Mahasiswa KKN UNDIP Kenalkan Konsep Wirausaha Sejak Dini melalui “Pasar Bos Cilik”

Mahasiswa KKN UNDIP Kenalkan Konsep Wirausaha Sejak Dini melalui “Pasar Bos Cilik”




wirausahanesia.comMahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Diponegoro (UNDIP) melaksanakan kegiatan edukasi kewirausahaan kepada siswa sekolah dasar kelas 4–5 melalui program “Bos Cilik: Belajar Wirausaha Sejak Dini”. Kegiatan ini dirancang secara interaktif untuk memperkenalkan konsep dasar kewirausahaan, produk lokal, serta kegiatan jual beli kepada siswa melalui metode belajar sambil bermain.

Kegiatan diawali dengan pengenalan mengenai wirausaha melalui berbagai contoh yang dekat dengan kehidupan sehari-hari siswa, seperti penjual makanan, pedagang buah, dan penjual jajanan. Siswa juga diajak untuk memahami bahwa barang yang mereka temui sehari-hari dapat berasal dari bahan mentah yang kemudian diolah menjadi produk yang memiliki nilai jual lebih tinggi.

Dalam sesi tersebut, mahasiswa KKN memberikan contoh perubahan bahan mentah menjadi produk jadi, seperti singkong yang diolah menjadi keripik singkong, pisang menjadi keripik pisang, serta tempe menjadi keripik tempe. Siswa kemudian diajak berdiskusi mengenai alasan mengapa harga produk yang telah diolah dapat menjadi lebih tinggi dibandingkan harga bahan mentahnya.

“Kalau singkong diolah menjadi keripik, menurut kalian kenapa harganya bisa lebih mahal?” menjadi salah satu pertanyaan yang diberikan kepada siswa untuk mendorong mereka berpikir mengenai proses produksi dan nilai tambah suatu produk.

Selain penyampaian materi, kegiatan dilanjutkan dengan simulasi transaksi jual beli melalui permainan “Pasar Bos Cilik”. Sebanyak 40 siswa dibagi menjadi delapan kelompok dan masing-masing kelompok didampingi oleh satu mahasiswa KKN sebagai fasilitator.

Dalam permainan tersebut, setiap kelompok memperoleh modal sebesar Rp50.000. Siswa kemudian diberikan daftar harga berbagai produk lokal, seperti tomat, stroberi, telur, cabai, jeruk, mangga, tempe, tahu, dan singkong. Setiap kelompok mendapatkan misi belanja yang berbeda dan harus menghitung jumlah uang yang harus dibayarkan serta uang kembalian yang diterima.

Permainan dilakukan dengan sistem kompetisi. Setelah soal dibacakan oleh pemandu, setiap kelompok berdiskusi untuk menentukan jawaban. Kelompok yang paling cepat maju ke meja penjual dan memberikan jawaban yang tepat akan mendapatkan satu poin.

Melalui permainan tersebut, siswa tidak hanya belajar menghitung, tetapi juga belajar mengambil keputusan, bekerja sama dengan anggota kelompok, berkomunikasi dalam melakukan transaksi, serta memahami pentingnya ketelitian ketika menggunakan uang.

Kegiatan ini diharapkan dapat memberikan pengalaman belajar yang menyenangkan sekaligus menanamkan pengetahuan dasar mengenai kewirausahaan kepada siswa sejak dini. Selain itu, pengenalan berbagai produk lokal juga diharapkan dapat menumbuhkan rasa ketertarikan dan apresiasi siswa terhadap potensi yang ada di lingkungan sekitar.

Melalui konsep “Bos Cilik”, mahasiswa KKN UNDIP ingin menunjukkan bahwa belajar kewirausahaan tidak harus selalu dilakukan melalui teori. Dengan permainan sederhana dan aktivitas yang dekat dengan kehidupan sehari-hari, siswa dapat belajar mengenal jual beli, menghitung uang, memahami nilai suatu produk, serta mengembangkan keberanian untuk memiliki dan mencoba ide-ide kreatif sejak usia dini.


Oleh: Marshanda Kinanti Rachmadhani
Fotografer: Shakila Nawra
Kontak Media / Humas Kelompok: kknundip.desacelep
Editor: Achmad Munandar