KKN UNDIP Tim 1 Optimalisasi Keuangan UMKM: Pelatihan Perhitungan Kelayakan Usaha UMKM di Desa Kacepit

Mahasiswi KKN UNDIP Tim 1 Optimalisasi Keuangan UMKM: Pelatihan Perhitungan Kelayakan Usaha UMKM di Desa Kacepit

 



wirausahanesia.comUMKM menjadi salah satu tulang punggung perekonomian Indonesia dengan kontribusi lebih dari 60% atau sekitar Rp 8.573 Triliun setiap tahunnya, serta menyerap tenaga kerja sebanyak 97% atau 116 juta orang. Hal ini menunjukan peran UMKM yang signifikan dalam perputaran roda ekonomi Indonesia. 

Namun, seringkali, pemilik UMKM menghadapi kendala dalam manajemen keuangan, seperti kurangnya pemahaman perhitungan BEP, internal rate of return, return on investment, dan payback period. Peristiwa ini terjadi salah satunya di UMKM "Warung Angkringan Babaturan" di Desa Kacepit dimana UMKM tersebut belum memahami pentingnya perhitungan tersebut, yang mengakibatkan kesulitan dalam merencanakan ekspansi atau membuka cabang baru. 

Menanggapi permasalahan ini, salah satu mahasiswi Tim 1 KKN UNDIP Desa Kacepit, Grace Kristy Purba, memandang pentingnya pendidikan keuangan bagi pelaku UMKM. Melalui program pelatihan yang diselenggarakannya, Grace bertujuan untuk membekali para pengusaha UMKM dengan pengetahuan yang diperlukan untuk mengelola keuangan secara efektif dan memastikan pertumbuhan usaha yang berkelanjutan yaitu melalui pemaparan serta pelatihan tentang perhitungan kelayakan usaha kepada pemilik “Warung Angkringan Babaturan”.

Pelatihan disambut dengan baik oleh pelaku UMKM di Desa Kacepit, selain itu agar program ini terlaksana secara berkelanjutan, Grace memberikan booklet berisi materi yang dipaparkan agar dapat membantu mereka sebagai dasar keputusan dalam merencanakan ekspansi cabang usaha atau mempertahankan usaha mereka kedepannya. Program ini diharapkan  akan membawa dampak positif bagi UMKM lokal, meningkatkan pemahaman mereka tentang manajemen keuangan, serta mengoptimalkan kinerja keuangan usaha mereka untuk pertumbuhan usaha yang lebih baik di masa depan.



Editor:
Achmad Munandar
Mahasiswa KKN Universitas Diponegoro Melakukan Sosialisasi tentang Pentingnya Menabung Sejak Usia Dini di SDN 01 Serut, Kec. Nguter, Kab. Sukoharjo

Mahasiswa KKN Universitas Diponegoro Melakukan Sosialisasi tentang Pentingnya Menabung Sejak Usia Dini di SDN 01 Serut, Kec. Nguter, Kab. Sukoharjo

 



wirausahanesia.comDesa Serut, 5 Februari 2024 – mahasiswa KKN Reguler Tim I Undip 2023/2024 Treva Nata Chandrya dari program studi Ilmu Ekonomi telah menjalankan sebuah program kerja yang bertujuan untuk mengimplementasikan konsep Tri Dharma Perguruan Tinggi, yaitu pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat. Program kerja ini mengangkat tema "Program Pencerdasan Terhadap Anak-Anak di Sekolah Dasar Mengenai Gerakan Menabung Sejak Usia Dini" di SDN 01 Serut.

Dalam pelaksanaannya, program ini melibatkan berbagai kegiatan seperti penyampaian materi tentang pentingnya menabung melalui presentasi, sesi tanya jawab, serta pemberian poster beserta celengan kepada siswa. Hal ini dilakukan dengan tujuan agar siswa dapat memahami nilai uang, memprioritaskan pengeluaran, mengembangkan kebiasaan hemat, memperkuat kemandirian dan disiplin, serta belajar mengatur keuangan mereka. Semua kegiatan ini bertujuan untuk membuktikan bahwa menabung sejak usia dini memiliki manfaat yang besar dan memberikan dampak positif dalam jangka panjang.

Proses penyampaian materi berlangsung dengan lancar dan para siswa menunjukkan antusiasme yang tinggi dalam mengikuti pembelajaran. Mereka diperkenalkan dengan konsep menabung, tujuan dan manfaatnya, serta diberi panduan tentang cara menerapkan kebiasaan menabung dalam kehidupan sehari-hari dengan cara membuat kreasi pada celengan mereka masing-masing. Di akhir sesi pemaparan, dilakukan kuis berhadiah yang berkaitan dengan materi menabung. 

