Kolaborasi KKN-T 106 UNDIP dan Pertamina Patra Niaga Dorong UMKM Pedurungan Tengah Naik Kelas melalui Legalitas dan Digitalisasi
Berita Bisnis Digital KKNwirausahanesia.com - Semarang - Penguatan kapasitas Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) menjadi salah satu langkah strategis dalam mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat. Melihat masih adanya tantangan dalam aspek legalitas, branding, penentuan harga, serta pemasaran digital, Tim KKN-T 106 Universitas Diponegoro berkolaborasi dengan Pertamina Patra Niaga Integrated Semarang menyelenggarakan kegiatan Sosialisasi dan Pendampingan Penguatan Kapasitas UMKM bagi pelaku usaha di Kelurahan Pedurungan Tengah, Kota Semarang.
Kegiatan dengan tema “Legalitas Usaha hingga Strategi Pemasaran Digital sebagai Upaya Meningkatkan Daya Saing UMKM Berkelanjutan” dilaksanakan pada Sabtu, 8 Agustus 2026, bertempat di Balai RW 8 PKK, Kelurahan Pedurungan Tengah, Kota Semarang. Kegiatan ini melibatkan pelaku UMKM Pedurungan Tengah, mahasiswa KKN-T 106 Universitas Diponegoro, Pertamina Patra Niaga Integrated Semarang, serta dosen pendamping Annisa Firdauzi, S.P., M.P., Ir. Joko Mariyono, M.P., Ph.D., dan Pramesti Megayana, S.P., M.Sc.
Kolaborasi antara perguruan tinggi, dunia usaha, dan masyarakat tersebut menjadi bagian dari upaya membangun ekosistem pemberdayaan UMKM yang lebih berkelanjutan. Kegiatan tidak hanya berfokus pada penyampaian materi, tetapi juga memberikan pendampingan agar pelaku UMKM memperoleh pengetahuan dan hasil nyata yang dapat diterapkan dalam pengelolaan serta pengembangan usaha.
Legalitas usaha menjadi materi pertama yang diberikan kepada peserta. Mahasiswa KKN-T 106 bersama mitra memperkenalkan pentingnya Nomor Induk Berusaha (NIB) sebagai identitas resmi usaha serta memberikan pemahaman mengenai proses pengurusannya melalui sistem Online Single Submission (OSS). Peserta juga diperkenalkan pada aspek legalitas pangan, termasuk Pangan Industri Rumah Tangga (PIRT) bagi produk yang memenuhi ketentuan. Pemahaman tersebut diharapkan dapat mendorong pelaku UMKM untuk meningkatkan kepatuhan terhadap legalitas sekaligus membangun kepercayaan konsumen.
Penguatan kapasitas kemudian dilanjutkan melalui materi branding dan pengembangan identitas produk. Peserta diberikan pemahaman bahwa branding tidak hanya berkaitan dengan logo, tetapi mencakup nama merek, desain kemasan, warna, informasi produk, serta karakter yang ingin ditampilkan kepada konsumen. Sebagai bentuk pendampingan nyata, peserta juga memperoleh desain kemasan yang disesuaikan dengan karakter dan identitas produk masing-masing. Desain tersebut diharapkan dapat langsung dimanfaatkan untuk meningkatkan tampilan produk, memperkuat identitas merek, dan memberikan nilai tambah di mata konsumen.
Peserta juga memperoleh materi mengenai penentuan harga jual berdasarkan biaya produksi dan margin keuntungan. Mahasiswa KKN-T 106 mengajak pelaku usaha mengidentifikasi berbagai komponen biaya, mulai dari bahan baku, tenaga kerja, kemasan, hingga biaya operasional. Dengan memahami struktur biaya, pelaku UMKM dapat menentukan harga jual secara lebih terukur tanpa mengabaikan keuntungan maupun daya beli konsumen.
