Kisah Sukses Bunda Yany Owner Ainaa, Tinggalkan PNS Demi Dekat dengan Keluarga dan Bangun Bisnis Fashion Moslem Syari

Kisah Sukses Bunda Yany Owner Ainaa, Tinggalkan PNS Demi Dekat dengan Keluarga dan Bangun Bisnis Fashion Moslem Syari

 



Wirausahanesia.com - Halo sobat wirausahanesia, apa kabar? semoga baik ya, kali ini dalam rubrik Kisah Sukses kita akan kembali memetik inspirasi dari seorang ibu Inspiratif owner Ainaa yang rela meninggalkan karir sebagai PNS demi keluarga dan bisnisnya, seperti apa kisahnya yuk simak perjalananya.

Bagi seorang wanita lulusan IT Cumlaude dari salah satu Universitas Swasta di Jogja, bunda Yany Sulistyorini, berbisnis bukanlah cita-citanya. Setelah lulus kuliah mulai melalang buana di dunia kerja di ibukota Jakarta, dari perusahaan swasta, BUMN hingga PNS. Suatu hari, rekan kerjanya bertanya, “Kamu orang Pekalongan kan? Kok gak bawa batik?”. Dengan ogah-ogahan dijawab tidak oleh bunda Yany.



Tapi ternyata rekan kerjanya tidak menyerah dan tak bosan-bosan menanyakan hal itu kepada bunda bunda Yany. Modal nekat, tiap pulang kampung ke Pekalongan, beliau pasti bawa batik ke kantor buat dijual ke rekan-rekan kerjanya. 

Alhamdulillah selalu laris manis, seiring berjalannya waktu barang jualan pun bertambah, kerudung paris. Media berjualannya juga merambah melalui Friendster, multiply, dan BBM. beliau mulai ketagihan jualan.

Saat diangkat menjadi PNS, jualan batik dan kerudung paris sepat ditinggalkan oleh beliau. Namun, jiwanya sudah terpaut dengan bisnis. Bunda Yany pun mulai memproduksi pashmina saat jaman-jaman Hijabers merebak. 

Baru mulai bisnis barunya, bunda Yany memutuskan resign dari PNS demi keluarganya. 

Cita-citanya bisa kerja dari rumah sehingga bisa tetap dekat dengan keluarga, terutama anak-anaknya.

Singkat cerita, bisnisnya jatuh bangun. Namun bunda Yany pantang menyerah. Terakhir, beliau menjadi distributor dan reseller berbagai macam brand busana muslimah syar’i. 

Setelah bertahun-tahun menjalani bisnis tersebut, beliau dan salah satu rekannya (sesama distributor), membangun brand busana muslimah syar’i dengan nama AINAA.

Selain Ainaa ada pula brand lain seperti Zabava dan Hanuna, bunda Yany dan rekannya ingin menyampaikan kepada para muslimah, bahwa berpakain syar’i itu tetap nyaman walaupun terlihat berlapis-lapis pakaiannya. Maka dari itu, pemilihan bahan dan model dari selalu dipikirkan dari segi kenyamanannya.

Untuk sobat Wirausahanesia muslimah yang ingin membeli produk Aina, langsung saja follow IG @ainaa.syari yang mau belajar bisnis, bisa bergabung menjadi agen Ainaa.

Itu tadi sobat wirausahanesia, inspirasi dari bunda Yani Owner Ainaa, dan kisahnya yang rela Tinggalkan PNS Demi Bangun Bisnis Fashion Moslem Syari dan Tetap Dekat Keluarga, semoga bermanfaat sampai jumpa.



Penulis:
Ika Shintya 
Kisah Sukses Ibu Milenial Mia Owner Annisa Grosir, Jualan Busana Muslim lewat Story WA Order Mengalir ke Olshopnya

Kisah Sukses Ibu Milenial Mia Owner Annisa Grosir, Jualan Busana Muslim lewat Story WA Order Mengalir ke Olshopnya

 


Wirausahanesia.com - Sobat wirausaha, dalam rubrik Kisah Sukses kali ini kami akan menyajikan hasil bincang-bincang inspiratif bersama seorang ibu Milenial asal Boyolali yang kini menekuni jualan Busana Muslim dan Homedress hanya dengan Stroy WA dan sosial media, bakal bisa jadi inspirasi untuk yang masih ragu menjajal jualan dari rumah.