Melalui kegiatan sosialisasi dan pengaplikasian konsep menabung pada anak-anak usia dini, diharapkan bahwa siswa dapat memahami pentingnya menghargai dan mengelola uang dengan bijak. Selain itu, program ini juga diharapkan dapat membentuk karakteristik hidup hemat sejak dini, yang merupakan modal penting dalam membangun masa depan yang lebih baik.


Kreator: 
Treva Nata Chandrya

Editor:
Achmad Munandar
Mendorong Digitalisasi Pembukuan di Desa Temuwangi: Mengubah Paradigma Pencatatan Keuangan Rumah Tangga dan UMKM

Mendorong Digitalisasi Pembukuan di Desa Temuwangi: Mengubah Paradigma Pencatatan Keuangan Rumah Tangga dan UMKM

 


Campusnesia.co.idTemuwangi (23/01) - Kemajuan teknologi yang kini banyak digunakan masyarakat, nyatanya belum banyak dioptimalkan di berbagai daerah. Dari sisi perekonomian, masih banyak usaha masyarakat yang belum memaksimalkan teknologi dalam pelaksanaanya. Sederhananya, pencatatan keuangan dalam rumah tangga atau usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) masih belum ada atau belum dimaksimalkan karena masih dicatat secara manual. Hal tersebut mengakibatkan arus keuangan yang belum terkontrol dan rawan hilangnya catatan keuangan. Hal tersebut diperburuk dengan terjadinya pencampuran pencatatan antara pendapatan pribadi dan pendapatan usaha yang mengakibatkan kesulitan penentuan jumlah omset bisnis.

Berbagai permasalahan terkait pencatatan keuangan menjadikan mahasiswa KKN Undip menggagas kegiatan pengenalan digitalisasi untuk pembukuan dengan aplikasi keuangan, yaitu Buku Warung dan Sepran. Kegiatan ini tidak hanya menjadi sarana pengenalan teknologi dalam bidang keuangan, tetapi juga suatu langkah untuk memberdayakan masyarakat dalam mengelola keuangan rumah tangga dan usaha kecil mereka. Melalui serangkaian pelatihan, warga Desa Temuwangi diberikan pemahaman mendalam tentang pentingnya pencatatan pemasukan dan pengeluaran.

“Kami mengajak seluruh warga untuk lebih proaktif dalam mencatat keuangan. Itu merupakan kunci untuk mengontrol siklus keuangan rumah tangga dan UMKM,” ujar mahasiswa pelaksana kegiatan. “Dengan catatan yang baik, kita dapat mengidentifikasi area penghematan, memaksimalkan pemasukan, dan merencanakan masa depan secara lebih baik.”

Pentingnya pencatatan keuangan semakin diperkuat dengan adopsi teknologi digital. Aplikasi Buku Warung dan Sepran memudahkan warga untuk mencatat transaksi secara praktis melalui perangkat genggam mereka. Data yang tercatat tidak hanya akurat, tetapi juga dapat diakses dan disimpan lebih lama, memberikan visibilitas yang lebih baik terhadap kondisi keuangan.

Langkah Desa Temuwangi menggandeng teknologi untuk keberlanjutan pembangunan ini mendapat dukungan penuh dari pemerintah setempat dan masyarakat. Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan tidak hanya kesejahteraan ekonomi warga yang meningkat, tetapi juga meningkatnya literasi digital di tengah masyarakat desa.



Penulis: 
Michelle Jenifer Kristianti 
(Akuntansi - Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Diponegoro)

Dosen Pembimbing Lapangan:
1. Prof, Dr.rer.nat. Thomas Triadi Putranto, S.T. M.Eng. IPU, ASEAN Eng.
2. Riandhita Eri Werdani, S.M.B., M.S.M.
3. Fajrin Pramana Putra, S.P., M.Sc.

