Mahasiswa KKN Universitas Diponegoro Melakukan Perancangan dan Pembuatan Alat Pembakaran Sekam Padi sebagai Teknologi Tepat Guna untuk Mendukung Produksi Briket Biomassa di Desa Celep
Berita KKNFoto dokumentasi Mahasiswa KKN Universitas Diponegoro melakukan proses pembuatan alat pembakaran sekam padi sebagai bagian dari upaya pemanfaatan sekam padi untuk mendukung produksi briket biomassa di Desa Celep. Sumber:
Dokumentasi Pribadi
wirausahanesia.com - SRAGEN, 6 Agustus 2026 – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Diponegoro melaksanakan program kerja Perancangan dan Pembuatan Alat Pembakaran Sekam Padi sebagai Teknologi Tepat Guna untuk Mendukung Produksi Briket Biomassa di Desa Celep, Kecamatan Kedawung, Kabupaten Sragen, pada Kamis, 6 Agustus 2026. Kegiatan ini menghasilkan luaran berupa satu unit alat pembakaran sekam padi yang dirancang untuk mendukung proses pengolahan sekam padi sebagai bahan biomassa dalam produksi briket.
Kegiatan ini diinisiasi berdasarkan adanya potensi sekam padi sebagai limbah hasil aktivitas pertanian di Desa Celep yang belum dimanfaatkan secara optimal. Sekam padi memiliki potensi untuk diolah menjadi bahan biomassa yang dapat dimanfaatkan dalam proses produksi briket. Untuk mendukung proses tersebut, diperlukan alat yang dapat membantu proses pembakaran atau karbonisasi sekam padi secara sederhana.
Melalui program kerja ini, mahasiswa KKN Universitas Diponegoro melakukan perancangan dan pembuatan alat pembakaran sekam padi dengan konstruksi sederhana. Pembuatan alat dilakukan dengan mempertimbangkan fungsi, kemudahan penggunaan, serta kesesuaian dengan kebutuhan dalam proses pengolahan sekam padi.
Mahasiswa KKN Universitas Diponegoro menjelaskan bahwa program tersebut dibuat berdasarkan potensi sekam padi yang tersedia di lingkungan Desa Celep. “Kami melihat sekam padi memiliki potensi untuk dimanfaatkan sebagai bahan biomassa. Oleh karena itu, kami merancang dan membuat alat pembakaran sekam padi sebagai alat sederhana yang dapat membantu proses pengolahan sekam sebelum digunakan dalam produksi briket biomassa,” ujarnya.
Pelaksanaan kegiatan diawali dengan identifikasi potensi sekam padi dan kebutuhan alat untuk proses pengolahannya. Selanjutnya, mahasiswa menentukan rancangan alat, mulai dari bentuk, ukuran, hingga konstruksinya. Proses kemudian dilanjutkan dengan persiapan material, pengukuran, pemotongan, penyusunan, dan perakitan hingga menghasilkan alat pembakaran sekam padi.
Setelah proses pembuatan selesai, alat dilakukan pemeriksaan dan pengujian untuk memastikan alat dapat digunakan sesuai dengan fungsi yang dirancang. Pengujian dilakukan dengan menggunakan sekam padi sebagai bahan yang akan diproses melalui pembakaran atau karbonisasi.
Sebagai luaran dari program kerja, mahasiswa KKN Universitas Diponegoro menghasilkan satu unit alat pembakaran sekam padi. Alat tersebut kemudian diserahkan agar dapat dimanfaatkan dalam mendukung proses pengolahan sekam padi dan produksi briket biomassa di Desa Celep.
Foto dokumentasi Alat pembakaran sekam padi yang telah selesai dibuat oleh mahasiswa KKN Universitas Diponegoro sebagai luaran program kerja untuk mendukung produksi briket biomassa di Desa Celep.
Sumber: Dokumentasi Pribadi
Setelah proses pembuatan selesai, alat dilakukan pemeriksaan dan pengujian untuk mengetahui fungsi serta kemampuannya dalam proses pembakaran sekam padi. Pengujian dilakukan dengan memasukkan sekam padi ke dalam alat, kemudian melakukan proses pembakaran sesuai dengan mekanisme penggunaan alat.
Hasil dari program kerja ini berupa satu unit alat pembakaran sekam padi sebagai teknologi tepat guna sederhana. Alat tersebut dirancang untuk membantu proses pengolahan sekam padi sehingga dapat dimanfaatkan sebagai bahan biomassa dalam tahapan produksi briket.
Program ini menjadi salah satu bentuk kontribusi mahasiswa KKN Universitas Diponegoro dalam mengoptimalkan potensi limbah pertanian di Desa Celep. Pemanfaatan sekam padi sebagai bahan biomassa diharapkan dapat mengurangi limbah yang belum termanfaatkan sekaligus memberikan alternatif pemanfaatan hasil samping pertanian menjadi bahan yang memiliki nilai guna.
Pembuatan alat pembakaran sekam padi juga menjadi bentuk penerapan pengetahuan dan keterampilan mahasiswa dalam menghasilkan teknologi yang disesuaikan dengan potensi dan kebutuhan lingkungan masyarakat. Dengan konstruksi yang sederhana, alat diharapkan dapat digunakan dan dimanfaatkan sesuai kebutuhan dalam proses produksi briket biomassa.
Melalui program kerja ini, mahasiswa KKN Universitas Diponegoro berharap alat pembakaran sekam padi yang telah dibuat dapat memberikan manfaat bagi masyarakat Desa Celep serta mendukung pemanfaatan sekam padi sebagai bahan biomassa secara lebih optimal.
Kegiatan kemudian ditutup dengan pemeriksaan hasil pengujian alat dan dokumentasi. Perancangan dan pembuatan alat pembakaran sekam padi diharapkan dapat menjadi salah satu langkah dalam mendukung pemanfaatan limbah pertanian dan produksi briket biomassa di Desa Celep.
Editor:
Achmad Munandar
Achmad Munandar