Nama lengkap beliau Rusmiyati, biasa dipanggil Mia, ibu milenial ini merupakan alumni Jurusan Nutrisi dan Makanan Ternak Fakultas Peternakan Undip angkatan 2007.

Selain berprofesi sebagai pengajar TK di Boyolali, sejak 2017 ia menelateni berjualan produk gamis, hijab, daster, piyama dll yang masuk kategori Busana Muslim dan Homedress.

Tak perlu ribet dengan materi promosi dan SEO ala-ala, Mia menyampaikan ia cukup menggunakan Story WA, Instagram, toko online Shopee, Fanspage Facebook, dan Facebook pribadi saja, cukup posting-posting dan closing saat ada pembeli.

Saat ditanya apa tips jualan lewa WA dan sosial media, ibu muda ini menjelaskan "Intinya terus tambah kontak dan rajin share, Telegram buat nyimpen katalog"

Sedangkan untuk pemilihan produk yang akan dijual, Mia berbagi saran dengan melihat model dan branding produknya, ia memilih untuk kulakan atau ready stok daripada dropship karena dianggap lebih sederhana serta bisa memanfaatkan peluang model kemitraan, dengan daftar jadi distributor bisa dapat harga lebih murah untuk dijual kembali.

Walau hasil dari jualan Busana Muslim dan Homedress dari Rumah lebih besar, tidak lantas membuat Mia meninggalkan profesi sebagai pengajar, ia tetap memilih menjalani profesinya sebagai pengajar di TK "Buatku ngajar bisa buat hiburan, ketemu banyak orang, nek (kalau) jualan online thok (saja) takut stress gak ketemu orang" jawabnya dengan logat khas Boyolali.

Di penghujung wawancara kami meminta tips dan motivasi untuk pasangan muda, ibu-ibu milenial yang ingin jualan online juga, serta tanggapannya terhadap stigma negatif yang belakangan berkembang, jualan online selepas nikah dianggap tidak siap secara finansial. 

"Buat temen-temen yang mau jualan online, via WA story atau sosmed, gak usah mikirin pendapat orang lain sih menurutku. Karena jualan online itu asik, gak melulu karena kekurangan finansial. Lewat jualan online kita jadi banyak temen dan akhirnya banyak pengalaman. Lagipula kalau misalpun kita memang butuh finansial, jualan online kan halal ya, ngapain mikirin pendapat orang lain yang gak nyukupin kebutuhan kita :) :) :)" jelasnya dengan tiga emoticon senyum.

Ia menambahkan "Saya punya banyak reseller, yang menurut saya lebih berkecukupan dari pada saya, banyak ibu-ibu guru yang sudah PNS, suaminya gajinya sudah besar dsb. Karena jualan online cuma posting-posting, closing dan banyak teman. Yakin deh yang udah closing bakal ketagihan posting " tambahnya.

Itu tadi sobat Wirausahanesia, artikel kita kali ini hasil ngobrol inspiratif dengan Mia owner online shop  Annisa Grosir, Jualan Busana Muslim dan Homedress dari Rumah dan Story WA Untung Mengalir.

Buat bunda yang kepo atau sekalian mau belanja bisa langsung cek dan klik akun IG nya di @gamisgrosir.annisa yang sudah punya 10.7k followers dan akun Shopeenya Annisa_Grosir yang sudah jadi Star Selle.



Sobat bisa juga lho jadi Agen Reseller Annisa Grosir, kesempatan bagus sekali nih yang mau mulai jualan online tai bingung beli produknya di mana.

Semoga bermanfaat, sampai ketemu di rubrik kisah sukses pelaku UMKM lainnya di wirausahanesia.com, sampai jumpa.