Lokasi: 
Desa Temuwangi
Kecamatan Pedan, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah

Editor:
Achmad Munandar
Mahasiswa Tim 1 KKN UNDIP Dorong Inovasi Pembayaran: Sosialisasi QRIS untuk Pengembangan UMKM di Desa Burikan, Klaten

Mahasiswa Tim 1 KKN UNDIP Dorong Inovasi Pembayaran: Sosialisasi QRIS untuk Pengembangan UMKM di Desa Burikan, Klaten


Sosialisasi Penggunaan QRIS sebagai Alat Pembayaran Elektronik
Sumber: Dokumentasi Pribadi


wirausahanesia.comDesa Burikan, Klaten, Jawa Tengah – (24/01/2024) Mahasiswa KKN Tim I Universitas Diponegoro, Azka Nurmala Devi dari Fakultas Ekonomika dan Bisnis Program Studi Akuntansi Universitas Diponegoro, melaksanakan program sosialisasi di Desa Burikan, Klaten, Jawa Tengah. Sosialisasi ini bertujuan untuk mengenalkan penggunaan QRIS sebagai alat pembayaran elektronik kepada beberapa pelaku usaha pertokoan di desa tersebut. 

Waktu kegiatan dilaksanakan pada tanggal 24 Januari 2024 di Desa Burikan yang melibatkan sejumlah pelaku usaha pertokoan kecil sebagai kelompok sasaran, terutama pelaku UMKM Kelontong. Sosialisasi dilakukan dengan metode penyebaran leaflet yang berisi gambaran umum QRIS, tujuan penggunaannya, manfaat, serta cara mendaftar QRIS. 

Dalam kegiatan tersebut, diketahui bahwa sebagian besar pelaku usaha pertokoan kecil di Desa Burikan belum memahami sistem pembayaran elektronik QRIS. Dengan adanya sosialisasi ini, diharapkan para pelaku usaha pertokoan dapat lebih memahami dan mengadopsi QRIS sebagai alat pembayaran elektronik. Selain itu, kegiatan ini juga memberikan kontribusi positif dalam meningkatkan literasi digital dan ekonomi di lingkungan UMKM desa, seiring dengan upaya pemerintah untuk mendorong digitalisasi transaksi keuangan di seluruh lapisan masyarakat.


 
Leaflet Gambaran Umum dan Prosedur Pembuatan QRIS
Sumber: Dokumentasi Pribadi

Optimalkan Keuangan UMKM: Mahasiswa TIM 1 KKN UNDIP Sosialisasikan Bookkeeping di Desa Burikan, Klaten

Optimalkan Keuangan UMKM: Mahasiswa TIM 1 KKN UNDIP Sosialisasikan Bookkeeping di Desa Burikan, Klaten

Pelatihan Bookkeeping dalam Mencatat Pemasukan dan Pengeluaran Kas
Sumber: Dokumentasi Pribadi


wirausahanesia.com - Desa Burikan, Klaten, Jawa Tengah - Mahasiswa Azka Nurmala Devi dari Fakultas Ekonomika dan Bisnis Program Studi Akuntansi Universitas Diponegoro (UNDIP) bersama dengan tim Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tim 1, telah menggelar program pelatihan yang menitikberatkan pada pentingnya bookkeeping bagi pelaku usaha pertokoan di wilayah tersebut. Dalam program ini, tim KKN fokus pada kelompok sasaran yaitu pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) kelontong.

Program pelatihan bertujuan untuk meningkatkan pemahaman pelaku usaha pertokoan mengenai pentingnya bookkeeping dalam mencatat pemasukan dan pengeluaran kas. Pelatihan dilaksanakan pada tanggal 24 Januari 2024 di Desa Burikan, Klaten, Jawa Tengah. Kegiatan dilaksanakan di Desa Burikan, Klaten, Jawa Tengah, khususnya di lokasi pertokoan yang menjadi fokus pelatihan. Program ini diselenggarakan sebagai respons terhadap potensi dan masalah yang dihadapi oleh pelaku usaha pertokoan kecil di Desa Burikan, yaitu kurangnya minat dalam mencatat pemasukan dan pengeluaran kas, yang dapat menghambat perkembangan usaha mereka.

Metode yang digunakan dalam pelatihan ini adalah penyuluhan yang disertai dengan poster. Poster tersebut memberikan informasi mengenai pengertian bookkeeping, manfaatnya, metode pencatatan, jenis-jenis pencatatan, serta cara pembuatan buku kas. Selain itu, tim KKN juga memberikan contoh produk berupa buku kas dan pembatas buku kepada pelaku usaha pertokoan.

Poster Bookkeeping (Pembukuan)
Sumber: Dokumentasi Pribadi

Program pelatihan ini diharapkan dapat memberikan pemahaman yang lebih baik kepada pelaku usaha pertokoan mengenai pentingnya bookkeeping dalam mengelola keuangan mereka. Dengan adanya pengetahuan ini, diharapkan pelaku usaha dapat mengoptimalkan pencatatan pemasukan dan pengeluaran kas untuk meningkatkan kinerja dan keberlanjutan usaha mereka di Desa Burikan, Klaten, Jawa Tengah.