Digitalisasi pemasaran menjadi salah satu fokus utama dalam kegiatan pemberdayaan ini. Pelaku UMKM diperkenalkan dengan pemanfaatan Instagram, Facebook, TikTok, dan WhatsApp Business sebagai sarana memperluas jangkauan pasar. Peserta diberikan pengetahuan mengenai teknik foto produk, penyusunan deskripsi produk, pembuatan konten promosi, interaksi dengan konsumen, serta pentingnya konsistensi dalam melakukan pemasaran digital.
Pelaksanaan kegiatan dilakukan secara interaktif melalui pemaparan materi, pendampingan, praktik, dan sesi diskusi. Peserta dapat menyampaikan permasalahan yang dihadapi dalam menjalankan usaha, mulai dari kendala pengurusan legalitas hingga kesulitan menentukan harga dan memasarkan produk secara digital. Mahasiswa KKN-T 106 bersama dosen pendamping dan pihak Pertamina Patra Niaga Integrated Semarang kemudian memberikan arahan berdasarkan kebutuhan masing-masing pelaku usaha.
Kolaborasi tersebut memberikan nilai tambah karena pemberdayaan UMKM dilakukan melalui sinergi antara pengetahuan akademik mahasiswa, pendampingan dosen, dukungan mitra industri, dan pengalaman langsung pelaku usaha. Pendekatan ini membuat kegiatan tidak berhenti pada sosialisasi satu arah, tetapi menghasilkan pendampingan yang lebih aplikatif sesuai dengan kebutuhan UMKM.
Impact kegiatan terlihat melalui bertambahnya kapasitas dan kesiapan pelaku UMKM dalam mengelola usaha secara lebih profesional dan adaptif terhadap perkembangan pasar. Peserta memperoleh pemahaman mengenai legalitas usaha, pengetahuan branding, kemampuan menentukan harga jual, wawasan pemasaran digital, serta desain kemasan yang dapat digunakan sebagai bagian dari penguatan identitas produk. Luaran tersebut menjadi bekal konkret bagi pelaku UMKM untuk meningkatkan kredibilitas, memperbaiki tampilan produk, memperluas jangkauan konsumen, dan membangun fondasi usaha yang lebih kuat.
Sebagai bagian dari hasil kegiatan, peserta memperoleh desain kemasan yang dapat langsung diterapkan pada produk UMKM, selain pendampingan dan materi mengenai legalitas, branding, penentuan harga, serta pemasaran digital. Hasil tersebut menjadi bukti bahwa kegiatan pemberdayaan tidak hanya berorientasi pada transfer pengetahuan, tetapi juga menghasilkan output nyata yang dapat dimanfaatkan oleh pelaku UMKM untuk mendukung pengembangan usahanya.
Kegiatan ini turut mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 1 Tanpa Kemiskinan melalui penguatan kapasitas ekonomi masyarakat, SDG 4 Pendidikan Berkualitas melalui transfer pengetahuan dan keterampilan kewirausahaan, SDG 8 Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi melalui pengembangan usaha produktif, SDG 9 Industri, Inovasi, dan Infrastruktur melalui penerapan digitalisasi dan penguatan usaha, serta SDG 17 Kemitraan untuk Mencapai Tujuan melalui kolaborasi antara Universitas Diponegoro, Pertamina Patra Niaga Integrated Semarang, pemerintah kelurahan, dan masyarakat.
Melalui kolaborasi tersebut, KKN-T 106 Universitas Diponegoro bersama Pertamina Patra Niaga Integrated Semarang berupaya menghadirkan pemberdayaan UMKM yang tidak hanya berorientasi pada peningkatan penjualan, tetapi juga pada penguatan fondasi usaha. Legalitas, branding, desain kemasan, pengelolaan harga, dan pemasaran digital menjadi bekal bagi pelaku UMKM Pedurungan Tengah untuk meningkatkan daya saing, memperluas pasar, serta membangun usaha yang inklusif dan berkelanjutan.
Editor:
Achmad Munandar
Achmad Munandar