Penulis:
Achmad Munandar
Bunda Hobi Masak? Bisa loh Buka Usaha Catering Menu Rumahan Potensi Cuan

Bunda Hobi Masak? Bisa loh Buka Usaha Catering Menu Rumahan Potensi Cuan

 




Wirausahanesia.com - Sebagian Orang memilih makan di warung karena merasa menu masakan di rumah itu-itu saja. 

Tapi belakangan juga berkembang sekelompok orang yang justru ingin makan menu rumahan karena makan di warung menunya itu lagi itu lagi. 

Nah lho..sudah kayak paradoks saja. 

Ngomong-ngomong menu rumahan memang kadang ngangenin, untuk perantauan atau karyawan kantoran menikmati hidangan ala rumahan jadi nostalgia makan bersama keluarga. 

Menu rumahan juga identik dengan makanan sehat, setidaknya dari sisi bahan, komposisi bumbu dan variasi olahanya. 

Bagi bunda yang hobi masak, tren menu rumahan bisa jadi alternatif cara mwnghasilkan cuan tambahan. 

Caranya dengan membuka catering menu rumahan, masak saat ada pesanan gak usah repot bikin menu yang aneh-aneh cukup tawarkan jenis masakan yang selama ini permah dibuat untuk makan bersama keluarga. 

Buat anak kos atau keluarga yang sibuk bekerja, memu catering rumahan bisa jadi pilihan yang sepadan tetap bisa menikmati masakan rumahan tanpa ribet harus memgolahn sendiri bahan-bahan. 

Secara rasa dan kesehatan, Catering Menu Rumahan juga lebih baik jika dibanding makanan cepat saji. 

Itu tadi bunda, artikel kita tentang peluang dapat tambahan cuam dari jasa catering menu rumahan, semoga nermanfaat.


Penulis
Achmad Munandar
Kisah Sukses pak Danir dkk dengan PusatAkrilik Produksi Kerajinan Berbahan Dasar Akrilik

Kisah Sukses pak Danir dkk dengan PusatAkrilik Produksi Kerajinan Berbahan Dasar Akrilik

 


Wirausahanesia.comDibanding kaca, sebagai bahan baku bangunan akrilik lebih kuat dengan kesamaan transparan, walau memang harga relatif lebih mahal. 

Polimetil metakrilat atau poli adalah polimer sintetis dari metil metakrilat. Bahan yang bersifat thermoplastis dan transparan ini dijual dengan merek dagang Plexiglas, Vitroflex, Perspex, Limacryl, Acrylite, Acrylplast, Altuglas, dan Lucite serta pada umumnya disebut dengan 'kaca akrilik' atau sekadar 'akrilik'. Wikipedia 

Dalam perkembangannya akrilik juga jadi bahan baku pembuatan aneka produk kerajinan,  hiasan dan kesenian. 

Seperti usaha yang dijalankan oleh pak Danir dan kawan-kawanya yang tefgabung dalam Pusat Akrilik. 

Di workshopnya yang beralamat di Bukit Diponegoro Tembalang Semarang setiap harinya diprodukai kerajinan berbahan dasar akrilik mulai dari plakat, gantungan kunci hingga neon box untuk kebutuhan promosi. 

Pandemi akibat covid-19 tahun 2020 lalu, membuat kita harus beradaptasi misalnya pemasangan sekat untuk kasir dan customer service, hal ini membuat pak Danir dkk kebanjiran pesanan. 

Usaha kerajinan dari akrilik bisa jadi inspirasi buat sobat yang ingin memulai usaha, idealnya memang harus punya alat potong otomatis yang disebut CNC yaitu Computer Numerical Control, disingkat CNC, (berarti "komputer kontrol numerik") merupakan sistem otomasi mesin perkakas yang dioperasikan oleh perintah yang diprogram secara abstrak dan disimpan di media penyimpanan. 

Pemotonganya bisa dicustome sesuai pola yang dibuat di komputer desain, memanfaatkan laser sehingga hasilnya akurat, presisi dan bagus. 

Jadi gimana sobat Wirausahanesia? Tertarik memgikuti kisah sukses pak Danir dkk dengan usaha kerajinan akriliknya, yuk segera mulai. 