Editor:
Achmad Munandar
Menuju Masa Depan Finansial yang Cemerlang: Mahasiswa KKN UNDIP Bimbing Siswa SDN Pakurejo dengan Program "Sosialisasi Gemar Menabung"

Menuju Masa Depan Finansial yang Cemerlang: Mahasiswa KKN UNDIP Bimbing Siswa SDN Pakurejo dengan Program "Sosialisasi Gemar Menabung"

 Pemberian Materi Interaktif Mengenai 
Pentingnya Menabung Sedari Dini 
di Kelas 5 SDN Pakurejo, Senin (22/1/2024). 
Sumber: Dokumentasi Pribadi


wirausahanesia.comTemanggung (22/1/2024) - Suasana ceria menghiasi kelas 5 SDN Pakurejo ketika Mahasiswa KKN Tim 1 UNDIP menggelar program "Sosialisasi Gemar Menabung." Inisiatif ini bertujuan untuk memberikan pemahaman kepada siswa-siswi tentang pentingnya dan manfaat menabung sejak dini. 

Dalam kegiatan yang berlangsung penuh antusiasme, salah satu mahasiswa KKN TIM 1 UNDIP, Raysoul Fazilla, memulai program dengan memberikan materi yang informatif tentang manfaat menabung. Para siswa diajak untuk memahami betapa pentingnya kebiasaan menabung sebagai investasi masa depan. Selain itu, mereka juga mendapat pembelajaran tentang cara menabung yang baik dan benar, serta strategi menghemat pengeluaran sehari-hari. Materi disampaikan secara interaktif, memastikan siswa dapat mengerti dengan mudah.

Sebagai tambahan keceriaan, mahasiswa KKN TIM 1 UNDIP mengadakan kuis seputar materi yang telah disampaikan. Seluruh siswa yang aktif berpartisipasi berkesempatan memenangkan hadiah menarik. Hal ini diharapkan dapat memberikan motivasi ekstra untuk meningkatkan partisipasi siswa dalam kegiatan.

Sebagai simbol komitmen menabung, setiap siswa mendapatkan celengan istimewa yang diserahkan langsung oleh mahasiswa KKN. Serta, leaflet panduan menabung yang menarik dan mudah dipahami diberikan kepada siswa sebagai bekal awal perjalanan keuangan mereka dengan penuh semangat dan motivasi, program Sosialisasi Gemar Menabung oleh Mahasiswa KKN Tim 1 UNDIP di SDN Pakurejo diharapkan memberikan dampak positif jangka panjang bagi perkembangan keuangan siswa-siswi kelas 5. Keberhasilan acara ini menjadi bukti nyata kolaborasi antara perguruan tinggi dan sekolah dalam memberikan pendidikan yang holistik kepada generasi muda.




Editor:
Achmad Munandar
Ngomongin Penyebab Startup Zenius Education Bangkrut

Ngomongin Penyebab Startup Zenius Education Bangkrut

 



wirausahanesia.com - Semarang 04/01/2024. Kabar menyedihkan datang dari dunia Startup Edutech, Zenius yang sudah berdiri sejak tahun 2004 mengumumkan menghentikan operasinya secara sementara dalam surat pernyataan resmi yang beredar di sosial media X aka Twitter.

Setelah eksis 20 tahun menemani ribuan pelajar dalam belajar dari jenjang SD, SMP, SMA, UTBK, Ujian Mandiri dan persiapan masuk perguruan tinggi nyatanya harus menyerah karena kondisi.

Kejatuhan Zenius sebagai startup edutech menambah daftar panjang tumbangnya beberapa startup sejenis setelah sebelumnya startup Pahamify dan Refocus.

sumber gambar akun X twitter @ecommurz

Analisis 6 Penyebab Startup Edutech Zenius Bangkrut

Sekarang ijin saya mencoba analisi mengapa Zenius yang sudah berdiri 20 tahun akhirnya tumbang juga.

1. Beban operasional yang besar
Sebagaimana yang disampaikan dalam surat pernyataannya Zenius menyebutkan sedang mengalami tantangan opersional. Hal ini bisa disebabkan karena tidak imbangnya antara pendapatan yang masuk dengan operasional yang harus dikeluarkan.

