Dari Minyak Jelantah Jadi Lilin Aromaterapi, KKN-T 106 UNDIP Ajak Warga Pedurungan Tengah Lebih Kreatif Kelola Limbah

Dari Minyak Jelantah Jadi Lilin Aromaterapi, KKN-T 106 UNDIP Ajak Warga Pedurungan Tengah Lebih Kreatif Kelola Limbah

Warga RT 04/RW 06 Kelurahan Pedurungan Tengah mengikuti pelatihan pembuatan lilin  aromaterapi berbahan minyak jelantah yang diselenggarakan oleh Mahasiswa KKN-T 106  Universitas Diponegoro.


wirausahanesia.comSemarang  –  Mahasiswa  Kuliah  Kerja  Nyata  Tematik  (KKN-T)  Tim  106  Universitas  Diponegoro  mengadakan  pelatihan  pembuatan  lilin  aromaterapi  berbahan  minyak  jelantah  bagi  warga  RW  06  Kelurahan  Pedurungan  Tengah,  Kecamatan  Pedurungan,  Kota  Semarang,  pada  Sabtu  (25/7/2026).  Kegiatan  ini  bertujuan  membekali  masyarakat  dengan  keterampilan  mengolah  minyak  jelantah  menjadi  produk  yang  lebih  bermanfaat  sehingga  limbah  rumah  tangga tidak lagi dipandang sebagai sesuatu yang tidak bernilai. 

Masih  banyak  masyarakat  yang  membuang  minyak  jelantah  ke  saluran  air  atau  menggunakannya  kembali  untuk  memasak.  Padahal,  kebiasaan  tersebut  dapat  mencemari  lingkungan  sekaligus  meningkatkan  risiko  gangguan  kesehatan.  Berangkat  dari  kondisi  tersebut,  mahasiswa  KKN-T  106  UNDIP  menghadirkan  pelatihan  yang  mengajarkan  cara  mengolah  minyak  jelantah  menjadi  lilin  aromaterapi  menggunakan  bahan  yang  mudah  diperoleh dan proses yang dapat diterapkan secara mandiri di rumah. 

Pelatihan  diawali  dengan  penyampaian  materi  mengenai  dampak  penggunaan  minyak  jelantah  terhadap  kesehatan  dan  lingkungan.  Setelah  itu,  peserta  mengikuti  praktik  pembuatan  lilin  aromaterapi  mulai  dari  proses  penyaringan  minyak,  penjernihan,  pencampuran  bahan,  penambahan  pewarna  dan  essential  oil,  hingga  proses  pencetakan.  Seluruh  peserta  terlibat  secara  langsung  dalam  setiap  tahapan  sehingga  mampu  memahami  proses  pembuatan  produk  secara menyeluruh. 

 
 Mahasiswa KKN-T 106 Universitas Diponegoro mendampingi warga RW 06 Kelurahan 
 Pedurungan Tengah mempraktikkan pembuatan lilin aromaterapi berbahan minyak jelantah. 
 
Suasana  pelatihan  berlangsung  aktif  dan  interaktif.  Peserta  tidak  hanya  mengikuti  arahan,  tetapi  juga  berdiskusi  mengenai  pengelolaan  minyak  jelantah  di  rumah  serta  peluang  mengembangkannya  menjadi  produk  yang  bermanfaat.  Antusiasme  tersebut  menunjukkan  tingginya  minat  masyarakat  untuk  memanfaatkan  limbah  rumah  tangga  menjadi  produk  yang  memiliki nilai tambah. 

Ketua  RT  04/RW  06  Kelurahan  Pedurungan  Tengah  mengapresiasi  pelatihan  yang  diberikan  oleh  mahasiswa  KKN-T  106  UNDIP  karena  memberikan  pengetahuan  sekaligus  keterampilan  baru  bagi  warga.  

"Selama  ini  banyak  warga  yang  belum  mengetahui  bahwa  minyak  jelantah  masih  bisa  dimanfaatkan  menjadi  produk  yang  berguna.  Setelah  mengikuti  pelatihan  ini,  warga  jadi  lebih  paham  cara  mengolahnya  dan  bisa  langsung  mempraktikkannya  di  rumah.  Kami  berharap  kegiatan  seperti  ini  dapat  terus  berlanjut  sehingga  semakin  banyak  warga  yang  sadar  pentingnya  mengelola  minyak  jelantah dengan benar,"  ujarnya. 

Koordinator  program,  Zafira Salsabila,  mengatakan  bahwa  pelatihan  ini  dirancang  agar  masyarakat  memperoleh  solusi  praktis  dalam  mengelola  limbah  rumah  tangga.  

"Kami  berharap  pelatihan  ini  tidak  berhenti  pada  saat  kegiatan  berlangsung.  Warga  dapat  mempraktikkannya  kembali  di  rumah,  bahkan  mengembangkannya  menjadi  produk  kreatif  yang  memiliki  nilai  ekonomi.  Dengan  begitu,  minyak  jelantah  yang  sebelumnya  dianggap  sebagai  limbah  dapat  memberikan  manfaat  bagi  masyarakat  sekaligus  membantu menjaga lingkungan,"  jelasnya. 

 
Produk Lilin Aromaterapi Minyak Jelantah yang dihasilkan oleh Mahasiswa KKN-T 106  UNDIP bersama Pertamina Patra Niaga. 
 
Pelatihan  ini  memberikan  pengalaman  baru  bagi  peserta  sekaligus  meningkatkan  keterampilan  masyarakat  dalam  mengolah  minyak  jelantah  secara  mandiri.  Selain  mengurangi  potensi  pencemaran  lingkungan,  pemanfaatan  minyak  jelantah  menjadi  lilin  aromaterapi  juga  membuka  peluang  lahirnya  produk  kreatif  berbasis  rumah  tangga  yang  dapat  dimanfaatkan  untuk  kebutuhan  pribadi  maupun  dikembangkan  sebagai  peluang  usaha  skala kecil. 

Melalui  kolaborasi  antara  mahasiswa  KKN-T  106  Universitas  Diponegoro  dan  masyarakat  RW  06  Kelurahan  Pedurungan  Tengah,  kegiatan  ini  menunjukkan  bahwa  edukasi  yang  disertai  praktik  langsung  mampu  mendorong  perubahan  cara  pandang  masyarakat  terhadap  pengelolaan  limbah  rumah  tangga.  Program  ini  turut  berkontribusi  terhadap  pencapaian  Sustainable  Development  Goals  (SDGs),  khususnya  SDG  3  (Good  Health  and  Well-being), SDG  11  (Sustainable  Cities  and  Communities),  SDG  12  (Responsible  Consumption  and Production),  dan  SDG  13  (Climate  Action).  Diharapkan  keterampilan  yang  telah  diperoleh  peserta  dapat  terus  diterapkan  sehingga  minyak  jelantah  tidak  lagi  menjadi  limbah  yang  mencemari lingkungan, melainkan menjadi produk yang bermanfaat dan bernilai ekonomi. 



Editor:
Achmad Munandar