Penulis:
Achmad Munandar
Kisah Sukses mas Lukman Chakim Jadi Freelancer Desain Logo dan Branding Internasional

Kisah Sukses mas Lukman Chakim Jadi Freelancer Desain Logo dan Branding Internasional

 


Wirausahanesia.com - Profesi freelance di era digital banyak sekali, jam kerja suka-suka seauai deadline hasilnya luar biasa. 

Kalau tetangga yang gak tahu bisa dikira punya pesugihan atau tuyul, gak pernah kelihatan kerja atau jualan, cukup sarungan di depan laptop tapi tiap bulan gajian. 

Seperti kisah sukses mas Lukman, bapak muda asli pekalongan ini menjalani profesi freelancer desain logo dan branding sejak tahun 2014 silam. 

Memanfaatkan peluang dari kompetisi dan situs freelancer luar negeri, karena memang sudah ditekuni sejak lama sudah tahu tips dan triknya sehingga peluangnya keberhasilnya tinggi. 

Tapi memang butuh pengorbanan, perbedaan waktu antara indonesia dan amerika atau eropa membuat beliau harus rela bergadang tapi ya gak apa-apa namanya juga kerja. 

Buat sobat yang punya hobi desain grafis, jadi freelancer desain logo dan identity nramding bisa jadi alternatif. 

Pastikan punya software desain yang legal ya, umumnya sekarang banyak menggunakan adobe ilustrator. 

Itu sobat Wirausahanesia.com, artlikel tentang Kisah Sukses mas Lukman Chakim Jadi Freelancer Desain Logo dan Branding Internasional  Semoga bermanfaat.


Penulis:
Achmad Munandar
Tips Jualan Buku, Cocok jadi Sampingan dari Mahasiswa hingga Ibu-ibu Milenial

Tips Jualan Buku, Cocok jadi Sampingan dari Mahasiswa hingga Ibu-ibu Milenial

 


Wirausahanesia.com - Jenis bisnis yang bisa dikerjakan sebagai sambilan makin banyak pilihannya seiring berkembangnya era digital. 

Salah satunya untuk yang suka membaca, jualan buku bisa jadi solusinya. 

Tapi apakah maaih ada yang baca buku fisik di era digital? Tentu jawabanya masih ada, selama penulis dan penerbit masih produktif. 

Pengalaman membaca buku fisik tak akan terganti dengan hanya membaca kata demi kata di layar kaca. 

Makin kesini, kesadaran alan literai juga tinggi, kemudahan akses, meningkatnya daya beli juga mempengaruhi, intinya buku dan ide jualan buku masih bisa jadi pilihan yang baik untukmu. 

Sekarang PR nya bagaimana cara agar toko dan buku jualan kita tetap laris manis di tengah banyaknya penjual buku? 

Tips dari kami, jangan cuma jualan kertas yang dijilod atau buku sebagai benda, tapi tawarkan ilmu pengetahuan baru. 

Misal, dengan media sosial, blog atau whatsapp bahaslah tema tertentu, misalnya pentingnya parenting untuk orang tua anak pertama, atau untuk mahasiswa seputar pengembangan diri. 
Dari isu yang dibahas cantumkan referensi buku yang menawarkan solusi tersebut, baru di akhir lalukan penjualan. 

"Jika bunda ingin belajar lebih banyak tentang tema yang barusan kita diskusikan bisa membaca buku A, B dan C, gak usah bingung di toko buku kami menyediakan buku-buku terdebut, tunggu apa lagi cus..langsung beli.." 

Begitu misalnya, ok itu tadi sobat Wirausahanesia.com artikel tentang Tips Jualan Buku, Cocok jadi Sampingan dari Mahasiswa hingga Ibu-ibu Milenial, semoga bermanfaat, sampai jumpa.

Penulis:
Achmad Muanandar
Kumpulan Podcast Wirausahanesia,com Bahas All About Entrepreneur with Achmad Munandar

Kumpulan Podcast Wirausahanesia,com Bahas All About Entrepreneur with Achmad Munandar

 


Wirausahanesia.com - Kami hadir dalam bentuk Podcast membahas banyak hal seputar dunia Wirausaha dipandu Achmad Munandar semoga bermanfaat selamat menyimak.