Bisa jadi karena besarnya biaya untuk gaji karyawan semenjak masuk menjadi perusahaan berbasis teknologi atau startup yang sudah jadi rahasia umum butuh bayaran dan jumlah karyawan yang besar.


2. Banyak saingan personal course
Di era dengan kemudahan teknologi dan perkembangan sosial media, nyaris semua orang punya kesempatan yang sama dalam menyampaikan kreatifitas termasuk berbagi ilmu.

Kehadiran para personal trainer atau expert yang berbagi ilmu lewat berbagai platform seperti Youtube, TikTok, Instagram bisa jadi saingan juga. 

Pilihannya tidak hanya harus lewat startup edu tech namun bisa menambah skill lewat webinar, boothcamp atau pelatihan yang diadakan oleh personal trainer ini.


3. Tech winter
Tech winter adalah istilah yang menggambarkan periode penurunan signifikan dalam industri teknologi. 

Diakui atau tidak Tech Winter juga berperan dalam berjatuhannya banyak startup tak terkecuali yang bergerak dalam bidang edu tech. Venture Capital dan investor tak lagi jor-joran dalam memberikan pendanaan karena situasi ekonomi dunia yang lesu dan cenderung mengarah ke resesi.

Jika sebelumnya para startup dengan mudah mendapatkan pendanaan berbagai series untuk pertumbuhan, kini para VC lebih selektif dan sudah berorientasi profit. Ketika para startup kehabisan modal untuk operasional sementara profit belum cukup maka yang terjadi tinggal nunggu waktu kapan kehabisan modal ibarat kendaraan yang menunggu mogok saat bahan bakar akan habis.


4. Tren mengejar growth
Di era kejayaan para startup, kebanyakan berorientasi pada growth atau pertumbuhan untuk menaikan valuasi. Berharap dengan demikian bisa untung atau exit dengan cara bertambahanya valuasi perusahaan dan IPO di pasar saham.

Sayangnya sebelum berhasil melantai di bursa saham, mayoritas startup yang bangkrut kehabisan pendaaan karena mindset yang bisa dibilang salah yaitu semata mengejar growth tanpa mengejar profit.


5. Tren bakar duit
Pembaca tentu masih ingat, bagaimana para startup mengumbar diskon dan aneka promo yang kadang gak masuk akal. Kita pernah menikmatinya ketika aplikasi ojek dan makanan sedang jaya-jayanya.

Asal tahu saja, promo dan diskon yang mereka berikan tidak cuma-cuma karena menggunakan uang dari investor. Istilahnya bakar uang untuk customer acquisition atau menambah jumlah pengguna.

Harusnya sebelum dana investasi habis harus mulai mencari untung seperti yang sudah dilakukan Gojek, Tokopedia dan Shopee misalnya, maka jangan heran jika sekarang sudah jarang ada promo besar, ongkir jadi mahal bahkan ada biaya layanan.

Kebanyakan startup yang tumbang, sebelum sampai pada tahap mencari untung, modalnya sudah habis dibakar untuk promo.


6. Tren belajar online setelah pandemi
Ketika pandemi dimana sekolah dan kampus melakukan pembelajaran secara online, startup berbasis edu tech menemukan momentumnya mengalami pertumbuhan yang signifikan karena sangat relevan dan dibutuhkan oleh banyak kalangan.

Pembaca pasti masih ingat betapa mereka masif sekali melakukan promosi, membuat acara besar di stasiun tv nasional di jam tayang primetime yang pasti mahal sekali tarifnya, hingga acara kompetisi dangdutpun votenya lewat aplikasi edutech saking inginnya mengejar pertumbuhan pengguna.

Tahun 2020 dan 2021 yang justru di tengah pandemi, banyak startup yang mendapat berkah dengan pendanaan dan kenaikan jumlah pengguna, kala itu mereka beranggapan bahwa pasca pandemi kebiasaan dalam mengakses pembelajaran secara online akan terus naik atau setidaknya sama.

Sayangnya, seperti yang kita ketahui pasca pandemi kebiasaan tersebut tidak bertahan, pembelajaran kembali dilakukan secara offline dan pasti berdampak pada penurunan pengguna aplikasi dan layanan startup edu tech.

Sudah terlanjur menghabiskan banyak uang investsor saat pandemi untuk promosi, nyatanya hasilnya tak sesuai prediksi, maka PHK jadi solusi hingga bangkrutpun terjadi seperti yang sering kita baca akhir-akhir ini.


