4 Tips Manajemen Keuangan Bisnis Kafe Menurut Majalah Elshinta

4 Tips Manajemen Keuangan Bisnis Kafe Menurut Majalah Elshinta

 


wirausahanesia.comDalam manajemen keuangan sebuah usaha ada yang disebut laporan arus kas, laporan laba rugi dan neraca. Arus Kas merupakan laporan keuangan yang artinya laporan dana kas perusahaan yang tersedia. Atau bisa juga disebut pencatatan transaksi keuangan yang menggunakan uang tunai. 

Laporan Neraca merupakan laporan keuangan yang melihat keseimbangan aset usaha dengan kewajiban yang menjadi tanggungan. Dalam laporan keuangan laba rugi, ada beberapa hal sebagai berikut:


1. Pendapatan Penjualan
Hasil pendapatan ini bisa berasal dari penjualan produk inti dari bisnis tersebut atau penjualan dari produk sampingan bisa juga dinamakan penjualan lain. Dalam hal ini bisnis kafe, produk yang ditawarkan adalah minuman dan makanan. 

Jika terjadi penjualan terhadap makanan dan minuman maka itu dimasukan dalam penjualan produk inti. Sedangkan yang masuk penjualan sampingan atau lain-lain misalnya seperti merchandise atau penjualan meja dan kursi.


2.Harga Pokok Penjualan
Harga Pokok Penjualan (HPP) yaitu biaya yang harus dikeluarkan sebelum produk tersebut dijual. Misalnya pembelian minuman sachet, gula pasir, bahan baku, es krim, gelas kemasan plastic, dan lain-lain.


3. Biaya Operasional
Yang termasuk di sini adalah gaji karyawan, administrasi usaha (nota penjualan), biaya overhead (listrik dan air), biaya penyusutan, biaya dibayar dimuka/biaya sewa bangunan, biaya promosi atau iklan,biaya pemeliharaan (bangunan, kursi,meja, dan interior) serta biaya langganan (internet).


4. Perhitungan BEP (Break Event Point)
Pada umumnya orang mengatakan bahwa BEP atau titik impas adalah pencapaian titik
nol ketika berinvestasi. Sehingga diharapkan setelah titik nol tersebut dapat meraih keuntungan dan dihitung berdasarkan waktu bulan atau tahun. 

Jika kita ingin memperhitungkan BEP maka analisa laba rugi yang dapat menentukannya. Namun jika ingin menghitung tingkat pengembalian atas investasi kita (Return of Investment), maka harus memperhatikan analisa neraca usaha. (eri/ft:ist)


Sumber: Majalah Elshinta Edisi Khusus Tahun 2019