1. Siaran Radio Campus Episode 1: Kerja vs Usaha?

Sinopsis: Membahas kontrovesi dan dilema yang sering ada di masyarakat, baik mana antara Kerja dibanding Buka Usaha dan sebaliknya, Nandar akan memberi jawaban yang tak terduga, langsung play saja videonya.



2. Siaran Radio Campus Episode 2: Agar PMW dan PKM-K Sukses


Sinopsis: Nandar berbagi tips bagaimana agar proposal PMW dan PKM-K bisa lolos, kemudian bagaimana agar usahanya bisa jalan dan berkembang karena angka keberhasilan bisnis dari PKM-K dan PMW di bawah 10%.



3. Siaran Radio Campus Episode 4: Sukses Story Loetju


Sinopsis: Podcast ini merupakan rekaman saat Loetju diundang untuk siaran di Radio Pas FM Semarang. Membahas tentang Loetju, peluang dan tantangan bisnis percetakan di masa akan datang. Seru deh.


4. Siaran Radio Campus Episode 5: Ide Bisnis dari Dunia Tulis Menulis


Sinopsis: Hobi menulis juga bisa mengasilkan pundi-pundi, dalam podcast ini Nandar berbagi setidaknya 8 ide dan peluang bisnis dari dunia tulis menulis, apa saja? simak videonya.



5. Siaran Radio Campus Episode 7: Kerja tidak Sesuai Jurusan?




Semoga Bermanfaat, jangan lupa Like, Komen, Share dan Subscribe.
Peluang Penghasilan dari Podcast, Cocok untuk Generasi Millenial

Peluang Penghasilan dari Podcast, Cocok untuk Generasi Millenial

 


Wirausahanesia.com - Banyak yang bertanya, apa pekerjaan yang bisa dilakukan oleh millenial dengan kriteria Nir-effort tapi hasilnya maksimal, khas generasi millenial sekali ya.

Referensi dari kami kali ini adalah cobalah jadi Podcaster, dengan membuat rekaman audio yang bisa sobat share melalui platform audio sepeerti Spotify, Noice, Anchor dll yang disebut Podcast.

Semenjak kemunculan media sosial berbasis visual seperti Instagram, Youtube dll disebut-sebut sebagai penanda sunset untuk industri Audio macam radio.

Hingga muncul tren baru bernama Podcast dan streaming audio yang diawali lahirnya iTune dari apple, joox, dan spotify.

Era digital memberi peluang untuk semua orang punya kesempatan yang sama dalam berkreasi dan menghasilkan uang, walau tentu saja beda hasilnya tegantung perjuangan personalnya.

advertisement


Buat sobat yang suka cuap-cuap, podcast bisa jadi sarana yang tepat untuk beraktualisasi, apalagi yang merasa tidak percaya diri tampil dalam bentuk visual.

Urusan tema gak usah pusing dan minder, banyak pilihannya, yang suka olahraga bisa bahas bola misalnya, yang suka politik komentari aja healine koran tiap pagi, yang gemar dengar horor bahas aja misteri, yang suka ngobrol gak jelas juga ada pasarnya, berkaca pada kesuksesan podcast GJLS di spotify.

So gak usah minder, tampil saja apa adanya dengan apa yang sobat sukai dan gemari.

Potensi penghasilannya? jika sudah mendapat pendengar setia bisa dengan mulai menawarkan slot ad lip atau konten bertema khusus sesuai pesanan sponsor.

Jika beruntung bisa mendapat kontrak ekslusif dari platform misal Spotify atau Noice yang nilainya besar lho.

Jadi yang sering nanya cara menghasilkan uang untuk Millenial, Podcast bisa jadi pilihan, jangan lagi banyak alasan, ambil hp mu dan mulailah merekam. Semoga bermanfaat sampai jumpa.