Sejarah Startup Zenius

Mengutip laman id.wikipedia.org, PT Zona Edukasi Nusantara (Zenius Education) adalah perusahaan pendidikan berbasis teknologi asal Indonesia. Zenius menyediakan layanan akses pendidikan dalam format video berbahasa Indonesia yang disajikan secara online melalui website (zenius.net) dan aplikasi ponsel. Hingga Desember 2020, Zenius memiliki lebih dari 16 juta pengguna.

Zenius hadir sebagai bentuk revolusi pendidikan di Indonesia dengan mengedepankan cara berpikir kritis, logis, rasional, dan pengetahuan sains yang terintegrasi terhadap semua pelajar Indonesia. Zenius bercita-cita mencetak generasi Indonesia yang memahami ilmu pengetahuan dan cinta belajar, ketimbang menjadi generasi penghafal.

Zenius didirikan pada tahun 2004 oleh Sabda PS, Wisnu Subekti, dan Medy Suharta. Pada awalnya, Zenius berdiri sebagai bimbingan belajar offline. Di tahun 2005, Zenius mulai meluncurkan materi pembelajaran dalam bentuk CD. Materi pembelajaran tersebut difokuskan untuk anak SMA sebagai persiapan masuk SPMB.

Di tahun 2007, Zenius Education resmi berdiri dan berbadan hukum sebagai perusahaan perseroan terbatas. Lalu pada 2010, Zenius meluncurkan situs pembelajaran pertama di Indonesia melalui Zenius.net.

Pada bulan Juli 2019, semua materi dan fitur belajar Zenius sudah bisa diakses melalui Zenius App yang tersedia di Play Store dan App Store.

Dalam rangka membantu pemerintah Indonesia dalam mewujudkan \non-tatap muka di tengah pandemi, pada Desember 2019, Zenius menggratiskan lebih dari 80.000 video materi pelajarannya. Hingga kini, Zenius masih menawarkan lebih dari 100.000 konten materi pelajaran yang bisa diakses secara gratis.

Pada Februari 2020, Zenius mendapat pendanaan seri-A dari Northstar Group, Kinesys Group, dan BeeNext. Selain itu juga ada pergantian CEO, yang sebelumnya diisi oleh Sabda PS, lalu dilanjutkan oleh Rohan Monga, ex COO Gojek.

Di awal tahun 2021, Zenius kembali mendapatkan pendanaan pra-seri B dari Alpha JWC Ventures, OpenSpace Ventures, dan investor yang sebelumnya telah tergabung di pendanaan seri-A.

Pada Maret 2022, Zenius meraih pendanaan dari MDI Ventures, perusahaan modal ventura yang merupakan anak dari perusahaan Telkom Indonesia. Investor terdahulu, yaitu Northstar Group, Alpha JWC, Openspace Ventures, dan investor baru, Beacon Venture Capital, perusahaan ventura dari Kasikorn Bank, turut bergabung dalam putaran pendanaan ini.

Pada Juli 2020, Zenius melakukan rebranding dengan mengubah logo, visual, dan tagline mereka untuk menandai evolusi Zenius dalam upaya menghadirkan masa depan pendidikan kepada setiap individu di Indonesia. Setelah itu, pendapatan Zenius tumbuh lebih dari 70% pada semester II-2020 dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya.

Zenius mengadopsi teknologi kecerdasan buatan untuk memberikan fitur pembelajaran adaptif. Teknologi AI yang sudah dikembangkan oleh Zenius ditempatkan pada dua fitur, yaitu:

1. ZenCore 
Zencore adalah fitur yang menyediakan materi pembelajaran dan pelatihan adaptif untuk mengembangkan keterampilan fundamental, yaitu matematika, logika verbal, dan Bahasa Inggris. Pembelajaran adaptif adalah metode yang dirancang khusus sesuai dengan kemampuan siswa sehingga lebih relevan dengan kelemahan dan kekuatan siswa. Melalui fitur ZenCore, Zenius menyediakan lebih dari 135 ribu kuis hingga level 100.


2. ZenBot
Hanya dengan mengunggah foto soal ZenBot dapat memberikan jawaban yang dilengkapi dengan video materi pelajaran yang sesuai. Dengan bantuan AI, pembahasan soal jadi lebih mudah dan mendalam, sehingga dapat membantu siswa meningkatkan kemampuannya. ZenBot dapat diakses melalui aplikasi Zenius maupun WhatsApp selama 24 jam.

