Berkenalan dengan Mak Jinah 30 Tahun Jual Jajanan Anak di Tegalharjo

Berkenalan dengan Mak Jinah 30 Tahun Jual Jajanan Anak di Tegalharjo

 
 

 
 
wirausahanesia.com - Masih segar di ingatan saya, sekitar tahun 1996 atau 1997 sepulang mengaji di Mushola Pak Syarif sering dibeilkan jajan oleh alm. Bapak di sebuah lapak pinggir jalan dengan penerangan lampu Teplok dari kaleng bekas oli pelumas sepeda motor.

Jajanan favorit saya kala itu adalah telur puyuh dan semangka, kadang juga endok ijo atau telur asin yang kala itu masuk kategori jajanan mewah untuk anak kecil seusia saya.

Lebih istimewa lagi tentu saja penjualnya, nama beliau Mak Jinah, sosok ibu-ibu penjual jajanan spesialis event di sekitar desa misalnya sedekah bumi atau kalau ada hajatan dengan hiburan wayang, tayub atau ketoprak.

Saat tak acara tanggapan hiburan, beliau biasanya berjualan di pertigaan daerah Weron Kidulan istilah warga sini untuk menyebut sebuah pertingaan antara RT 02 dan RT 06 di Desa Tegalharjo tepatnya dekat Mushola Pak Syarif depan rumah Kang Cithik.

Selain telur puyuh, semangka, dan telur asin adapula kerupuk, kacang rebus, jeruk dan di musim panen jagung beliau menyajikan jagung bakar yang dibakar saat pembeli datang jadi bisa dinikmati dalam kondisi hangat.

Jagung bakar ini jadi semacam japanese seasons menu, hanya disajikan saat musim panen jagung yang umumnya bersamaan dengan musim hujan, nikmat mana lagi yang bisa kita dustakan makan jagung bakar sembari ditemani gerimis rintik hujan.

Kurang lebih 30 tahun berlalu, hari ini Minggu 19 Juni 2022 saya berjumpa kembali dengan beliau sedang menunggu lapak dagangannya di acara Sedekah Bumi Desa Tegalharjo yang sore ini menyajikan penampilan Ketoprak.

Setiap bulan Apit dalam kalender Jawa, warga Weron dan Kethekputih menggelar Sedekah Bumi atau pesta panen sebagai wujud syukur atas limpahan karunia Allah SWT selama setahun yang lalu dan doa untuk keselamatan, keberkahan dan kelancaran dalam bermasyarakat selama setahun kedepan.

Mak Jinah turut meramaikan dengan dagangannya, kini beliau tak lagi menjajakan endok ijo, kacang rebus atau semangka namun berganti, adaptasi dengan perkembangan jaman dan tren jajanan anak kecil era sekarang.


Terlihat dalam displaynya yang sederhana Mak Jinah menawarkan menu Telur Gulung, Sosis, Tempura, Sempolan dan Bakso Goreng. Harganya sangat terjangkau cukup dengan 2.500 rupiah sudah bisa menikmati camilan kekinian dengan pilihan cocolan saos tomat atau taburan bumbu perasa balado dan barbaque, keju dll.

Mak Jinah tak semuda dulu dalam ingatan masa kecil saya, namun hal yang tak berubah termakan waktu adalah semangat dan keramahan beliau pada pembeli terutama anak-anak.

Saat tak ada tontonan seperti pandemi yang nyaris dua tahun berlangsung, mak Jinah menjajakan daganganya di depan Masjid Al MUjahidin Kethekputih menunggu pembeli dari anak-anak yang TPQ di siang hari.

Kegigihan dan konsistensi Mak Jinah patut diteladani terutama bagi kami yang masih muda ini, semoga beliau senantiasa dalam limpahan karunia Allah SWT dan diberikan kesehatan, kemudahan serta kelancaran dalam berjualan dan kehidupan.

Matur nuwun mak Jinah sudah mewarnai dan mengisi kenangan indah masa kecil saya.



Penulis
Achmad Munandar


**artikel ini telah tayang di Campusnesia.co.id