UMKM Ampel Naik Kelas, Mahasiswa Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya Perkuat Literasi Keuangan dan Digitalisasi Usaha
Berita KKNPelatihan pembukuan manual-digital, pemasaran, dan legalitas usaha
menjadi langkah awal mendorong UMKM lebih tertib, kompetitif, dan berkelanjutan.
wirausahanesia.com - Surabaya, 31 Mei 2026 – Upaya meningkatkan daya saing Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) tidak selalu dimulai dari tambahan modal usaha. Bagi sebagian pelaku UMKM, kemampuan mengelola keuangan secara tertib justru menjadi fondasi utama untuk mengembangkan usaha secara berkelanjutan.
Semangat tersebut menjadi dasar pelaksanaan program pendampingan pembukuan arus kas berbasis manual dan digital yang diselenggarakan oleh mahasiswa Program Studi Manajemen Bisnis Universitas 17 Agustus 1945 (UNTAG) Surabaya di Balai RW 11 Kelurahan Ampel, Kecamatan Semampir, Kota Surabaya. Kegiatan ini menyasar pelaku UMKM setempat yang masih menghadapi tantangan dalam pencatatan keuangan, pemanfaatan teknologi digital, pemasaran usaha, serta pemahaman legalitas usaha.
Program ini digagas dan dilaksanakan oleh Achmad Syarifudin, Mochammad Daniyal Farich Alfarisi, Nabilla Choiriyah Azzahra, Aditya Rizaki Widayat, dan Veronika Sanctissima Apriani Mithe di bawah bimbingan Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) Ir. Masca Indra T., S.T., M.T., M.S.M.
Pendampingan yang berlangsung pada 31 Mei 2026 tersebut diikuti oleh 12 peserta dari total 15 undangan yang disebarkan kepada pelaku UMKM RW 11 Kelurahan Ampel. Tingkat kehadiran yang mencapai 80 persen menunjukkan bahwa kebutuhan akan literasi keuangan dan pengelolaan usaha masih menjadi perhatian utama para pelaku usaha mikro di wilayah tersebut.
Dalam kegiatan tersebut, peserta mendapatkan pelatihan mengenai pembukuan arus kas sederhana yang mencakup pencatatan pemasukan, pengeluaran, saldo, biaya operasional, hingga perhitungan keuntungan usaha. Materi disampaikan menggunakan contoh transaksi yang dekat dengan aktivitas sehari-hari pelaku UMKM sehingga lebih mudah dipahami dan diterapkan.
Tidak hanya menerima materi, peserta juga diajak mempraktikkan langsung pencatatan keuangan melalui buku kas manual yang dirancang sederhana. Pendekatan ini dipilih karena sebagian besar peserta masih belum terbiasa melakukan pencatatan transaksi secara rutin dan masih mencampurkan keuangan pribadi dengan keuangan usaha.
Pelatihan Pembukuan Manual
Selain pembukuan manual, mahasiswa UNTAG Surabaya juga memperkenalkan website mobile pembukuan kas UMKM sebagai langkah awal menuju digitalisasi usaha. Melalui platform tersebut, pelaku UMKM dapat mencatat pemasukan, pengeluaran, memantau saldo, serta melihat riwayat transaksi secara lebih praktis melalui telepon genggam. Meskipun sebagian besar peserta masih lebih nyaman menggunakan metode manual, pengenalan teknologi digital dinilai penting untuk membangun kesiapan UMKM menghadapi perkembangan bisnis yang semakin berbasis data dan teknologi. Dari 12 peserta yang hadir, tiga peserta telah mencoba melakukan pencatatan digital menggunakan website yang diperkenalkan dalam pelatihan.
Pelatihan Pembukuan Digital
Sebagai penguatan kapasitas usaha, kegiatan juga dilengkapi dengan materi mengenai Nomor Induk Berusaha (NIB) dan strategi pemasaran dasar. Peserta memperoleh pemahaman mengenai pentingnya legalitas usaha sebagai identitas resmi bisnis, sekaligus mendapatkan wawasan tentang pengelolaan produk, penentuan harga, pelayanan pelanggan, kemasan, dan promosi sederhana untuk meningkatkan daya tarik usaha.
Perwakilan mahasiswa pelaksana, Achmad Syarifudin, mengatakan bahwa kegiatan ini dirancang untuk menjawab kebutuhan nyata yang dihadapi pelaku UMKM di lapangan.
“Banyak pelaku UMKM memiliki produk yang baik dan semangat usaha yang tinggi, tetapi belum memiliki kebiasaan mencatat keuangan secara rutin. Melalui pelatihan ini, kami ingin membantu mereka memahami bahwa pembukuan sederhana dapat menjadi langkah awal untuk mengembangkan usaha secara lebih terarah,” ujarnya.
Salah satu peserta kegiatan mengaku memperoleh wawasan baru mengenai pentingnya pencatatan keuangan dalam menjalankan usaha sehari-hari.
“Sebelumnya saya hanya mengingat pemasukan dan pengeluaran tanpa mencatat. Setelah mengikuti pelatihan ini, saya jadi memahami cara mengetahui kondisi keuangan usaha dengan lebih jelas,” tuturnya.
Dosen Pembimbing Lapangan, Ir. Masca Indra T., S.T., M.T., M.S.M., menilai bahwa penguatan kapasitas UMKM perlu dilakukan secara berkelanjutan agar pelaku usaha mampu beradaptasi dengan perubahan lingkungan bisnis.
“Pendampingan seperti ini tidak hanya memberikan pengetahuan, tetapi juga membangun kebiasaan baru dalam pengelolaan usaha. Ketika pelaku UMKM mampu mengelola keuangan dengan baik, peluang untuk berkembang dan bersaing akan semakin besar,” jelasnya.
Melalui kegiatan ini, para peserta tidak hanya memperoleh pemahaman mengenai pembukuan usaha, tetapi juga mendapatkan gambaran awal mengenai digitalisasi, legalitas usaha, dan strategi pemasaran yang dapat diterapkan secara bertahap. Pendekatan tersebut diharapkan mampu membantu UMKM di Kelurahan Ampel menjadi lebih tertib dalam mengelola keuangan, lebih siap memanfaatkan teknologi, dan lebih percaya diri dalam mengembangkan usaha.
Ke depan, program pendampingan serupa diharapkan dapat dilaksanakan secara berkelanjutan sehingga kebiasaan pencatatan keuangan, penggunaan teknologi digital, serta penguatan legalitas dan pemasaran usaha dapat semakin tertanam di kalangan pelaku UMKM. Dengan pengelolaan usaha yang lebih baik, UMKM memiliki peluang lebih besar untuk tumbuh, naik kelas, dan memberikan kontribusi yang lebih kuat bagi perekonomian masyarakat.