Zenius resmi mengakuisisi Primagama melalui penandatanganan perjanjian yang dilakukan pada awal tahun 2022. Brand Primagama kini berubah menjadi “New Primagama Powered by Zenius” yang diumumkan bertepatan dengan ulang tahun ke-40 Primagama. Akuisisi ini bertujuan untuk memperkuat ekosistem pembelajaran yang dimiliki Zenius dalam memberikan dampak teknologi yang lebih besar di pendidikan melalui model pembelajaran hybrid, dengan bantuan pengalaman dan jangkauan offline yang dimiliki Primagama.

Zenius secara resmi menggandeng Disney dalam menghadirkan ZeniusLand yang menawarkan konsep taman bermain dan belajar digital bagi anak untuk mengeksplorasi pengetahuan baru secara interaktif. Zenius merupakan aplikasi yang dirancang untuk para siswa di jenjang sekolah dasar. ZeniusLand juga memperkenalkan karakter animasi Tiga Sekawan, yang setiap karakternya merepresentasikan nilai-nilai kemampuan anak; Gika untuk kemampuan logika, Imaji untuk imajinasi, dan Aksa untuk literasi.

Zenius memperluas jangkauannya dengan meluncurkan ZenPro, platform pelatihan dan pemberdayaan bagi orang yang ingin mempertajam keterampilan atau mempelajari keterampilan baru di luar sistem pendidikan formal. Kelas pelatihan di ZenPro terbagi dalam beberapa bidang, yaitu: Bisnis, Analitik, Wirausaha, Keuangan, Bahasa Inggris, Pemasaran Digital, Teknologi, Pembuatan Konten, Pengembangan Diri, Kemampuan Komunikasi, Kemampuan Manajemen, dan Layanan Pelanggan.  Seluruh materi pelatihan di ZenPro dibawakan oleh master tutor Zenius yang kompeten serta para ahli di bidangnya masing-masing.

Zenius untuk Guru atau ZenRu adalah sebuah komunitas bagi lebih dari 250 ribu guru di seluruh Indonesia. Dari jumlah tersebut, hampir 200 ribu di antaranya menggunakan platform ZenRu. Salah satu fitur ZenRu adalah LMS yang bisa terintegrasi dengan Google Classroom. Dalam LMS ini, guru bisa membuat kelas, memberikan latihan soal untuk para siswa dan melakukan penilaian.

Penghargaan yang pernah diraih oleh Zenius:

1. Pada tahun 2017 Startupranking.com Top 10 Startup in Indonesia

2. Pada tahun 2021 Dinas Pendidikan Sulawesi Selatan

3. Pada tahun 2022 Popular Vote Global Edtech Startup Awards (GESAwards)



Oke sobat wirausahanesia demikian postingan kita kali ini, disclaimer ini adalah pendapat pribadi bisa saja ada benarnya namun tidak menutup kemungkinan banyak salahnya. Kalau boleh memberi saran, dengan banyaknya kasus bangkrut dan tumbangnya aneka startup wabil khusus bidang edu tech maka sebaiknya jangan buru-buru menerima invetasi yang besar ala venture capital, tumbuh secara organik dari laba yang didapat jauh lebih sehat bagi sebuah usaha dibanding hanya ikut-ikutan tren mengejar growth dengan bakar uang investor. Semoga bermanfaat sampai jumpa.



Penulis
Nandar


Sumber:


Meningkatkan Transparansi Laporan Keuangan RT Menggunakan Microsoft Excel dan Penyimpanan Secara Digital Melalui Google Drive

Meningkatkan Transparansi Laporan Keuangan RT Menggunakan Microsoft Excel dan Penyimpanan Secara Digital Melalui Google Drive

 


wirausahanesia.com - Sendangmulyo, Tembalang (14/12/2023). Manajemen dan laporan keuangan yang efektif menjadi salah satu indikator keberhasilan sebuah organisasi dalam mengatur dan merencanakan keuangan. Rukun Tetangga (RT) merupakan unit kegiatan keuangan mikro yang didalamnya terdapat Kepala Keluarga (KK) dan Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK). Salah satu peran RT adalah mematuhi kebijakan Pemerintah Daerah dengan mengurus keuangan lingkungan, menghimpun kontribusi finansial dari warga, dan menyusun laporan keuangan.Dalam pengelolaan keuangan pada tingkat keluarga atau RT secara garis besar hampir sama dengan pengelolaan keuangan pada perusahaan tingkat makro (Marsudi & Robbie, 2020).