Penulis:
Achmad Munandar
Tata cara dan Syarat Submit Kisah Sukses Wirausahanesia,com

Tata cara dan Syarat Submit Kisah Sukses Wirausahanesia,com

 


Wirausahanesia.com - Dalam rangka mendukung para pelaku usaha di Indonesia, Wirausahanesia.com menghadirkan rubrik "Kisah Sukses" kolom yang mengangkat profle para pelaku usaha tanah air dari skala Kecil hingga Menengah.

Sobat bisa mengirim profile usaha melalui form yang kami sediakan, silahka isi dengan seksama inforamasi yang dibutuhkan dari nama usaha, pemilik, produk, harga, alamat, sosial media, toko online, foto produk dll.

Program ini gratis hingga batas waktu yang belum ditentukan.

"Kisah Sukses" yang telah dikirim akan melalui tahap review, redaksi berhak mempublish atau tidak sesuai dengan standar dan ketentuan Wirausahanesia.com.

Usaha, produk dan jasa yang dilarang agama, norma masyarakat dan hukum yang berlaku di Negara Republik Indonesia otomatis ditolak.

Semoga bermanfaat, silahkan gunakan kesempatan ini dengan sebaik-baiknya.

Form Submit Kisah Sukses Wirausahanesia.com


Baca Kisah Suskes para Pelaku Usaha 
Kisah Sukses mas Kunari Owner Pakun Aqiqah dan Catering

Kisah Sukses mas Kunari Owner Pakun Aqiqah dan Catering

 


Wirausahanesia.com - Kesadaran dalam beribadah dibarengi kenaikan kesejahteraan masyarakat Indonesia membuat beberapa bsinsi penunjang ibadah meningkat beberapa tahun belakangan.

Sebut saja minat dan kemampuan masyarakat dalam melaksanakan ibadah haji hingga rela antre tahunan, antrean panjang membuat bisnis umroh laris manis.

Demikian halnya tentang kesadarand an kemampuan akan Aqiqah menghasilkan peluang bisnis yang ternyata sangat potensial.

Salah satu yang melihat dan mengambil peluang ini adalah mas Kunari, pria kelahiran Pati alumni Fakultas EKonomi Undip 2005 yang sudah beberapa tahun menggeluti usaha Aqiqah dan catering.

Pasca lulus kuliah, sempat bekerja kantoran sebagai akuntan di Jakarta sebelum akhirnya memutuskan pulang kampung ke Banjarnegara, sempat usaha komoditas rempah dan ternak sapi hingga suatu hari sapinya dibawa lari pembeli dan uangnya hangus begitu saja.



Menoba bangkit dengan membuka usaha Aqiqah dengan nama Pakun Aqiqah siapa sangka bakal berkembang pesat seperti sekarang.

Selain pelayanan, menu yang rasanya enak harga juga jadi pertimbangan pembeli, Pakun Aqiqah menyediakan paket mulai harga 1,5-2,7 juta.

Kami kutip dari laman resminya di Google Business Site, Pakun Aqiqah & Catering adalah layanan aqiqah siap saji, mudah dan praktis. Mereka hadir sebagai solusi kebutuhan aqiqah masyarakat. 

Pakun Aqiqah memiliki beberapa kantor perwakilan di beberapa kabupaten dan kota agar  bisa menjangkau area yang lebih luas untuk area layanan.

Untuk melihat semua dokumentasi dan aktivitas mereka sobat bisa cek di Facebook dan Instagram, saat ini sudah hadir di beberapa kota, diantaranya:

1. Pakun Aqiqah Wonosobo
2. Pakun Aqiqah Banjarnegara
3. Pakun Aqiqah Purbalingga
4. Pakun Aqiqah Purwokerto
5. Pakun Aqiqah Banyumas
6. Pakun Aqiqah Semarang

Bagi sobat yang mungkin sedang butuh jasa Aqiqah, bisa menghubungi Pakun Aqiqah & Catering lewat nomer telepon 0815-7981-426 atau datang ke alamat kantor pusatnya di Desa Karangsari RT 02 RW 01 Kecamatan Punggelan, Banjarnegara Jawa Tengah 53462.

Itu tadi sobat wirausahanesia artikel tentang