Mahasiswa KKN Universitas Diponegoro Ajarkan Ecoprint dan Hitung Biaya Produksi Sederhana Guna Tingkatkan Kreativitas Anak Desa Celep

Mahasiswa KKN Universitas Diponegoro Ajarkan Ecoprint dan Hitung Biaya Produksi Sederhana Guna Tingkatkan Kreativitas Anak Desa Celep

 

Mahasiswa KKN Undip bersama anak-anak membuat ecoprint
Sumber: Dokumentasi Pribadi


wirausahanesia.comSRAGEN, 1 Agustus 2026 - Kelompok Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tim II 2026 dari Universitas Diponegoro (Undip) sukses menyelenggarakan program kerja “Economics Kids: Pelatihan Ecoprint dan Pengenalan Perhitungan Biaya Produksi Sederhana bagi Anak” yang bertempat di SDN 5 Desa Celep, Kecamatan Kedawung, Kabupaten Sragen, pada Sabtu, 1 Agustus 2026.

Kegiatan ini diinisiasi sebagai respons terhadap kondisi Desa Celep yang memiliki lima Sekolah Dasar (SD) namun belum memiliki jenjang SMA, sehingga aktivitas anak-anak di luar jam sekolah cenderung terbatas dan monoton. Dengan menyasar anak-anak usia sekolah dasar di Desa Celep, program ini bertujuan untuk memberikan edukasi serta keterampilan praktis dalam membuat karya seni ramah lingkungan berbasis ecoprint sekaligus mengenalkan konsep dasar Harga Pokok Produksi (HPP) secara sederhana. Program ini juga sejalan dengan semangat Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya poin ke-4 (Pendidikan Berkualitas), poin ke-8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi), serta poin ke-12 (Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab).

Mahasiswa KKN Undip menjelaskan bahwa program ini dirancang agar memberikan dampak jangka panjang bagi warga desa. “Kami melihat potensi yang sangat besar di Desa Celep, namun anak-anak di sini masih terbatas kegiatan positif di luar sekolah. Oleh karena itu, melalui program Economics Kids, kami mendampingi anak-anak untuk mengenal keterampilan ecoprint yang ramah lingkungan sekaligus memahami konsep biaya produksi sejak dini,” ujarnya saat diwawancarai di sela-sela kegiatan.

Pelaksanaan kegiatan diawali dengan pemaparan materi secara interaktif mengenai teknik ecoprint dan pengenalan konsep Harga Pokok Produksi (HPP), kemudian dilanjutkan dengan sesi praktik langsung pembuatan totebag ecoprint menggunakan daun dan bunga di sekitar lingkungan, mulai dari penataan motif, proses pounding, hingga totebag ecoprint siap digunakan. Anak-anak turut mengisi lembar kerja sederhana pengenalan HPP sebagai media belajar mandiri. Peserta tampak sangat antusias mengikuti jalannya acara dari awal hingga akhir.

Acara ini kemudian ditutup dengan sesi foto bersama para siswa dengan hasil karya ecoprint yang telah dibuat masing-masing. Melalui program Economics Kids, mahasiswa KKN Undip berharap anak-anak Desa Celep dapat memiliki bekal keterampilan kreatif berbasis lingkungan sekaligus pemahaman dasar ekonomi sebagai modal awal menumbuhkan jiwa kewirausahaan sejak dini.


Penulis: 
Naysa Aurelia Hamdani

Editor:
Achmad Munandar