Setiap bulannya, dalam lingkungan RT, terdapat pengumpulan dana dari warga melalui kas yang akan dipergunakan untuk mendukung berbagai kegiatan di RT tersebut. Dana tersebut digunakan mulai dari perbaikan jalan dan infrastruktur hingga pelaksanaan acara tahunan seperti perlombaan dan perayaan. Pencatatan dan pelaporan yang akurat merupakan kunci utama dalam manajemen keuangan di lingkungan RT. Hal ini memungkinkan untuk memperoleh pemahaman yang lebih detail mengenai kondisi keuangan secara menyeluruh, termasuk identifikasi kekurangan atau kelebihan dana. Dalam pencatatan tersebut mencakup informasi tentang debit, kredit, dan penjelasan terkait transaksi keuangan yang dilakukan.

Akan tetapi, di beberapa RT di RW 25 Kelurahan Sendangmulyo, belum terdapat sistem pencatatan dan pelaporan keuangan yang terstruktur dengan baik, yang menyebabkan seringnya perbedaan data pada laporan keuangan pada akhir bulan. Masalah umumnya terletak pada kesalahan pencatatan pengeluaran, terutama jika tidak ada bukti atau nota pembayaran yang dapat dijadikan rujukan, serta kekurangan catatan yang terperinci mengenai pemasukan kas dan iuran lainnya. Selain itu, kurangnya pengetahuan dan keterampilan dalam manajemen keuangan di tingkat RT juga menjadi kendala, terutama dalam penerapan teknologi informasi. Penggunaan teknologi informasi diharapkan dapat membantu bendahara RT untuk mencatat dan mengelola keuangan dengan lebih cepat, akurat, dan tepat. Kemajuan teknologi informasi yang terus berkembang mengharuskan kita untuk beradaptasi agar tidak tertinggal dalam penerapan teknologi ini.

Berdasarkan latar belakang tersebut, salah satu mahasiswa KKNT Menstrual Hygine dan Sanitasi Aman Universitas Diponegoro, Jeficca Fania yang berasal dari Fakultas Ekonomika dan Bisnis melakukan sosialisasi, edukasi, dan pelatihan mengenai pengelolaan keuangan RT. Kegiatan ini dilaksanakan secara offline di Balai RW 25 Kelurahan Sendangmulyo pada hari Sabtu (18/11/2023) dengan mengumpulkan seluruh bendahara RT dan perwakilan warga yang terdapat di RW 25 Kelurahan Sendangmulyo. Kegiatan ini dilakukan dengan membagikan booklet terlebih dahulu, dilanjut dengan penjelasan mengenai pengelolaan keuangan RT yang baik, lalu sesi tanya jawab dan praktek langsung mengenai penggunaan microsoft excel dan gsheet dan penyimpanan bukti pemasukan dan pengeluaran di google drive

Dari sosialisasi, edukasi, dan pelatihan tersebut mendapatkan respons positif dari para bendahara RT dan warga RW 25 Kelurahan Sendangmulyo, dimana mereka merasa terbantu atas pengenalan pengelolaan keuangan menggunakan microsoft excel dan penyimpanan secara digital melalui google drive. Dengan pengelolaan secara digital ini dinilai lebih berpotensi dalam menjaga data-data keuangan yang lebih komprehensif dibandingkan secara konvensional. Dalam praktek kegiatan ini, bendahara RT dan warga tidak ada banyak kendala, hal ini terlihat dari antusias dan semangat para peserta selama proses pelatihan.


Ketua RW 25 Kelurahan Sendangmulyo, Bu Umi menyampaikan bahwa adanya kegiatan ini sangat membantu bendahara RT dalam mengatur dan mengelola keuangan RT. “Edukasi yang diberikan sangat bermanfaat dan membuat bendahara RT lebih tahu tentang pelaporan keuangan dan penyimpanan bukti pemasukan dan pengeluaran yang lebih baik.” kata Bu Umi.

Dengan adanya sosialisasi, edukasi, dan pelatihan pengelolaan keuangan RT, diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan terkait dengan manajemen keuangan, terlebih terkait dengan pelaporan keuangan yang lebih sistematis.  Bendahara RT dapat menyajikan laporan keuangan secara lebih terstruktur menggunakan microsoft excel yang mana terlihat aliran dana per posnya, rekap mingguan, rekap bulanan dan juga print out hasil laporan bulanan untuk disahkan oleh ketua RT, serta bertambahnya keterampilan peserta dalam pengoperasian komputer.





Editor: 
Achmad Munandar